Quantcast
Dari Beekeeper ke Ibu Rumah Tangga: Dua Cara Melawan Negara yang Absen - Cultura
Connect with us
Citizen of a Kind (2024)

Current Issue

Dari Beekeeper ke Ibu Rumah Tangga: Dua Cara Melawan Negara yang Absen

Dua film ini memperlihatkan dua masa depan.

Akhirnya, dua film ini memperlihatkan dua masa depan. Yang satu penuh ledakan, tapi palsu. Yang lain sunyi, tapi nyata. Jika The Beekeeper adalah teriakan marah, maka Citizen of a Kind adalah laporan lapangan tentang republik yang pelan-pelan ditinggalkan oleh negaranya sendiri.

Dua film dari dua dunia sinema—Hollywood dan Korea Selatan—menyodorkan satu kesimpulan yang sama, meski lewat jalan berbeda: negara gagal melindungi warganya dari kejahatan digital. Dalam The Beekeeper dan Citizen of a Kind, penipuan daring bukan sekadar kejahatan ekonomi, melainkan simbol dari sesuatu yang lebih besar: runtuhnya kehadiran negara di level paling dasar—melindungi yang lemah.

Bedanya, Hollywood menyalakan api. Korea Selatan menyalakan lampu.

The Beekeeper (2024) memilih jalur paling frontal. Seorang mantan agen rahasia elite, Adam Clay, menyaksikan sahabatnya—perempuan tua, warga biasa—bunuh diri setelah seluruh tabungannya disedot jaringan scam digital. Negara? Ada, tapi busuk. Aparat? Ada, tapi terkooptasi. Jalur hukum digambarkan bukan sekadar lambat, melainkan bagian dari masalah. Maka film ini mengambil sikap jelas: keadilan hanya mungkin lewat kekerasan di luar hukum.

Pesannya kasar, tapi jujur: negara tidak layak ditunggu.

Hollywood tahu betul selera zamannya. Ketika publik muak pada birokrasi, film ini menawarkan pelampiasan. Musuh diberi wajah jelas. Kekerasan diberi legitimasi moral. Penonton diajak bersorak saat sistem dihancurkan dari luar. Namun di balik kepuasan itu, ada ide berbahaya yang diselipkan tanpa rasa bersalah: hukum boleh ditinggalkan jika tidak bekerja.

Di titik inilah The Beekeeper berhenti menjadi hiburan dan mulai menjadi propaganda emosi.

Sebaliknya, Citizen of a Kind (2024) justru lebih kejam—bukan lewat ledakan, tetapi lewat kenyataan. Deok-hee adalah ibu rumah tangga biasa. Tidak punya akses. Tidak punya kuasa. Tidak punya senjata. Ia ditipu, melapor, dan… tidak dianggap penting. Kasusnya terlalu kecil, terlalu rumit, terlalu lintas negara. Negara tidak menolak, tapi juga tidak hadir. Absen dengan sopan.

Di sinilah film Korea itu menusuk lebih dalam. Negara tidak digambarkan jahat, tapi tidak cukup peduli. Aparat bukan antagonis, melainkan simbol sistem yang lelah, lamban, dan kalah cepat dari kejahatan digital. Maka Deok-hee bergerak. Bukan sendiri—tapi bersama warga lain yang sama-sama ditinggalkan.

Ini bukan vigilante. Ini warga yang terpaksa mengambil alih fungsi negara.

Perbedaan kedua film ini bukan soal genre, melainkan posisi politik. The Beekeeper mempersonalisasi perlawanan: satu orang kuat melawan sistem busuk. Citizen of a Kind mensosialisasikannya: banyak orang lemah bergerak karena sistem tidak bekerja. Yang satu merayakan kehancuran negara. Yang lain memperlihatkan retaknya negara dari bawah.

Citizen of a Kind (2024)

Bagi negara-negara seperti Indonesia, justru film kedua yang lebih berbahaya—dan lebih relevan.

Penipuan digital di Indonesia bukan cerita fiksi. Scam call, pinjaman online ilegal, rekening penampung, hingga jaringan lintas negara adalah kejahatan massal. Korbannya jutaan. Modusnya berulang. Responsnya nyaris seragam: lapor, tunggu, dan jangan berharap banyak. Seperti Deok-hee, korban diminta sabar. Seperti dalam parkir liar, warga akhirnya diminta ikhlas.

Inilah titik temu paling telanjang antara film dan realitas: negara menepi, warga menyesuaikan diri.

Masalahnya, penyesuaian diri yang terus-menerus adalah bentuk kekalahan kolektif. Ketika warga mulai mengurus keadilan sendiri—baik lewat solidaritas, negosiasi informal, atau diam—negara kehilangan tekanan untuk berbenah. Absen yang dibiarkan akan berubah menjadi kebiasaan. Kebiasaan akan menjadi norma.

Citizen of a Kind tidak meromantisasi perlawanan itu. Ia justru memperlihatkan risikonya: ketakutan, kebingungan, dan batas tipis antara keberanian dan keputusasaan. Film ini seolah berkata: inilah harga yang harus dibayar ketika negara terlambat.

Sementara The Beekeeper memberi kita mimpi singkat—bahwa satu orang bisa membereskan semuanya—Citizen of a Kind memberi kita kenyataan pahit: tidak ada yang benar-benar membereskan apa pun. Yang ada hanyalah warga yang saling menopang di tengah sistem yang bocor.

Di sinilah kritik paling keras itu berada. Bukan pada kejahatan digitalnya, melainkan pada negara yang membiarkan kejahatan itu menjadi urusan privat warga. Ketika perlindungan berubah menjadi nasihat moral, dan keadilan berubah menjadi urusan masing-masing.

Citizen of a Kind (2024)

Skor The Beekeeper dan Citizen of a Kind memperlihatkan dua jalur kepuasan penonton yang berbeda. Film Hollywood ini relatif biasa di mata kritikus—IMDb sekitar 6 dan Metacritic di kisaran tengah—namun disukai publik karena ledakan dan fantasi vigilante-nya. Sebaliknya, Citizen of a Kind justru menuai pujian kritis lebih tinggi karena keberanian tematik dan relevansi sosialnya, meski gaung komersialnya lebih sunyi.

Akhirnya, dua film ini memperlihatkan dua masa depan. Yang satu penuh ledakan, tapi palsu. Yang lain sunyi, tapi nyata. Jika The Beekeeper adalah teriakan marah, maka Citizen of a Kind adalah laporan lapangan tentang republik yang pelan-pelan ditinggalkan oleh negaranya sendiri.

Dan di situlah pertanyaan paling berbahaya itu muncul—bukan di layar, tapi di kehidupan sehari-hari: berapa lama sebuah negara bisa terus menepi sebelum warganya berhenti percaya bahwa ia akan kembali ke jalan utama?

Maa Inti Bangaaram Maa Inti Bangaaram

Maa Inti Bangaaram: Samantha Ruth Prabhu Bersinar dalam Drama Aksi Keluarga yang Penuh Emosi

Film

Film yang Menghidupkan Mitologi Aztec & Maya Film yang Menghidupkan Mitologi Aztec & Maya

Film yang Menghidupkan Mitologi Aztec & Maya

Cultura Lists

Troy Review Troy Review

Troy Review: Spektakel Epik yang Memanusiakan Para Legenda Yunani

Film

The Odyssey by the Numbers The Odyssey by the Numbers

The Odyssey by the Numbers

Entertainment

Advertisement
Connect

References

  1. Wikipedia contributors. (2024). "Cultura." Retrieved from https://en.wikipedia.org/wiki/Cultura
  2. Google. (2024). "Search results for Cultura." Retrieved from https://www.google.com/search?q=Cultura
  3. YouTube. (2024). "Video content about Cultura." Retrieved from https://www.youtube.com/results?search_query=Cultura