Connect with us
Hollywood Stargirl
Disney+

Film

Hollywood Stargirl Review: Optimisme Remaja & Belajar Menerima Kegagalan

Petualangan baru Stargirl di Los Angeles bersama dua bersaudara pecinta film.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Siapa yang sudah lama merindukan musisi berbakat Grace VanderWaal? “Hollywood Stargirl” merupakan sekuel dari film drama coming of age, “Stargirl” (2020). Meski menjadi film kelanjutan dari perjalanan Stargirl ke tempat baru, skenario yang disajikan tidak terlalu berkaitan dengan film pertamanya. Jadi, buat kita yang belum menonton “Stargirl” pun masih bisa mengikuti plot baru film ini.

Jika “Stargirl” lebih kental dengan kisah coming of age dan romantis remaja, “Hollywood Stargirl” merupakan kisah tentang mimpi dan keberanian dalam menghadapi kegagalan. Kita juga akan lebih mengenal karakter Stargirl, apa yang menjadi mimpinya, apa yang Ia inginkan.

Kini Stargirl memulai lembaran baru di Los Angeles karena ibunya mendapat pekerjaan dalam sebuah proyek film. Ia tinggal di unit sewaan yang tenang, bertemu dengan tetangga baru, remaja laki-laki seusianya, Mike (Noah Taliferro).

Mike mengajak Stargirl untuk bergabung dengan proyek film amatir bersama dengan kakaknya. Meski hanya bisa bernyanyi dan tidak punya pengalaman akting, Stargirl memutuskan untuk menyambut ajakan tersebut. Untuk pertama kalinya, Stargirl berpikir, bahwa dirinya mungkin sedang jatuh cinta, jatuh cinta dengan Los Angeles dan segala hal di dalamnya.

Hollywood Stargirl

Kisah Sekelompok Remaja Berbakat dalam Memproduksi Film

Sekilas, film ini akan mengingatkan kita pada “Me and Earl and the Dying Girl” (but without the dying girl). Dimana kita melihat formasi dua laki-laki remaja hangout bersama seorang gadis. Ketiganya memiliki bakat dalam bidang artistik, hangout dalam film yang didukung sinematografi vibrant dan hangat. “Hollywood Stargirl” merupakan drama remaja bernuansa feel good yang memenuhi ekspektasi dalam katalog Disney+. Buat sedang membutuhkan asupan energi positif, film ini mungkin klise, namun memancarkan suasana penuh optimisme remaja yang nyaman untuk ditonton.

Tidak terlalu kekanak-kanakan namun tidak terlalu dewasa sebagai media drama kehidupan yang suram. Salah satu kelebihan Stargirl adalah menjadi karakter yang selalu melihat sisi positif dari segala hal. Stargirl sudah mendapat label sebagai karakter manic pixie dream girl (MPDG) pada film pertamanya, sebagai gadis quirky yang menyelamatkan remaja laki-laki membosankan. Meski kepribadian masih quirky dan terlalu imajinatif, setidaknya kali ini skenario percintaan tidak menjadi plot utamanya.

Kita akan menyaksikan keseruan dan proses kreatif Stargirl dengan dua teman barunya dalam membuat film. Objektif tersebut menjadi plot dimana  Stargirl mengalami banyak hal yang membuat dirinya terhubung dengan banyak orang dan kesempatan, hingga akhirnya menemukan apa yang menjadi keinginan terbesarnya.

Optimisme Remaja & Belajar Menerima Kegagalan

Segala sikap dan filosofi optimisme Stargirl akan dihadapkan dengan berbagai kegagalan yang dialami oleh karakter yang lebih dewasa. Tidak berusaha memperlihatkan padangan siapa yang lebih benar atau pelajaran mana yang lebih relevan, “Hollywood Stargirl” ingin menjejerkan topik tersebut sebagai pelajaran baru.

Ketika remaja serikali optimis dan tak takut memulai hal baru, sementara orang dewasa takut akan kegagalan. Membuat tak sedikit dari mereka berhenti mencoba dan pasrah dengan takdir. Ini bukan tentang berani ambil resiko atau menjadi dewasa yang hidup di ‘kehidupan nyata’. Namun bagaimana kita menerapkan semangat remaja yang positif, kemudian memaknai kegagalan sebagai pelajaran.

Kontras gap generasi ini akan dipresentasikan melalui kubu Stargirl dan kawan-kawannya, melawan deretan karakter lainnya yang lebih dewasa. Naskah secara keseluruhan sebetulnya terlihat seperti subyek-subyek yang hanya hadir, namun tidak memiliki kompleksitas untuk melebur menjadi satu. Menghasilkan pesan yang lebih berkesan lagi bagi penonton. Kita hanya tahu bahwa ada orang dewasa yang trauma dengan kegagalan, kemudian sekelompok remaja berbakat yang beruntung. Kedua pihak hanya saling mendengarkan kisah masing-masing, namun tidak terlalu melahirkan pemahaman baru dari interaksi yang berlangsung.

Plot Drama yang Datar Tanpa Konflik Dramatis

Sebagai keluarga kecil yang sering hidup berpindah-pindah, kita sudah bisa menebak konflik apa yang akan muncul dalam “Hollywood Stargirl”. Satu isu dalam penokohan Stargirl adalah bagaimana hampir semua hal bisa terjadi sesuai kehendaknya. Kehidupan tidak semuda itu hanya karena kira ramah atau baik terhadap orang asing. Seperti karakter MPDG pada umumnya, Ia selalu berhasil mencuri perhatian orang hanya karena eksistensinya; remaja dengan selera fashion unik, tidak punya smartphone, memiliki suara emas, serta tidak peka dengan kerasnya kehidupan nyata. Bagaikan karakter dongeng dengan pesona yang ajaib.

Konflik yang berusaha dimunculkan pun pada akhirnya bisa diatasi karena Stargirl adalah Stargirl. Semua orang cinta Stargirl, kehidupan berpusat pada eksistensinya sebagai bintang utama. Oleh karena itu, film ini bisa menjadi tontonan santai yang nyaman dengan visual yang eye candy.

Lepas dari kekurangan minornya, “Hollywood Stargirl” merupakan film drama remaja yang patut ditonton di Disney+. Baik bagi para penggemar Grace VanderWaal, maupun sebagai tontonan remaja yang inspiratif

Triangle of Sadness Triangle of Sadness

Triangle of Sadness Review: Satir Tentang Kesetaraan Duniawi

Film

first blood 1982 first blood 1982

First Blood Review: Awal Perjuangan Rambo Menghadapi Trauma Perang 

Film

Slumberland Review Slumberland Review

Slumberland Review: Petualangan Nemo & Flip Lari dari Kenyataan

Film

The Holiday The Holiday

The Holiday Review: Tontonan Musim Liburan yang Ringan & Romantis

Film

Connect