Connect with us
House of the Dragon (Episode 8) Review
HBO

TV

House of the Dragon (Episode 8) Review: The Lord of the Tides

Kembali menyajikan akhir berkesan seperti episode-episode awal HOTD. 

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

“House of the Dragon” episode 8 kembali menghadirkan lompatan waktu, selama 6 tahun lamanya. Laenor Velaryon yang memalsukan kematiannya, memudahkan langkah Rhaenyra dan Daemon untuk akhirnya menikah pada episode sebelumnya. Membuka bab baru dalam HOTD yang semakin mendekati peristiwa ‘Dance of the Dragons’.

Episode pekan ini lantas dibuka dengan kabar kematian dari Corlys Velaryon. Semenjak kematian kedua anaknya, Corlys memilih untuk pergi berperang di Stepstones.

Dengan tidak hadirnya Laenor yang seharusnya menjadi penerus dari House Velaryon dan mewarisi kekuasaan di Driftmark, putra pertama Rhaenyra, Lucerys menjadi kandidat berikutnya dalam garis keturunan. Namun petisi diajukan oleh saudara Corlys, Vaemond Velaryon, untuk mengambil posisi tersebut karena Ia meragukan status Lucerys yang sudah sejak lama dirumorkan sebagai anak haram.

Petisi ini sekali lagi menjadi momen reuni keluarga besar Raja Viserys. Rhaenyra dan Daemon bersama anak-anaknya kembali ke King’s Landing. Begitu pula Rhaenys Targaryen sebagai istri Corlys, serta Veamond yang mengajukan petisi. Dengan kesehatan Viserys yang semakin memburuk, Alicent bersama ayahnya, Otto Hightower, kini menjadi pihak yang menguasai Iron Throne.

‘The Lord of the Tides’ menjadi judul dari episode kali ini karena kita akan bertemu dengan pewaris House Velaryon yang baru.

House of the Dragon (Episode 8) Review

Pertemuan Keluarga Besar untuk Menentukan Pewaris House Velaryon

(Spoiler Alert!) Dibandingkan dengan dua episode sebelumnya, “House of the Dragons” episode 8 menjadi episode dengan presentasi yang lebih menarik. Mulai dari latar belakang episode, rangkaian agenda yang terjadi dalam plot, hingga akhirnya ditutup dengan momen yang meninggalkan kesan mendalam pada penonton. Baik untuk penonton yang memberikan reaksi frustasi, maupun penonton santai yang tak sabar melihat pecahnya perang saudara dalam klan Targaryen. Episode ini juga telah diklaim secara resmi akan menjadi lompatan waktu terakhir dalam HOTD.

HOTD episode kali ini juga mengandung banyak emosi dalam sekuen adegannya. Ada momen menegangkan, mengejutkan, sedih, haru, dan jarang sekali kita akan dibuat merasakan kehangatan dalam keluarga besar Viserys. Mungkin ini akan menjadi satu-satunya momen keluarga yang menyentuh dalam season. Tidak banyak agenda terjadi dalam episode berdurasi sekitar 60 menit ini, membuat plot terlihat fokus seperti tiga episode pertama HOTD.

Mungkin satu-satunya isu hanya lompatan waktu yang kembali memperkenalkan aktor baru pada karakter anak-anak Rhaenyra dan Alicent dalam serial ini. Jika dibandingkan dengan “Game of Thrones”, karakter anak-anak atau remaja dalam serial tersebut meninggalkan kesan mendalam pada penonton.

HOTD tidak memberikan porsi yang cukup untuk kita merasakan ikatan pada karakter anak-anak. Beberapa dari kita mungkin juga kesulitan mengidentifikasi siapa menjadi siapa, karena aktornya berubah terus. Mungkin setelah ini kita baru bisa mengenal mereka dengan lebih baik untuk cukup meninggalkan kesan sebelum ‘Dance of the Dragons’ dimulai.

Paddy Considine Bersinar sebagai Raja Viserys dalam Episode Pekan ini

Kita semua pasti setuju bahwa Paddy Considine menjadi bintang utama dalam “House of the Dragon” episode 8. Mempresentasikan Raja Viserys dalam kondisi terburuknya, Considine justru bersinar sebagai aktor. Tak ketinggalan pula pujian patut diberikan pada tim tata rias untuk transformasi Viserys sepanjang season ini. Viserys bisa jadi sosok raja yang selama ini memberikan kesan sebagai Targaryen paling cinta damai, tidak memiliki ambisi (setelah kematian istrinya, Aemma), dan tidak cepat tanggap untuk menjatuhkan ultimatum.

HOTD tidak ingin membuat kita mengingat Viserys sebagai raja lemah. Bahkan dalam kondisi terlemahnya, baru kita bisa melihat kekuatan Viserys yang selama ini kita remehkan.

Viserys merupakan raja yang konsisten dengan perkataannya. Bahkan hingga penampilan terakhirnya, Ia menunjukan dukungannya kepada sang putri, Rhaenyra, sebagai pewaris Iron Throne yang tidak bisa diganggu gugat. Janji yang sempat diragukan pula oleh Rhaenyra sendiri.

Ia juga konsisten mengharapkan kerukunan dalam keluarga besarnya, antara Alicent dan Rhaenyra, bersama anak-anak mereka. Viserys mungkin terlihat cukup jelas memfavoritkan Rhaenyra, karena Ia anak dari istri yang paling Ia sayangi, Aemma. Namun tak pernah mengadu domba dan berusaha menyatukan dua kubu dalam keluarganya sendiri. Penulisan karakter tersebut diimbangi dengan penampilan aktor Considine yang sangat menyakinkan sebagai salah satu raja terbaik yang pernah menduduki Iron Throne.

Paddy Considine dan sederet penulis naskah HOTD pun mendapatkan pujian dari George R.R. Martin akan portrait raja Viserys yang mereka ciptakan untuk serial ini. Menyebutkan bahwa Viserys mereka lebih baik dari versi original yang Ia ciptakan dalam novelnya sendiri, “Fire & Blood”.

Kesalahpahaman Jadi Penyebab Pecahnya Peristiwa Dance of the Dragons

Patah hati yang ditimbulkan karena kematian Viserys disertai pula rasa frustasi penonton karena salah paham besar yang terjadi dalam episode 8. Selama ini kita melihat pasang surut hubungan Rhaenyra dan Alicent. S

edikit kesalahan mampu mempengaruhi Alicent untuk memicu konflik baru dalam kisah mereka. Meski kita tahu ‘Dance of the Dragons’ merupakan sejarah yang tidak bisa dihindari, momen baik antara Rhaenyra dan Alicent selalu berhasil membuat kita memiliki harapan. Terutama pada episode kali ini.

Namun, adegan terakhir ketika Alicent salah paham dengan kata-kata terakhir Viserys, menjadi momen paling bikin frustasi dalam HOTD sejauh ini. Karena itulah episode ini memiliki ending yang kembali menggigit penonton. Mengingatkan kita pada rasa kecewa dan berat hati yang sama pada episode 3, ketika Viserys mengumumkan bahwa Ia ingin menikahi Alicent.

Dengan berakhirnya masa kekuasaan Viserys sebagai raja di Westeros, era ‘Dance of the Dragons’ pun akan segera dimulai. Tak lama setelah episode 8 mengudara, George R.R. Martin mengungkapan melalui blog pribadinya, bahwa untuk menceritakan peristiwa ‘Dance of the Dragons’ secara utuh akan membutuhkan total empat season dengan 10 episode per season-nya. Sejauh ini baru season kedua yang telah dikonfirmasi oleh HBO.

House of the Dragon (Episode Pilot) Review: The Heirs of the Dragon

House of the Dragon (Episode 2) Review: The Rogue Prince

House of the Dragon (Episode 3) Review: Second of His Name

House of the Dragon (Episode 4) Review: King of the Narrow Sea

House of the Dragon (Episode 5) Review: We Light the Way

House of the Dragon (Episode 6) Review: The Princess and the Queen

House of the Dragon (Episode 7) Review: Driftmark

avatar 2 avatar 2

Film & Serial Terbaru Desember 2022

Cultura Lists

Wednesday Review Wednesday Review

Wednesday Review: Petualangan Wednesday Addams di Nevermore Academy

TV

What to Stream This Weekend: Issue #2

Cultura Lists

Somebody Somebody

Somebody Review: Kisah Cinta Pembunuh Berantai & Perempuan Asperger

TV

Connect