Connect with us
Sing Street

Film

Sing Street: Drama Coming of Age Diiringi Musik New Wave

Film musik terbaik yang dilupakan oleh Academy Award 2017.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

“Sing Street” (2016) merupakan film drama musik (bukan musikal) karya sutradara John Carney. Ia juga menyutradarai film dengan tema musik lainnya, “Once” (2007) dan “Begin Again” (2013).

Buat kita yang menyukai film dengan band fiksi seperti “School of Rock” (2003), dijamin akan sangat menikmati film satu ini. Cukup populer di kalangan penggemar film indie ketika rilis, banyak yang terkejut ketika Academy Awards sama sekali tidak melirik “Sing Street” untuk masuk dalam deretan nominasi penghargaan film bergengsi tersebut.

Berlatar di Irlandia 80-an, Conor (Ferdia Walsh-Peelo) memiliki inisiatif membentuk band untuk membuat perempuan yang Ia taksir (Lucy Boynton) kagum. Meski diawali dengan motivasi yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan musik, Conor tak hanya semakin jatuh cinta dengan gadisnya, Ia juga serius dalam bermusik dan bercita-cita menjadi musisi di negara yang lebih besar. Film ini memadukan drama coming of age dengan materi musik new wave yang mengalami kebangkitan pada era 80-an.

Transformasi Conor Membentuk Jati Diri

“Sing Street” memiliki aspek komplit sebagai sajian drama coming of age yang menyenangkan dan berkesan. Mulai dari kisah cinta pertama, persahabatan, problematika keluarga, serta kehidupan sekolah. Kemudian proses penemuan dan eksplorasi hobi yang kerap mempengaruhi jawaban kita akan ‘ingin jadi apa kalau kita sudah dewasa nanti?’.

Musik kerap menjadi elemen paling penting yang mempengaruhi perkembangan jati diri remaja di setiap generasi. Sebagai remaja Dublin pada era 80-an, Conor dan teman-temannya terpapar oleh musik rock dan new wave seperti Duran Duran, Hall & Oates, The Cure, dan masih banyak lagi. Lebih dari sekadar mengaplikasikan kisah tentang remaja yang mencintai musik, musik menjadi medium sempurna untuk memotret perkembangan jati diri Conor sebagai protagonis.

Berawal dari remaja laki-laki yang sedikit kikuk dan meringkuk dalam aturan sekolah Katolik yang ketat, Conor secara bertahap menunjukan perkembangan karakter yang lebih kuat. Hal tersebut karena Ia semakin mantap dalam menemukan dirinya dalam setiap lagu yang Ia tulis dan mainkan.

Kita juga akan melihat perkembangan gaya berpakaian Conor yang masih mencari jati diri. Layaknya remaja pada umumnya hingga saat ini. Menjadi sajian visual yang eye candy di setiap adegan dalam film ini. Sebagai film musik tentang remaja yang membentuk band, perjalanan Conor bersama temannya membentuk band dan menciptakan musik bersama dieksekusi dengan kronologi yang rapi. Melihat transformasi Conor sebagai remaja Dublin yang memiliki selera bermusik keren akan menjadi pengalaman menonton film yang berkesan.

Sing Street Sebagai Band Fiksi Terbaik Ciptaan John Carney

“Sing Street” merupakan judul yang diambil dari nama band Conor bersama teman-teman satu bandnya. Film ini kurang lebih juga cocok dimaknai sebagai film biopik jika band ini nyata. Setelah mendengarkan musik yang diciptakan oleh Sing Street, dijamin kalian akan berharap bahwa band ini benar-benar ada dan memiliki lebih banyak lagu original. Setiap aktor dalam “Sing Street” sendiri merupakan sederet aktor muda berbakat. Mereka memang bisa bernyanyi dan memainkan instrumen musik.

Sama seperti dalam “Begin Again”, John Carney memadukan visual adegan dengan audio yang direkam dalam studio secara terpisah untuk hasil akhir audio yang jernih. Namun, aktor bersangkutan sendiri juga yang melakukan rekaman audio agar sinkron dan terlihat otentik. Ferdia Walsh-Peelo sebagai aktor pertama bernyanyi dan bermain gitar untuk semua lagu yang ditampilkan oleh Sing Street. Dimana Ia bermain sebagai vokalis dari band yang ia bentuk.

Menakjubkan bagaimana John Carney mampu membentuk band seperti Sing Street dengan konsep rock new wave 80-an, dalam satu projek film. Pengembangan konsep band fiksi ini saja bisa kita lihat sebagai komponen yang sebelumnya terpisah dari naskah. Seperti menciptakan karakter namun lebih kompleks. Mulai dari nama band, genre musik, signature, peran dari setiap member band, hinga latar belakang band.

Nuansa Irlandia di Era 80-an yang Otentik

Sebagai film rilis pada era 2010-an, “Sing Street” mampu memberikan presentasi era 80-an di Irlandia yang otentik dalam segala aspek. Baik dari latar syuting, cita rasa musik yang diperdengarkan, hingga make up dan desain kostum. Lucy Boynton sebagai Raphina dalam film ini tampil sempurna sebagai representasi gadis pada eranya. Menjadi pemanis sempurna sebagai love interest Conor. Penampilan keduanya menghadirkan chemistry akan cinta pertama yang sederhana namun spesial.

Selalu menarik melihat bagaimana remaja di masa lalu bersenang-senang dan melakukan hal membuat mereka merasa keren. Kita akan melihat geng Sing Street berkeliling kota, melakukan syuting video klip amatir dengan panorama Dublin 80-an. Hingga latar sekolah Katolik yang selalu menjadi ciri khas dari drama berlatar di Eropa Barat pucuk (Irlandia, Inggris, Skotlandia, dan lainnya) pada era tersebut.

“Sing Street” merupakan film drama musik dan coming of age terbaik yang sayang untuk dilewatkan. “Sing Street” bisa di-streaming di Netflix selagi ada.

Triangle of Sadness Triangle of Sadness

Triangle of Sadness Review: Satir Tentang Kesetaraan Duniawi

Film

first blood 1982 first blood 1982

First Blood Review: Awal Perjuangan Rambo Menghadapi Trauma Perang 

Film

Slumberland Review Slumberland Review

Slumberland Review: Petualangan Nemo & Flip Lari dari Kenyataan

Film

The Holiday The Holiday

The Holiday Review: Tontonan Musim Liburan yang Ringan & Romantis

Film

Connect