Connect with us
King of the Narrow Sea Review
HBO

TV

House of the Dragon (Episode 4) Review: King of the Narrow Sea

Berbagai penjelasan akan momen yang terjadi dalam HOTD Episode 4.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Setelah berhasil memenangkan pertempuran di Stepstones di episode sebelumnya, Daemon Targaryen kini memiliki gelar King of the Narrow Sea. “House of the Dragon” episode 4 membawa kita kembali ke King’s Landing.

Rhaenyra harus segera menemukan pasangan untuk dinikahi. Namun Ia jelas tidak antusias ketika para bangsawan dari klan lainnya mengantri untuk melamarnya. Sementara Daemon juga kembali ke King’s Landing setelah prestasi heroiknya dalam pertempuran di Stepstones.

Episode HOTD kali ini sekilas tampak seperti episode yang tidak terlalu banyak memuat momen krusial seperti episode-episode sebelumnya. Tidak ada pertarungan, tidak ada konfrontasi skala besar, minim penampakan naga, karakter dari klan Velaryon juga absen dulu dari episode ini.

Plot lebih fokus dengan hubungan antar Targaryen di King’s Landing, serta Alicent dan Otto Hightower yang juga memiliki posisi penting bagi Raja Viserys saat ini. Lebida dari sekadar konspirasi, skandal, dan eksploitasi konten dewasa, berikut penjelasan berbagai momen penting dalam “House of Dragon” episode 4.

King of the Narrow Sea

Sambutan Hangat Viserys pada Daemon, Rhaenyra dan Alicent Akur Kembali

(Spoiler Alert!) Pada awal episode, kita akan melihat setiap karakter kali ini akhirnya akur. Daemon yang mendapat gelar baru sebagai King of the Narrow Sea, bukan kembali untuk pamer kemenangan. Ia justru menunjukan kesetiaannya pada Viserys dengan memberikan mahkota dan senjata baru untuk ditambahkan ke Iron Throne. Menjadi simbol bahwa pada akhirnya Daemon ingin mengembalikan kemenangannya pada Raja Viserys dan Iron Throne. Viserys pun tersentuh dengan tindakan Daemon dan menyambutnya kembali di Red Keep.

Tak hanya Viserys dan Daemon yang rujukan sebagai saudara, Rhaenyra dan Alicent tampaknya juga sudah berbaikan. Alicent selalu menjadi pihak yang mengambil inisiatif untuk mendekati Rhaenyra sejak episode 3. Kali ini akhirnya inisiasinya disambut hangat oleh Rhaenyra. Alicent menyatakan bahwa Ia merasa kesepian dan hanya ingin dilihat sebagai Lady Alicent, namun kini semua melihatnya sebagai Sang Ratu. Hanya Rhaenyra yang bisa melihat Alicent sebagai perempuan biasa, sahabatnya.

Dibuka dengan adegan yang menampilkan ketenangan dan kedamaian dalam keluarga Viserys, hal ini ternyata hanya menjadi awal dari berbagai drama (lagi) yang akan terjadi sepanjang episode.

Kencan Rahasia Rhaenyra dan Daemon

Hubungan antara Rhaenyra dan Daemon yang lebih dari sekedar saudara, mungkin sudah bukan hal mengejutkan lagi dengan perkembangannya pada episode 4 ini. Baik bagi penonton yang sudah membaca novelnya, maupun kita yang hanya menonton serialnya. Kali ini Daemon mengajarkan keponakannya tersebut untuk menyelinap keluar Red Keep di malam hari. Tak hanya untuk menikmati kehidupan malam di pemukiman rakyat jelata, Daemon bahkan sampai membawa Rhaenyra ke rumah pelacuran.

Rhaenyra sendiri pada dasarnya adalah putri yang mengidamkan kebebasan. Pada episode ini juga, Ia mengungkapkan pada Alicent bahwa menjadi Ia tak ingin menjadi ratu yang terkurung di istana hanya untuk melahirkan penerus tahta. Kita tahu dia sangat peduli untuk mempertahankan gelarnya sebagai penerus tahta, Ia juga sangat enggan ketika disinggung tentang rencana pernikahan.

Jika Rhaenyra adalah putri yang lugu dan tidak terbuka dengan kebebasan, Ia mungkin akan terlihat sangat tidak nyaman harus menyamar sebagai rakyat jelata, membaur bersama mereka. Namun, kita bisa melihat bahwa Rhaenyra menikmati ‘kencan’-nya bersama Daemon. Ketika masuk rumah pelacuran untuk pertama kali, Rhaenyra juga menunjukan antusiasme. Hingga akhirnya Daemon menciumnya, Rhaenyra sama sekali tidak memperlihatkan penolakan. Hal ini lebih dari Rhaenyra yang sedang terbawa suasana, namun Ia memang selalu mengidamkan Daemon.

Pada adegan pertama, ketika Rhaenyra dilamar oleh para bangsawan, kita melihat Rhaenyra yang menunjukan kebosanan sambil memegang kalung pemberian pamannya. Hal ini menunjukan bahwa dalam proses lamaran tersebut, Rhaenyra sedang memikirkan Daemon. Kalau diperhatikan dari episode pertama, Rhaenyra juga selalu terlihat antusias ketika Daemon muncul di sekitarnya. Begitu pula pada episode ini, ketika Ia melihat Caraxes, hingga akhirnya melihat Daemon memasuki ruangan tahta.

Rhaenyra Lepas Keperawanan untuk Kebebasan, Alicent Menikah untuk Pengabdian

Mulai dari adegan malam tiba, kita akan melihat Alicent yang terlihat gunda ketika menimang bayinya, kemudian membantu Viserys membersihkan diri. Sementara, Rhaenyra menemukan pintu rahasia, dan memulai petualangan malamnya dengan bebas bersama pamannya. Kemudian lanjut ketika Rhaenyra memasuki rumah pelacuran dan melihat orang-orang melepas hawa nafsu dengan antusias, kita juga diperlihatkan Alicent yang harus memenuhi panggilan larut malam dari Viserys ke kamarnya.

Daemon pun memberitahu Rhaenyra bahwa, pernikahan adalah politik dan pengabdian, sementara seks adalah kenikmatan. Kita bisa melihat bagaimana Rhaenyra merasakan kepuasan ketika berciuman dengan Daemon dan berhubungan intim dengan Criston Cole. Sementara Alicent terlihat mati rasa dengan senyuman yang dipaksa bersama Viserys ketika sedang melakukan hal yang sama bersama Viserys.

Itulah poin yang sebetulnya ingin disampaikan melalui sekuen adegan Rhaenyra dan Alicent. Kita bisa melihat Alicent yang meski dengan segala pengabdiannya, Ia tidak melakukannya dengan bahagia. Sementara Rhaenyra yang memilih jalur pemberontak, bisa menikmati kebebasan dan kenikmatan yang tidak bisa didapatkan oleh Alicent bahkan setelah menjadi ratu.

Viserys Jatuhkan Ultimatum pada Viserys, Rhaenyra, dan Otto Hightower

Namun, setiap tindakan berisiko harus menerima konsekuensi yang besar dari Viserys. Tak berakhir sebagai kencan rahasia, mata-mata Otto melihat Rhaenyra dan Daemon menghabiskan malam di rumah pelacuran. Tentu saja Otto langsung melaporkan pesan tersebut pada Viserys. Sejauh ini banyak dari kita yang berasumsi bahwa Otto adalah tangan kanan raja yang memiliki kepentingannya sendiri. Baik dengan motivasi yang licik maupun baik, tindakan Otto melaporkan kabar ini ke Viserys merupakan tindakan yang sudah semestinya.

Daemon menjadi karakter pertama yang menerima ultimatum dari Viserys. Daemon yang mengaku ingin melamar Rhaenyra untuk dijadikan istri, tak disambut dengan baik oleh Viserys. Setelah akhirnya kembali dalam 3 tahun, Daemon berakhir diusir lagi secara tidak terhormat dari King’s Landing oleh Viserys. Sementara Rhaenyra yang mendapat rapor buruk dalam episode ini juga tak luput dari ancaman serius akan statusnya. Viserys mengungkapkan keinginannya untuk melepas status putrinya tersebut sebagai penerus tahta. Ia juga tak ingin berdebat soal pernikahan, Viserys memutuskan untuk menikahkan Rhaenyra dengan Laenor Velaryon.

Otto Hightower menjadi target Viserys berikutnya. Setelah terbesut dengan perkataan Rhaenyra bahwa tangan kanannya memiliki kepentingan sendiri, Viserys pun memutuskan untuk mencabut jabatan Otto.

Tidak Ada yang Menang maupun Berjaya dalam Episode Kali Ini

Jika pada setiap episode sebelumnya ada yang menang dan ada yang terpojok, “House of the Dragon” menjadi episode yang kurang bergairah karena hanya diisi skandal dan politik, kemudian ditutup dengan berbagai keterpurukan demi keterpurukan. Bukan hal yang menyenangkan bagi beberapa penonton, namun tetap krusial dalam perkembangan setiap karakter dalam meraih keinginan mereka. Sayangnya, tak ada yang mendapatkan apa yang mereka inginkan kali ini.

Rhaenyra menginkan kebebasan dan jaminan gelarnya sebagai penerus tahta. Namun kini Ia terancam kehilangan gelar tersebut dan sudah dipastikan akan menikah dengan Laenor Velaryon yang jelas bukan pilihannya. Meski awalnya Ia terlihat luput dari segala kebohongan yang telah Ia ucapkan atas nama ibunya sendiri, Viserys tetap tahu bahwa Rhaenyra sudah tidak perawan lagi dengan mengirimkan teh khusus untuk mencegah hal konsekuensi yang tidak diinginkan pada adegan terakhir.

Daemon mengaku hanya ingin kembali dalam keluarga besar Targaryen. Menikahi Rhaenyra dan membangun lagi dinasti klan naga yang kuat. Namun berakhir dengan amarah Viserys, Ia pun sekali lagi harus diusir dari kerajaan keluarganya sendiri. Otto yang terlihat protektif dengan jabatan dan posisinya sebagai orang penting di Viserys, kini telah kehilangan jabatannya.

Kita juga melihat bagaimana Alicent hanya menjalankan tugas meski dengan keterpaksaan dan keengganan. Sementara Viserys, Ia sebetulnya hanya ingin kehidupan yang tenang. Namun bisa kita lihat, setiap orang penting dalam hidupnya justru menjadi sumber dari segala masalah yang memberikan beban batin.

House of Dragon (Episode Pilot) Review: The Heirs of the Dragon

House of Dragon (Episode 2) Review: The Rouge Prince

House of Dragon (Episode 3) Review: Second of His Name

House of the Dragon (Episode 6) House of the Dragon (Episode 6)

House of the Dragon (Episode 6) Review: The Princess and the Queen

TV

Cyberpunk: Edgerunners Cyberpunk: Edgerunners

Cyberpunk: Edgerunners Review – Kebrutalan Menawan Petualangan David Martinez di Night City

TV

House of the Dragon (Episode 5) Review House of the Dragon (Episode 5) Review

House of the Dragon (Episode 5) Review: We Light the Way

TV

Kakegurui Twin Kakegurui Twin

Kakegurui Twin Review: Waktunya Mary Saotome Bersinar

TV

Connect