Connect with us
the trial of chicago 7
Netflix

Cultura Lists

10 Rekomendasi Film Berlatar di Amerika 1960-an

Berbagai film sejarah dan biopik berlatar pada era terikonik dalam sejarah Amerika. 

Tahun 1960-an menjadi era terikonik dalam sejarah Amerika Serikat. Mulai dari memanasnya isu rasisme terhadap penduduk kulit hitam, hingga mempengaruhi krisis politik dan kesejahteraan masyarakatnya. Era ini juga identik dengan peristiwa perjalanan luar angkasa ke bulan. Program ambisius Presiden John F. Kennedy, yang juga meninggal dengan tragis pada 1963.

Dunia hiburan musik dan perfilman Amerika pada era 60-an juga memiliki banyak momen menarik. Berikut rekomendasi berbagai film sejarah hingga biopik yang berlatar di Amerika era 60-an.

First Man (2018)

“First Man” merupakan film biopik yang dibintangi oleh Ryan Gosling sebagai Neil Amstrong, manusia pertama yang mendarat di bulan. Film ini lebih fokus pada kehidupan pribadi dan persiapkan sang astronot menjelang misi Apollo 11 pada 6 Juli 1969. Film biopik dari peristiwa paling bersejarah ini memiliki pendekatan naskah yang lebih melankolis. Dimana Neil Amstrong kehilangan anak perempuannya sebelum misi besar tersebut.

Hidden Figures (2016)

Bicara tentang misi Apollo 11, kita mungkin melupakan sosok-sosok lain yang mendukung kesuksesan misi tersebut di balik layar. “Hidden Figures” merupakan film biopik tentang tiga wanita kulit hitam yang bekerja di NASA. Katherine Goble Johnson (Taraji P. Henson) adalah seorang ahli matematika di balik segala perhitungan teknis roket.

Dorothy Vaughan (Octavia Spencer) juga ahli matematika yang memperjuangan nasib pekerja wanita kulit hitam lainnya yang terancam digantikan oleh mesin. Mary Jackson (Janelle Monae) wanita yang berbakat menjadi teknisi NASA dan berjuang untuk diterima di jurusan yang belum pernah menerima mahasiswi sebelumnya.

Apollo 10 ½: A Space Age Childhood (2022)

Masih seputar peristiwa misi pendaratan di bulan, “Apollo 10 ½: A Space Age Childhood” merupakan film animasi terbaru Richard Linklater. Film ini bisa dikategorikan sebagai film semi-biopik karena kisah protagonis merupakan kisah nostalgia masa kecil Linklater. Ia tumbuh besar di Houston pada 1969. Di tengah euforia menjelang misi Apollo 11, plot fiksi diselipkan tentang seorang bocah 10 tahun yang dikirim ke bulan sebagai percobaan dalam misi 10 ½.

Summer of Soul (2021)

“Summer of Soul (or, when the Revolution Could Not Be Televised)” merupakan film yang memenangkan Best Documentary pada Oscar 2022. Dokumenter ini menampilkan footage festival musik dan budaya di Harlem pada 1969 yang tersimpan selama 50 tahun dari publik. Footage dokumenter ini menampilkan Nina Simone, Stevie Wonder, The 5th Dimension, Gladys Knight & the Pips, dan masih banyak lagi musisi kulit hitam ikonik pada eranya.

The Trial of the Chicago 7 (2020)

Kampanye anti perang yang terus menerus diserukan oleh kaum hippie dan aktivis pada 1969. Menimbulkan kekacauan yang cukup besar pada salah satu acara demo publik, tujuh aktivis harus menjalani pengadilan. Mereka dituntut oleh pemerintah karena diduga telah menyebarkan ujaran kebencian dan memicu pecahnya kekerasan pada Konferensi Demokrasi nasional pada 1968. “The Trial of the Chicago 7” merupakan salah satu film original Netflix pada 2020 lalu.

Judas and the Black Messiah (2021)

Black Panther Party (BPP) merupakan salah satu organisasi masyarakat yang memperjuangkan perlindungan dan hak asasi kaum kulit hitam hitam yang dikucilkan di Amerika pada era 1960-an. “Judas and the Black Messiah” merupakan film drama politik yang mengisahkan Bill O’Neal (Lakeith Stanfield), seorang informan FBI yang ditugaskan untuk menjadi mata-mata dalam BPP. Tugas utamanya adalah mendekati pemimpin BPP Fred Hampton (Daniel Kaluuya) untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan FBI. Bukan tugas yang mudah, Bill O’Neal sendiri merupakan keturunan Afrika-Amerika.

Once Upon a Time in…  Hollywood (2019)

“Once Upon a Time in.. Hollywood” merupakan surat cinta Quentin Tarantino pada Hollywood di era 60-an. Dibintangi oleh Leonardo DiCaprio dan Brad Pitt sebagai pasangan aktor dan stuntman-nya. Film ini juga menjadi tribut untuk aktris, Sharon Tate yang diperankan oleh Margot Robbie. Dimana pada masanya merupakan aktris yang baru naik daun namun meninggal secara tragis.

Dolemite is My Name (2019)

“Dolemite is My Name” juga menjadi film yang berlatar pada dunia hiburan 60-an. Rudy Ray Moore (Eddie Murphy) adalah seorang komedian kulit hitam. Ia merasa akses pada hiburan yang mempresentasikan orang kulit hitam sangat terbatas di Hollywood pada masanya. Film ini mencerita kronologi Rudy Ray Moore dalam merintis konten hiburan dan film yang sesuai dengan selera humor masyarakat Afrika-Amerika.

Love & Mercy (2014)

“Love & Mercy” merupakan film biopik dari musisi legendaris Brian Wilson, frontman grup musik Beach Boys. Dalam film ini ada dua latar waktu. Pertama, masa mudah Wilson pada 1960-an yang diperankan oleh Paul Dano. Kedua, dimana Brian Wilson sudah lebih tua pada 1980-an dan sedang dalam masa terapi karena gangguan kecemasan yang Ia miliki sejak lama. Film biopik ini memiliki alur maju mundur yang menunjukan naik turun karir Brian Wilson sebagai musisi.

Inside Llewyn Davis (2013)

Kebanyakan film berlatar di Amerika 60-an didukung dengan produksi yang vibrant dan musik-musik menggugah. “Inside Llewyn Davis” merupakan film bertema musik folk dengan produksi yang lebih melankolis. Menampilkan kesuraman saat musim dingin di New York pada tahun 1960-an.

Llewyn Davis (Oscar Isaac) adalah seorang musisi folk yang mulai kehilangan arah semenjak kehilangan rekan duo-nya. Daripada mengagungkan genre folk, film ini justru menjadi naskah satir untuk genre yang kerap dilabeli sebagai musik membosankan.

Triangle of Sadness Triangle of Sadness

Triangle of Sadness Review: Satir Tentang Kesetaraan Duniawi

Film

first blood 1982 first blood 1982

First Blood Review: Awal Perjuangan Rambo Menghadapi Trauma Perang 

Film

Violent Night Violent Night

Violent Night Review: Kisah Santa Claus yang Hangat Namun Brutal

Film

Disenchanted Disenchanted

Disenchanted Review: Reuni Semarak yang Kehilangan Keajaiban Musikalnya

Film

Connect