Connect with us
House of the Dragon (Episode 5) Review
HBO

TV

House of the Dragon (Episode 5) Review: We Light the Way

Penjelasan berbagai momen penting dalam HOTD episode 5.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

‘We Light the Way’ merupakan slogan dari klan Hightower sekaligus judul dari “House of the Dragon” episode 5. Episode minggu lalu menjadi episode dengan pembangkangan dan pengkhianatan, mengakibatkan beberapa konsekuensi yang harus diterima oleh beberapa karakter.

Otto Hightower telah kehilangan jabatannya sebagai tangan kanan Viserys, episode ini meninggal istana dan putrinya, Alicent yang semakin terasingkan sekalipun dengan statusnya sebagai sang ratu. Daemon sekali lagi diusir dari King’s Landing dan kembali ke istri sahnya, Rhae Joyce di Vale. Sementara kredibilitas Rhaenyra mulai goyah sebagai pewaris tahta dan tak bisa lagi menolak untuk dinikahkan dengan Laenor Valeryon.

HOTD episode 5 menjadi penampilan terakhir dari dua aktris utama, Milly Alcock dan Emily Carey, dimana keduanya telah memberikan performa berkesan sebagai Rhaenyra dan Alicent muda. Episode selanjutnya peran mereka akan digantikan oleh Emma D’Arcy dan Olivia Cooke.

Apa signifikasi Hightower kali ini dengan slogan mereka pada judul? Apa signifikasi episode kali ini sebelum melompati waktu yang cukup panjang pada episode berikutnya?

House of the Dragon (Episode 5) Review

Retaknya Hubungan Rhaenyra dengan Alicent dan Ser Criston Cole

(Spoiler Alert!) Pembangkangan dan pengkhianatan pada HOTD episode 4 merupakan retakan awal dari perpecahan keluarga Viserys yang semakin membesar pada episode ini.

Rhaenyra yang memilih untuk berbohong setelah ‘insiden’-nya bersama Daemon telah mencederai kepercayaan Viserys. Rhaenyra juga berhutang kebenaran pada Alicent, ratu sekaligus sahabat yang memilih untuk percaya padanya hingga akhir. Bahkan dengan harga hilangnya jabatan ayahnya, meninggalkan dirinya sebagai satu-satunya Hightower di kandang naga. Tidak berakhir sebagai plot hole, kali ini giliran Alicent yang harus terluka karena mengetahui kebenaran tentang status Rhaenyra yang sudah tidak perawan lagi.

Mengetahui kebenaran tersebut dari Ser Criston, membuat hubungan di antara Rhaenyra dan Alicent semakin memburuk. Meski meminta untuk dihukum mati setelah pengakuannya, Alicent memilih untuk berterima kasih atas kejujuran Ser Criston. Alicent menjadi salah satu karakter yang dicurigai oleh banyak audience sejak episode pertama. Ketika kita berpikir Ia akan menjadi pihak yang mengkhianati Rhaenyra, yang terjadi justru sebaliknya.

Keputusan Ser Criston untuk mengadukan ‘dosa’ Rhaenyra juga sebelumnya telah dipicu oleh penolakan cintanya. Berawal sebagai ksatria terpilih di antara ksatria dari berbagai klan besar, kita juga melihat momen-momen dimana Rhaenyra dan Ser Criston berbincang akrab layaknya teman. Hingga akhirnya menjadi teman ranjang dengan inisiatif Rhaenyra, Ser Criston tampaknya memiliki harapan yang tinggi akan kelanjutan hubungan mereka.

Setelah kehilangan kepercayaan sang ayah dan Alicent, kini Rhaenyra juga kehilangan cinta dari Ser Criston. Tiga orang yang memiliki peran penting dalam kehidupan Rhaenyra selain Daemon.

House of the Dragon (Episode 5) Review

Penampilan Perdana Rhea Royce dan Joffrey Lonmouth

Setelah bertanya-tanya dimana istri sah Daemon selama empat episode, Lady Rhea Royce akhirnya tampil perdana di HOTD episode 5. Pada adegan prolog, mungkin banyak dari kita tidak menduga bahwa wanita berkuda yang sedang berburu tersebut adalah istri Daemon di Vale. Sayangnya, Daemon sudah lelah dengan statement ‘kamu sudah menikah’ setiap kali ini ingin menikahi perempuan lain. Penampilan perdana Lady Rhea pun langsung menjadi penampilan terakhirnya dalam serial ini.

Fakta bahwa Laenor Valeryon adalah seorang pecinta sesama gender seperti sudah jadi spoiler umum dalam fandom HOTD. Ia juga telah memiliki kekasih simpanan yaitu Joffrey Lonmouth, ksatria pelindungnya. Rhaenyra dan Laenor pun memiliki kesepakatan untuk menikah hanya sebagai simbol politik.

Setelah menjalankan tugas mereka, mereka bebas mencintai dan tidur dengan siapapun yang mereka mau. Kesepakatan tersebut jelas disambut baik oleh Laenor dan kekasihnya, Joffrey. Sayangnya, Ser Criston tidak senang kesepakatan tersebut dan menimbulkan keributan yang menjadi akhir dari Joffrey.

Gaun ‘Perang’ Alicent Hightower

Ada banyak grand entrance yang terlihat pada momen Royal Wedding (secara teknis bahkan belum pesta pernikahan utama) Rhaenyra dan Laenor. Mulai dari keluarga Valeryon yang berwibawa dengan gaun senada berwarna emas dan pastinya Daemon Targaryen yang tetap kembali ke King’s Landing. Pada titik ini, kita mungkin akan selalu berasumsi; kekacauan baru apalagi yang akan dibuat oleh The Rogue Prince ketika memasuki ruang tahta? Namun, entrance paling penting dalam episode ini adalah Alicent Hightower dengan gaun hijaunya. Jika telah melihat footage Alicent versi dewasa oleh Olivia Cooke, kita juga akan melihat gaun hijau yang menjadi fashion statement.

Selama ini kita melihat Alicent sebagai karakter perempuan yang berada di latar belakang saja. Digunakan oleh ayahnya untuk menginvasi garis keturunan tahta, serta menjadi ratu pengganti yang tugasnya hanya mengandung dan melahirkan penerus tahta. Ia tak pernah memiliki kesempatan untuk mengeluarkan pendapat, tak ada pula juga yang mengharapkan saran darinya.

Emily Carey sebagai Alicent muda memiliki penokohan yang lugu, dengan kecemasan yang selalu menghantuinya. Kostum juga memiliki peran yang besar dalam penokohan di HOTD (dan Game of Thrones). Alicent sebelum episode ini kerap terlihat dengan gaun berwarna biru muda, biru perunggu, kemudian merah-emas (warna Targaryen) setelah menikah dengan Viserys. Dengan gaun yang kerap berganti-ganti warna, Alicent muda hanya terlihat sebagai karakter ‘simbol’ yang tidak memiliki prinsipnya sendiri.

Grand entrance-nya pada acara pembukaan Royal Wedding kali ini dengan gaun hijau menjadi penampilan perdananya sebagai karakter yang telah meneguhkan hatinya. Ia juga menyapa klan Hightower dengan kostum hijau mereka di bangku tamu. Kemudian dipertegas dengan statement bahwa warna hijau adalah warna banner di Oldtown yang melambangkan perang. Alicent juga mulai menunjukan sikap dingin pada Rhaenyra dan tidak memposisikannya sebagai sahabat seumuran, namun sebagai putri tirinya.

Kekacauan di Royal Wedding Rhaenyra dan Leanor

Akhirnya, Royal Wedding di Westeros dimulai, apa hal terburuk yang mungkin terjadi? Viserys hendak memberikan pesta paling meriah untuk putri pertamanya sekaligus pewaris tahta. Diselenggarakan selama 7 hari dengan pembukaan yang meriah. Melalui preview HOTD episode 5, kita telah diberi sneak peak bahwa pesta pernikahan satu ini juga akan berakhir dengan keributan. Pada akhirnya, memang tidak pernah ada pernikahan tanpa darah korban di Westeros. Mengingat momen legendaris seperti Red Wedding (pernikahan Robb Stark) dan Purple Wedding (Pernikahan Joffrey dan Margaery) di “Game of Thrones”.

Dengan kehadiran Daemon di pesta ini, mungkin banyak dari kita berasumsi bahwa Ia akan kembali bikin ulah. Mengingat Ia juga ingin menikahi Rhaenyra dan telah membunuh istrinya, bisa jadi kali ini Ia hendak menculik ponakannya dari pernikahan politik ini.

Momen Royal Wedding ini memiliki ketegangan yang siap menerkam di setiap frame-nya. Meski kita melihat Rhaenyra dan Laenor berdansa dengan senyuman, mata-mata lain yang memperhatikan mereka penuh dengan misteri yang akan membuat penonton was-was.

Viserys mulai menunjukan kegelisahan ketika melihat Daemon dan Rhaenyra terlihat seperti berciuman di tengah lantai dansa. Rhaenyra pun masih berani memprovokasi Daemon untuk menculiknya, membawanya ke Dragonstone dan menjadikannya istri. Hingga saat ini, Viserys sangat protektif dengan Rhaenyra dan menentang keras hubungannya dengan Daemon. Hingga akhirnya keributan pecah secara tiba-tiba, yang ternyata dimulai oleh Ser Criston. Tidak terima dengan status keduanya yang kini menjadi ‘kekasih simpanan’ pangeran dan putri, Ser Criston menghabisi Joffrey hingga mati.

Viserys mempercepat sumpah pernikahan antara Rhaenyra dan Laenor tak semata karena keributan yang baru saja terjadi. Ia tak ingin menunggu selama 7 hari lagi dan memberi kesempatan pada Daemon yang terlihat hendak merenggut Rhaenyra dari pernikahan politik tersebut.

“House of the Dragon” episode 4 dan 5 menjadi dua episode yang penuh dengan intrik, politik, dan skenario cinta terlarang. Kedua episode ini juga diarahkan oleh sutradara yang sama, Clare Kilner.

Naga baru, Meleys (milik Rhaenys Targaryen) debut dalam episode kali ini, namun belum menunjukan aksinya. Begitu pula naga-naga lainnya yang masih belum menunjukan kemampuan maksimal mereka di medan perang. Episode 6 bertajuk ‘The Princess and the Queen’ akan kembali disutradarai oleh Miguel Sapochnik.

House of the Dragon (Episode Pilot) Review: The Heirs of the Dragon

House of the Dragon (Episode 2) Review: The Rogue Prince

House of the Dragon (Episode 3) Review: Second of His Name

House of the Dragon (Episode 4) Review: King of the Narrow Sea

House of the Dragon (Episode 6) House of the Dragon (Episode 6)

House of the Dragon (Episode 6) Review: The Princess and the Queen

TV

Cyberpunk: Edgerunners Cyberpunk: Edgerunners

Cyberpunk: Edgerunners Review – Kebrutalan Menawan Petualangan David Martinez di Night City

TV

Kilas Balik Trilogi Baru Star Wars: Kehancuran Sebuah Franchise

Entertainment

King of the Narrow Sea Review King of the Narrow Sea Review

House of the Dragon (Episode 4) Review: King of the Narrow Sea

TV

Connect