Connect with us
Our Ladies

Cultura Lists

10 Rekomendasi Film Coming of Age Kekinian

Film drama remaja tentang pencarian jati diri, persahabatan, dan cinta.

Film coming of age merupakan film drama remaja yang fokus pada proses pendewasaan. Identik dengan tema seputar pencarian jati diri, hingga berbagai pengalaman pertama menuju adulthood. Dalam katalog klasik, film-film seperti “The Breakfast Club” (1985) hingga “The Virgin Suicides” (1999) merupakan beberapa yang ikonik.

Memasuki era modern, semakin banyak film bertema coming of age dengan topik-topik spesifik, mulai dari “Juno” (2007), “Boyhood” (2014), “Moonlight” (2016), “The Edge of Seventeen” (2016), dan masih banyak lagi. Film coming of age memiliki banyak potensi premis yang bisa diangkat, hampir tidak akan ada habisnya. Tak selalu tentang cinta, ada banyak topik pembahasan yang lebih mendalam film coming of age berikut ini.

Sing Street (2016)

“Sing Street” merupakan film drama musik (bukan musikal) karya sutradara John Carney. Ia juga menyutradarai film dengan tema musik lainnya, “Once” (2007) dan “Begin Again” (2013). Berlatar pada era 80-an di Irlandia, kita akan menyimak masa remaja Conor. Demi mencuri hati perempuan idaman, Conor membentuk band musik yang terinspirasi pada musisi populer pada masanya.

Lebih dari menemukan cinta, ia akhirnya juga menemukan jati diri dan cita-citanya. Film coming of age satu ini sajikan drama remaja pada fase pemberontakan yang positif. Menggunakan musik sebagai elemen yang sangat dekat dengan masa penemuan jati dari seorang remaja pada umumnya.

Lady Bird (2017)

“Lady Bird” merupakan film semi-biografi sekaligus debut menyutradarai Greta Gerwig. Meski kisah Christine sama sekali tidak akurat dengan kisahnya, Gerwig menyebutkan bahwa intisari film ini setema dengan apa yang ia alami di usia belia. Lady Bird adalah nama yang Christine berikan pada dirinya sendiri. Ia siswi di sekolah Katolik di Sacramento.

Memiliki mimpi yang besar, ia ingin pindah ke luar kota untuk melanjutkan pendidikan. Dimana keputusan tersebut bertentangan dengan kemauan ibunya. “Lady Bird” menjadi film coming of age yang menggambarkan hubungan benci-cinta ibu dan anak perempuannya dengan sempurna.

How to Build a Girl (2019)

Satu lagi film coming of age yang diadaptasi dari materi semi-biografi adalah “How to Build a Girl”. Berdasarkan novel semi-biografi Caitlin Moran, jurnalis dan penulis asal Inggris. Johanna Morrigan mencoba peruntungan sebagai kritikus musik dengan kemampuan menulisnya demi menghasilkan uang.

Berkumpul dengan rekan penerbitan yang lebih tua dan toxic, membawanya pada kehidupan masa muda yang tidak sehat dan penuh dengan sikap negatif yang berpotensi menghancurkan kepribadian Johanna yang sebelumnya remaja perempuan baik-baik.

Our Ladies (2019)

Jika “Euphoria” berlatar di Skotlandia pada era 90-an, lahirlah drama coming of age “Our Ladies”. Kisah berpusat pada sekelompok remaja perempuan yang mengikuti kompetisi paduan suara di Edinburgh. Bukannya semangat memenangkan kompetisi, kelimanya tak sabar berbelanja, pergi ke klub, minum-minuman, hingga berharap untuk bersenang-senang dengan pria setempat.

“Our Ladies” merupakan film yang lebih didominasi dengan konten kenakalan remaja. Namun, terselip juga kisah-kisah sentimental yang emosional dari setiap karakter.

Yes, God, Yes (2019)

Dibintangi oleh Natalie Dyer sebagai Alice, ia adalah siswi sekolah Katolik yang polos. Namun, ketika ia mulai mengenal hawa nafsu biologis pada lawan jenisnya, Alice dilingkupi oleh rasa bimbang. Ia mempertanyakan apa perasaan yang tidak bisa ia tahan adalah dosa yang bertentangan dengan iman Katoliknya.

Tak hanya untuk remaja agama tertentu, dilema yang sama pasti dialami oleh setiap remaja pada saat pubertas. “Yes, God, Yes” mengangkat dilema personal yang spesifik dan tabu, namun cukup esensial dalam fase pubertas.

Words on Bathroom Walls (2020)

Kehidupan remaja Adam Petrazelli terasa sulit secara emosional semenjak dirinya didiagnosis memiliki schizophrenia. Lepas dari problematika keluarga dan kesulitannya dalam menjalani studi, Adam tak pernah menyerah untuk meraih mimpinya menjadi seorang chef. Namun, ketika penyakit mental yang Ia miliki semakin menguasai dirinya, mampukah Adam mempertahankan cita-cita dan orang yang ia cintai?

“Words on Bathroom Walls” merupakan film coming of age yang mempresentasikan isu kesehatan mental dengan cara positif. Khususnya tentang schizophrenia yang kerap diangkat dalam film sebagai penyakit mental pada karakter yang berbahaya.

The Map of Tiny Perfect Things (2021)

Konsep cerita tentang time-loop ala “Groundhog Day” (1993) tampaknya sudah menjadi premis paten yang masih menginspirasi filmmaker hingga saat ini. Ada film romansa remaja terbaru dengan konsep cerita yang sama yaitu  “The Map of Tiny Perfect Things” yang disutradarai oleh Ian Samuels. Naskah ditulis oleh Lev Grossman, diadaptasi dari cerita pendek yang Ia tulis sendiri dengan judul serupa.

Kisah berawal ketika kita melihat Mark terus mengulang hari yang sama hingga hafal dengan berbagai kejadian di sekitarnya. Hingga tiba harinya, hal baru terjadi ketika ia bertemu dengan Margaret yang mampu menjadi kunci yang menghentikan pengulangan hari yang ia alami.

CODA (2021)

‘CODA’ merupakan singkatan dari child of deaf adult. Ruby adalah remaja normal dari keluarga tuna rungu. Di tengah kesibukan sekolahnya, ia juga menyempatkan waktu untuk membantu bisnis keluarganya. Hingga suatu hari ia menemukan minat baru sebagai penyanyi ketika bergabung klub paduan suara.

Namun, bagaimana ia bisa berbagi hal yang ia cintai dengan keluarganya jika mereka tidak mampu mendengar nyanyiannya? “CODA” merupakan film yang dinobatkan sebagai Best Picture Oscar pada 2022 lalu.

All the Bright Places (2020)

Bercerita tentang Violet Markey, seorang remaja perempuan yang sedang berkabung pasca meninggalnya sang kakak. Violet berada masa terkelam dalam hidupnya hingga teman sekolahnya, Theodore Finch, menaruh perhatian pada dirinya dan membawanya ke berbagai tempat indah di Indiana, dimana mereka tinggal.

Ketika kita berpikir bahwa Violet adalah tokoh yang sedang membutuhkan bantuan, Finch ternyata juga menyimpan trauma dan luka yang lebih dalam. “All the Bright Places” merupakan film coming of age yang mengangkat kesehatan mental pada remaja, terutama dalam menghadapi trauma.

Hollywood Stargirl (2022)

“Hollywood Stargirl” merupakan sekuel dari “Stargirl” pada 2020, dibintangi oleh Grace VanderWaal. Jika dibandingkan dengan film pertamanya, film kedua ini lebih inspiratif sebagai drama coming of age. Kini kita akan menyimak petualangan baru Stargirl di Hollywood. Masih gemar menyanyi, ia bertemu dengan kakak beradik yang hendak membuat film pertama mereka. Mereka pun menawarkan Stargirl untuk menjadi bintang utamanya.

“Hollywood Stargirl” mengeksplorasi semangat dan kreativitas di masa remaja. Kemudian dipadukan dengan kisah para orang dewasa yang telah mengalami kegagalan dalam hidup.

The Iron Claw Review The Iron Claw Review

The Iron Claw Review: Biopik Tragedi Pegulat Von Erich Bersaudara

Film

Furiosa A Mad Max Saga Review Furiosa A Mad Max Saga Review

Furiosa: A Mad Max Saga Review – Masa Lalu dan Dendam Furiosa

Film

Monkey Man Review Monkey Man Review

Monkey Man Review: Bukan John Wick Versi India

Film

The First Omen The First Omen

The First Omen Review: Prekuel Horor Religi Lebih Sinematik

Film

Connect