Film
Ritual Kekuasaan di Balik Topeng: Seks, Kelas, dan Ilusi Kebebasan dalam “Eyes Wide Shut”
Film terakhir Stanley Kubrick yang membedah hasrat, privilese, dan paranoia elite dengan presisi dingin.
By Andhika ZulkarnaenFebruary 1, 2026
Film terakhir Stanley Kubrick yang membedah hasrat, privilese, dan paranoia elite dengan presisi dingin.
Eksperimen sinematik dingin tentang bagaimana kekuasaan bekerja ketika realitas sepenuhnya direkayasa.
Film horor ekstrem yang menolak metafora halus dan memilih konfrontasi brutal sebagai bahasa utamanya.
Potret ekstrem tentang perundungan yang berubah menjadi spiral balas dendam tanpa jalan pulang.
Mesin waktu sonik yang membuktikan bahwa sang "Ego" belum kehilangan taji, meski terjebak dalam perang volume yang bising.
Film yang menolak jarak emosional dan memaksa penonton mendengar apa yang selama ini diabaikan.
Film tentang pendudukan dan kekerasan yang memilih sudut pandang paling hening untuk berbicara paling lantang.
Thriller yang menolak berisik.
Bagaimana ending Stranger Things season 5?
Dua film ini memperlihatkan dua masa depan.
Balada balas dendam yang kejam, menelanjangi kekerasan kolonial tanpa kompromi emosional.
Potret kemarahan Amerika kecil yang menggugat keadilan, empati, dan batas moral manusia.
Menelusuri jejak "The Godmother of German Punk" yang menyatukan kegilaan panggung, vokal kolosal, dan spiritualitas tanpa batas.
Menelusuri jejak awal sang visioner avant-garde melalui kebisingan post-punk Islandia yang provokatif dan tanpa kompromi.
Memukau sebagai lukisan bergerak, tapi rapuh sebagai tragedi manusia.
Ketika nominasi menjadi peta selera, dan yang terlewat justru berbicara paling keras.
Sekuel ini menukar teror instan dengan renungan gelap tentang ingatan, iman, dan sisa-sisa kemanusiaan.
Potret grooming dalam film.
Film psikologis claustrophobic karya William Friedkin yang menguliti kegilaan bukan sebagai twist, melainkan sebagai kondisi eksistensial.
Mengangkat isu disabilitas intelektual dan hak asuh anak dengan emosi kuat, namun tidak selalu berhasil keluar dari jebakan manipulasi perasaan.
Karya magnum opus Edward Yang yang membedah kehidupan sehari-hari dengan ketelitian emosional yang nyaris menyakitkan.
Kejeniusaan yang dipaksa tumbuh terlalu cepat, sering layu sebelum sempat hidup.
Tiga film ini seperti tiga pengakuan dosa manusia yang ingin jadi Tuhan.
Reboot ambisius yang lebih sibuk memuja warisan lama daripada membangun teror baru yang relevan.
Film aksi terbaik tidak lahir dari kepatuhan pada template, melainkan dari keberanian menantangnya
Death Wish bukan hanya tentang senjata dan balas dendam.
Di tengah debu dan darah, film ini menawarkan hiburan lurus ke depan.
Tiga dekade setelah perilisannya, Dances with Wolves tetap relevan.
Film ini bukan tentang medan tempur, melainkan tentang kehilangan yang menetap lama setelah perang dinyatakan selesai.
Bagaimana Natal digambarkan dalam film horor?
Master the 2026 blueprint for secure media management. Learn the safest ways to download video from YouTube and Facebook while...
Drama psikologis yang tajam dalam niat, namun ragu melangkah lebih jauh dari observasi dingin atas rasa bersalah.
Film bencana yang megah secara visual, namun goyah ketika harus menyelami kedalaman manusia dan gagasannya sendiri.
Drama sains sosial yang pelan, tajam, dan mengusik cara kita memahami kebenaran bersama.
Awal penutup saga yang memuat ketegangan tinggi, nostalgia 80-an, dan konflik batin para pahlawan kecil Hawkins.
Jangan pernah terpikat. Jangan pernah meminta maaf. Jangan pernah membuat janji.
Kisah petualangan anak-anak jalanan yang bertransformasi menjadi kritik sosial penuh ketegangan dan empati.
Thriller psikologis yang menantang batas etika dan memaksa penonton menghadapi pertanyaan paling gelap tentang keamanan dan kemanusiaan.
Ketika teori konspirasi bertemu realita kejam.
Studi karakter yang membongkar kegelisahan urban dan kekosongan moral Amerika pasca perang.
Ini akan mengubah garis besar kekuatan global antara studio tradisional dan raksasa teknologi.
Konsolidasi terbesar era streaming dan dampaknya bagi ekosistem kreatif dunia, termasuk Indonesia.
Adaptasi yang mengubah intrik sejarah Jepang menjadi drama terbesar televisi modern.
Ketika dua remaja perempuan mengambil alih MTV dan mendefinisikan ulang kebebasan ala Amerika.
Final chapter musikal epik yang menggabungkan kemegahan visual dan kedalaman emosional.
Kisah petinju wanita legendaris yang bangkit dari kekerasan dan stigma melalui pukulan keras dan keberanian.
Dokumenter yang mengubah isu lingkungan menjadi kisah pribadi yang mengguncang nurani.
"The Insider" adalah pengingat bahwa kebenaran, betapapun kecilnya, selalu punya harga.
Album yang menjembatani pop, R&B, dan new jack swing dalam skala produksi paling megah di awal ’90-an.
Seperti dentuman “The Heat Is On”, film ini terus terasa panas, bahkan setelah empat dekade berlalu.
Debut yang mengundang pendengar memasuki ruang surrealitas emosional dengan rock, nostalgia, dan sinematografi musik.
Aatami kembali, lebih brutal, lebih sunyi, lebih tak terhentikan.
Keajaiban sulap dan pengkhianatan masa kini di tangan Horsemen lama dan generasi baru.
Coming-of-age yang jujur, memilukan, dan tetap hangat setelah lebih dari tiga dekade.
Reinterpretasi liar dan elegan yang menggabungkan tradisi chanbara dengan sensibilitas modern Kitano.
Drama humanis yang membangkitkan empati melalui realisme dan kejujuran tanpa kompromi.
Thriller politik bernuansa western ini menyoroti komunitas kecil yang menolak musnah oleh kekuasaan dan kolonialisme modern.
| Cookie | Duration | Description |
|---|---|---|
| cookielawinfo-checkbox-analytics | 11 months | This cookie is set by GDPR Cookie Consent plugin. The cookie is used to store the user consent for the cookies in the category "Analytics". |
| cookielawinfo-checkbox-functional | 11 months | The cookie is set by GDPR cookie consent to record the user consent for the cookies in the category "Functional". |
| cookielawinfo-checkbox-necessary | 11 months | This cookie is set by GDPR Cookie Consent plugin. The cookies is used to store the user consent for the cookies in the category "Necessary". |
| cookielawinfo-checkbox-others | 11 months | This cookie is set by GDPR Cookie Consent plugin. The cookie is used to store the user consent for the cookies in the category "Other. |
| cookielawinfo-checkbox-performance | 11 months | This cookie is set by GDPR Cookie Consent plugin. The cookie is used to store the user consent for the cookies in the category "Performance". |
| viewed_cookie_policy | 11 months | The cookie is set by the GDPR Cookie Consent plugin and is used to store whether or not user has consented to the use of cookies. It does not store any personal data. |


