Connect with us
the trial of chicago 7
Netflix

Film

The Trial of the Chicago 7 Review: Pengadilan Terhadap Tujuh Aktivis AS yang Idealis dan Sosialis

Potret sosialisme para aktivis dan sistem pengadilan AS pada 1960-an.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Pada tahun 1968, Abbie Hoffman, Jerry Rubin, Tom Hayden, Rennie Davis, David Dellinger, Lee Weiner, John Froines, dan Bobby Seale, mempersiapkan sebuah aksi protes anti perang Vietnam menjelang Democratic National Convention di Chicago. Lima bulan kemudian, kedelapan aktivis tersebut dituntut oleh pemerintahan negara atas dugaan konspirasi dan memicu protes yang menggerakan massa berujung anarkisme antara protestan dan polisi.

The Trial of Chicago 7 merupakan film bergenre legal drama dengan isu yang cukup serius dan monumental. Buat yang menyukai materi sejarah politik dan film dengan latar pengadilan berdialog cepat, film ini bisa menjadi tontonan yang cukup menghibur sekaligus menambah wawasan kita.

the trial of chicago 7

Netflix

Drama Legal Fase Cepat dengan Percikan Retro

Fase cepat dan dialog yang saling beradu dengan agresif sudah menjadi salah satu ciri khas dari film bergenre legal drama. Kecepatan tersebut akan langsung disajikan pada prolog film yang menunjukan potongan peristiwa dari footage asli maupun produksi ulang dari film. Tak hanya cepat, namun terlalu cepat untuk membuat penonton merasa overwhelming dan kebingungan untuk mengambil intisari dari serangkaian informasi yang dilontarkan.

Buat kita yang benar-benar tidak familiar dengan keadaan sosial dan politik Amerika pada tahun 1960-an, mungkin akan sedikit kebingungan pada babak pertama film ini. Namun, seiring mengikuti pengadilan yang sedang berlangsung, secara perlahan kita akan paham apa yang hendak dipermasalahkan dan apa sebetulnya objektif dari ketujuh aktivis dalam kisah ini.

Memiliki durasi sekitar 2 jam, membuat film ini dikategorikan sebagai film yang cukup yang panjang. Namun dijamin tidak akan dibuat bosan, bahkan untuk penonton yang biasanya tidak menonton film dengan genre legal drama.

Memuat isu yang serius, The Trial of Chicago 7 tidak terlalu menegangkan dan serius. Ada sentuhan komedi dan retro vibe yang membuat film ini terasa seperti tontonan ringan. Perpaduan antara isu sosial yang serius dengan kemasan yang terkesan fun, bisa disamakan dengan film Amerika dengan latar 60-an lainnya seperti Hidden Figures (2016) dan BlacKkKlansman (2018).

the trial of chicago 7

Netflix

Semangat Aktivis dan Sosialisme yang Terpancar pada Akting Aktor

Penampilan akting setiap aktor dalam film ini juga menjadi salah satu faktor pendukung terpancarnya semangat yang hendak disampaikan. Baik aktor utama yang dominan seperti Eddie Redmayne, Sacha Baron Cohen, dan Mark Rylance, maupun aktor pendukung seperti Joseph Gordon-Levitt, Yahya Abdul-Mateen II, dan Jeremy Strong.

Eddie Redmayne sebagai Tom Hayden menjadi salah satu karakter yang menarik untuk diperhatikan dalam kisah ini. Bagaimana dirinya anti perang dan menentang pemerintahan yang masih mengirim banyak pemuda Amerika untuk berperang dan meninggal sia-sia. Namun Ia tidak pernah lupa untuk menghormati hukum negara sebagaimana pun tidak adilnya institusi tersebut pada warganya.

Tom Hayden merupakan karakter yang patut dijadikan panutan bagi pemuda lintas generasi yang hendak menyuarakan opininya. Kita bisa melihat semangat Tom Hayden tersalur dalam akting Eddie Redmayne.

Meski memiliki screen time yang sedikit, Joseph Gordon-Levitt menyajikan akting yang berstatement dan tidak mungkin kita lupakan. Berperan sebagai Richard Schultz, pengacara pembela pemerintah, karakter ini memiliki idealisme sekaligus profesionalitas yang selalu kita harapkan pada seorang pengacara. Bertolak belakang dengan citra William Kunstler yang diperankan oleh Mark Rylance, sebagai pengacara dari Chicago 7 sekawan yang lebih sosialis.

the trial of chicago 7 review

Netflix

Editing Agresif Mampu Memberikan Emosi Intens

The Trial of Chicago 7 memiliki gaya editing yang agresif dengan banyaknya potongan adegan dengan cepat. Salah satu pola yang dipertahankan dari awal hingga akhir film adalah rapid-fire flashback dari plot utama pada kejadian yang sudah berlalu. Seperti plot utama berperan sebagai narator, sementara masa lalu menjadi agenda yang esensial, berisi perkataan dan tindakan penting yang diambil oleh setiap karakter. Teknik ini menjadi salah satu unsur yang membuat film terasa “menyenangkan”, bukan drama legal yang suspense dan suram. Dimana teknik editing seperti ini lebih sering kita temui pada film teenlit, romantis komedi, dan film ringan sejenisnya.

Namun, eksekusi editing yang agresif tersebut mampu menciptakan interaksi yang dinamis dan menarik. Pada beberapa adegan bahkan menimbulkan emosi intens dengan klimaks yang monumental. Konsep editing yang diterapkan didukung dengan scoring yang menyesuaikan mood setiap adegan. Ada beberapa adegan memiliki scoring heroik yang pas, terutama setiap agenda protes yang anarkis. Namun pada beberapa adegan di ruang persidangan, ada scoring yang terkesan generik dan cheesy.

Secara keseluruhan, The Trial of Chicago 7 merupakan film legal drama yang patut ditonton. Bisa dikategorikan sebagai film terbaik 2020 karena penulisan naskahnya yang sangat padat materi untuk mengisi durasi film. Setiap adegan terasa esensial dan tidak bisa dilewatkan. Materi sejarah yang serius dibungkus dengan vibe dan nuansa retro yang ramai, dijamin tidak akan membuat penonton bosan buat yang tidak biasa menonton film legal drama.

Click to comment

Night Teeth Review Night Teeth Review

Night Teeth Review: Petualangan Mafia Vampir di Jalanan LA

Film

Fever Dream Fever Dream

Fever Dream Review: Rasa Khawatir Seorang Ibu akan Anaknya sebagai Materi Misteri

Film

Violet Evergarden: Eternity and the Auto Memory Doll Violet Evergarden: Eternity and the Auto Memory Doll

Violet Evergarden The Movie Review: Babak Akhir Violet Sebagai Auto Memory Doll

Film

A World Without Review A World Without Review

A World Without Review: Dystopia Futuristik Bertema Pemberdayaan Wanita

Film

Advertisement
Connect