Quantcast
Oscar 2026: Snubs & Surprises - Cultura
Connect with us
The Housemaid Korea
Oscar 2026: Snubs & Surprises

Entertainment

Oscar 2026: Snubs & Surprises

Ketika nominasi menjadi peta selera, dan yang terlewat justru berbicara paling keras.

Setiap musim Oscar selalu melahirkan dua kata kunci yang tak pernah absen: snubs & surprises. Dalam konteks Cultura, keduanya bukan sekadar daftar kekecewaan dan kejutan, melainkan pintu masuk untuk membaca bagaimana selera institusional dibentuk, dipertahankan, dan perlahan digeser.

Oscar 2026 bukan pengecualian. Daftar nominasi tahun ini bukan hanya soal siapa yang masuk dan siapa yang tersingkir, tetapi juga tentang bagaimana Academy sedang menegosiasikan ulang selera, prestise, dan identitasnya di tengah perubahan industri film global.

Di antara rekor nominasi, absennya nama-nama besar, hingga hadirnya kategori baru, Oscar 2026 memperlihatkan dinamika yang jauh lebih kompleks daripada sekadar perlombaan piala.

Surprises: Ketika Narasi Berubah

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Cultura Magazine (@culturamagz)

Dominasi Film dengan Visi Besar

Salah satu kejutan terbesar datang dari film-film yang tampil dominan di banyak kategori sekaligus. Dominasi ini bukan hanya menunjukkan kekuatan teknis, tetapi juga menandakan kepercayaan Academy terhadap visi sinematik yang utuh—dari penyutradaraan, akting, hingga aspek teknis. Pola ini mengingatkan bahwa Oscar cenderung merayakan konsistensi artistik, bukan sekadar satu elemen yang menonjol.

Masuknya Film Genre ke Arena Utama

Tahun ini, kehadiran film-film genre—termasuk yang beririsan dengan horor, thriller, atau olahraga—di kategori utama menjadi sinyal penting. Meski genre semacam ini secara historis kerap dipinggirkan, Oscar 2026 menunjukkan keterbukaan yang lebih luas terhadap narasi populer yang dieksekusi dengan pendekatan serius dan ambisi artistik.

Kategori Baru: Achievement in Casting

Perubahan paling struktural sekaligus simbolis di Oscar 2026 adalah diperkenalkannya kategori Achievement in Casting. Ini menjadi pengakuan resmi atas peran krusial proses casting dalam membentuk kekuatan sebuah film. Kehadiran kategori ini menandai kesadaran Academy bahwa kualitas film tidak hanya lahir dari sutradara dan aktor, tetapi juga dari keputusan kreatif di balik layar yang selama ini jarang mendapat sorotan.

Nama-Nama Tak Terduga

Beberapa nominasi akting juga hadir di luar radar prediksi awal. Aktor dan aktris yang sebelumnya tidak terlalu diunggulkan justru muncul, menegaskan bahwa Oscar masih menyimpan ruang untuk kejutan—meski ruang itu kini semakin selektif dan terukur.

Snubs: Yang Terlewat, Yang Dipertanyakan

Film Populer Tanpa Pengakuan Utama

Sejumlah film dengan basis penggemar besar dan performa komersial kuat harus menerima kenyataan pahit: pujian publik tidak selalu berbanding lurus dengan legitimasi Oscar. Absennya film-film ini dari kategori utama kembali mengulang pola lama—bahwa popularitas kerap menjadi pedang bermata dua di mata Academy.

Performa Akting yang Terpinggirkan

Beberapa penampilan akting yang sebelumnya dianggap hampir pasti masuk nominasi justru tersingkir. Snub semacam ini menggarisbawahi betapa ketatnya kompetisi, sekaligus menunjukkan bahwa kampanye, momentum, dan narasi personal sering kali sama pentingnya dengan kualitas performa itu sendiri.

Genre yang Masih Sulit Menembus

Meski ada kemajuan, Oscar 2026 tetap menunjukkan batas toleransi Academy terhadap genre tertentu—khususnya horor murni. Sejarah panjang Oscar yang jarang merangkul horor di kategori Best Picture tampaknya belum sepenuhnya berubah, meski pendekatan horor sosial dan psikologis mulai lebih diperhitungkan.

Membaca Arah Oscar 2026

Snubs dan surprises tahun ini mengungkap satu hal penting: Oscar bukan institusi statis. Ia terus bergerak, meski perlahan dan penuh kompromi. Penambahan kategori baru, keterbukaan terhadap genre, serta dominasi film dengan visi kuat menunjukkan upaya Academy untuk tetap relevan di tengah lanskap industri yang berubah cepat.

Namun, absennya sejumlah film dan nama besar juga menegaskan bahwa Oscar masih memegang hierarki selera tertentu—sebuah kanon tak tertulis tentang seperti apa film “prestisius” seharusnya tampil.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Cultura Magazine (@culturamagz)

Oscar 2026 kembali membuktikan bahwa penghargaan ini bukan sekadar soal kualitas terbaik, melainkan tentang bagaimana kualitas tersebut dibaca, diposisikan, dan dinegosiasikan. *Snubs* mengingatkan bahwa pengakuan institusional selalu selektif, sementara *surprises* memberi petunjuk tentang arah masa depan yang sedang diraba.

Di titik inilah Oscar tetap relevan—bukan karena ia selalu benar, tetapi karena setiap kontroversinya membuka ruang diskusi tentang nilai, selera, dan masa depan sinema itu sendiri.

Stranger Things Season 5 Finale: Akhir Epik untuk Serial Ikonik

Entertainment

One Battle After Another: Laga Berantai di Ambang Runtuh One Battle After Another: Laga Berantai di Ambang Runtuh

One Battle After Another: Laga Berantai di Ambang Runtuh

Film

Netflix Akuisisi WBD: Era Baru Atau Awal Keruntuhan Hollywood Lama?

Entertainment

Ketika Netflix Mengincar WBD: Akankah Budaya Pop Global Berganti Penjaga?

Entertainment

Advertisement Drip Bag Coffee
Connect