Film
Die Hard dan Kejatuhan Pahlawan Biasa
Film aksi terbaik tidak lahir dari kepatuhan pada template, melainkan dari keberanian menantangnya
Film aksi terbaik tidak lahir dari kepatuhan pada template, melainkan dari keberanian menantangnya
Death Wish bukan hanya tentang senjata dan balas dendam.
Di tengah debu dan darah, film ini menawarkan hiburan lurus ke depan.
Tiga dekade setelah perilisannya, Dances with Wolves tetap relevan.
Film ini bukan tentang medan tempur, melainkan tentang kehilangan yang menetap lama setelah perang dinyatakan selesai.
Jangan pernah terpikat. Jangan pernah meminta maaf. Jangan pernah membuat janji.
"The Insider" adalah pengingat bahwa kebenaran, betapapun kecilnya, selalu punya harga.
Seperti dentuman “The Heat Is On”, film ini terus terasa panas, bahkan setelah empat dekade berlalu.
Ringan, absurd, penuh ledakan, dan tidak keberatan menjadi sedikit konyol.
Cinta dan kebebasan adalah fondasi sejati peradaban.
Apa artinya menegakkan hukum di dunia yang kehilangan nurani?
Dunia mungkin tetap penuh tipu daya, tapi ia telah berhenti menjadi bagian darinya.
Di tengah kegelapan yang pekat, selalu ada ruang untuk berbisik tentang cinta.
Sebuah lagu yang tidak hanya bercerita tentang cinta, tapi juga tentang kehilangan yang tak perlu disesali.
Lirik “I Love You” sederhana, tapi punya kedalaman yang mengejutkan.
Terkadang cara kita mengingat adalah kunci untuk memahami siapa kita sebenarnya.
Selalu ada hati nurani yang menuntut kita untuk melihat manusia di balik setiap berita besar.
Sebuah elegi gangster dari Brian De Palma yang melampaui rentetan peluru.
Pengakuan sang pembunuh.
Kadang, hanya butuh permainan kata sederhana untuk membuat hidup terasa lebih ringan.
Pernyataan tentang keterbatasan manusia.
Sebuah anomali yang menyenangkan.
Film ini mengingatkan kita bahwa kejahatan terbesar bisa saja disembunyikan oleh wajah paling biasa.
Apakah kebenaran yang diyakini secara pribadi lebih penting daripada kebenaran yang ditentukan oleh sistem?
Keajaiban masih mungkin terjadi, selama ada orang yang mau berjalan jauh demi menyalakan lilin di tengah gelap.
Harga sebuah mimpi kadang dibayar mahal—dan tugas kitalah memastikan para petarung itu tidak membayar dengan hidupnya.
Menyaksikan The Big Short dan Default membuat kita sadar betapa dua industri film besar berani menatap langsung wajah krisis mereka...