Connect with us
Decision to Leave

Cultura Lists

Rekomendasi Film Romantis Spesial Hari Valentine

Mulai dari film romantis paling ikonik hingga popular terkini pilihan Cultura.

Hari Valentine mau nonton apa, nih? Buat kita penikmat film paling seru memang menggunakan momen ini untuk film bergenre percintaan. Tapi bukan asal film percintaan, banyak film romantis paling ikonik hingga kekinian yang sedang populer yang menghibur. Mulai dari film percintaan yang melankolis dan dramatis, atau komedi romantis yang lebih ringan. Banyak juga pilihan dari skena anime yang tersedia di streaming platform.

Dalam rangka Hari Valentine, Cultura sudah menyiapkan rekomendasi film romantis spesial dari berbagai genre. Bisa dipilih sesuai selera, mulai dari film anime, film Korea, hingga film Hollywood nominasi Oscar.

Bubble (2022)

Tokyo terpisah oleh seluruh dunia ketika fenomena gelembung misterius menyelimuti kota. Mengubah kota menjadi kota mati sekaligus arena parkour baru bagi remaja yang tidak memiliki tempat di dunia luar. Di dunia baru inilah, Hibiki dan Uta bertemu, berkomunikasi dan membangun hubungan melalui nyanyian dan tarian parkour mempesona.

“Bubble” merupakan film anime romantis yang menghadirkan hiburan immersive. Plot secara keseluruhan tergolong sangat sederhana. Namun sangat unggul dalam segi animasi parkour-nya yang dinamis, berpadu sempurna dengan musik latar original yang menggugah. Bisa jadi tontonan romantis yang ringan dan menstimulasi visual.

Words Bubble Up Like Soda Pop

Words Bubble Up Like Soda Pop (2021)

Smile adalah gadis periang yang populer di media sosial, sementara Cherry cowok introvert yang mengekspresikan diri melalui haiku. Meski keduanya berbeda di permukaan, mereka sama-sama merasa insecure dengan jati diri mereka yang sesungguhnya.

“Words Bubble Up Like Soda Pop” merupakan film anime bernuansa musim panas yang riang dan ringan. Tetap exciting karena visualnya yang eye candy. Secara keseluruhan plotnya sederhana ala slice of life, namun tetap romantis dan memiliki pesan yang dalam, terutama tentang isu insecurity dan anxiety dari kedua karakter utama.

Howl’s Moving Castle (2004)

“Howl’s Moving Castle” merupakan salah satu yang terbaik dari Ghibli Studio. Ketika seorang penyihir iri dengan kedekatan Sophie dengan Howl yang menawan, ia dikutuk menjadi wanita tua. Membuat Sophie berusaha mencari cara untuk menghancurkan kutukan tersebut. Dalam perjalanan, tak sengaja ia justru bergabung dengan kelompok Howl dan memulai petualangan bersama.

“Howl’s Moving Castle” mungkin bukan film anime romantis pada umumnya. Keromantisan terasa di antara Howl dan Sophie dalam petualangan yang menegangkan, namun keduanya mampu mengandalkan satu sama lain. Ditambah dengan musik latar bertema waltz komposisi Joe Hisaishi yang romantis dan ikonik dari animasi Ghibli ini.

Love and Leashes (2022)

Saat pertama dipromosikan oleh Netflix, “Love and Leashes” menimbulkan ekspektasi akan “Fifty Shades of Grey” versi Korea. Namun, film yang dibintangi oleh Seohyun ini lebih seru dan memiliki naskah yang lebih kaya materi, tak hanya mengeksploitasi konten erotis. Ji-hoo adalah pegawai baru di tempat kerja Ji-woo. Setelah mengetahui selera “unik” dari Ji-hoo, Ji-woo jadi penasaran dan mulai melakukan eksplorasi tentang BDSM.

Secara keseluruhan film ini lebih banyak menampilkan teori dan pemahaman daripada praktek, jadi sama sekali tidak vulgar dang termasuk tontonan romantis yang ringan karena ada unsur komedinya juga.

20th Century Girl (2023)

Di masa remajanya, Na Bo-Ra menjadi mak comblang antara sahabatnya yang sedang sakit, Kim Yeon-Do, dengan teman satu sekolah mereka, Baek Hyun-Jin. Namun, seiring Bo-Ra melakukan penelusuran dan mengumpulkan informasi tentang Hyun-Jin, ia malah ikutan jatuh hati dengan gebetan sahabatnya tersebut.

“20th Century Girl” masih termasuk baru, nih, di Netflix. Menghadirkan kisah cinta yang penuh nostalgia, lucu, manis, dan pastinya bikin terharu juga.

Decision to Leave

Decision to Leave (2022)

Bisa jadi salah satu film romantis paling serius dalam daftar ini, “Decision to Leave” disebut-sebut sebagai film percintaan terbaik pada 2022. Menceritakan misteri meninggalnya seorang pria di lereng gunung, sang istri menjadi tersangka utama dalam kasus yang ditangani oleh detektif Hae-joon.

Selama menjalani proses investigasi, ikatan mendalam justru pun mulai terjalin di antara Hae-joon dengan tersangka utamanya, Seo-rae. Buat yang ingin nonton sesuatu yang berat dan kelam, “Decision to Leave” sudah bisa di-streaming di Vidio.

Titanic (1997)

Yang lagi ramai kembali di bioskop dan tak ada matinya, nonton “Titanic” di bioskop saat Hari Valentine bisa jadi agenda yang menarik. Film klasik James Cameron yang dibintangi oleh Leonardo DiCaprio dan Kate Winslet ini sedang tayang di bioskop versi 3D remastered-nya. Dalam rangka merayakan peringatan ke-25 tahunnya.

Meski rilis pada 1997, kualitas produksi film period drama kolosal ini masih memukau bagi penonton modern. Saksikan sendiri untuk memahami bagaimana “Titanic” lebih dari sekedar film percintaan yang overrated, film ini juga unggul dalam segi produksinya.

Eternal Sunshine and the Spotless Mind (2004)

Dibintangi oleh Kate Winslet juga, namun kali ini ia beradu akting dengan Jim Carrey dalam “Eternal Sunshine of the Spotless Mind”. Joel dan Clementine adalah sepasang kekasih yang akhirnya putus. Tak sanggup menanggung patah hati, ada klinik spesial yang bisa membantu seseorang untuk move on dari mantan dengan menghapus kenangan. Film drama romantis ini penuh dengan filosofi seputar cinta dengan konsepnya yang unik.

Bahwa dengan solusi yang tampaknya mampu mengatasi patah hati kita, ada esensi mendalam tentang berusaha melupakan orang yang masih kita cintai.

Romeo + Juliet

Photo by 20th Century-Fox/Getty Images

Romeo + Juliet (1996)

Sebelum dipasangkan dengan Kate Winslet, Leonardo DiCaprio dipasangkan dengan Claire Danes dalam “Romeo + Juliet”. Film ini diangkat dari karya populer William Shakespeare, diproduksi ulang oleh Baz Luhrmann dengan konsep modern yang unik. Meski desain produksi, karakter,  dan latar secara visual tampak modern, film ini menggunakan dialog dramatis yang sama dengan materi sumbernya.

Mungkin bukan selera semua orang, namun “Romeo + Juliet” bisa menjadi pengalaman menonton hibrida yang menarik. Kualitas akting aktor dan aktris dalam film ini juga presentable.

The Shape of Water (2017)

Seperti “Titanic”, “The Shape of Water” juga film drama romantis yang dinobatkan sebagai Best Picture dalam Academy Awards 2018. Cukup mengejutkan ketika film arahan Guillermo del Toro ini mampu menuai prestasi tersebut sebagai film percintaan dengan sentuhan fantasi yang unik.

Dibintangi oleh Sally Hawkins, Eliza bekerja sebagai janitor di laboratorium penelitian besar. Suatu hari ia bertemu dengan makhluk amfibi yang sedang diteliti. Hubungan unik pun tercipta di antara keduanya dan Eliza bertekad untuk membebaskan makhluk tersebut.

The Boys Season 3 The Boys Season 3

5 Hal Yang Patut Dinantikan dari “The Boys” Season 4

Cultura Lists

Rekomendasi Tayangan Terbaru Netflix Indonesia Juni 2024

Cultura Lists

Rekomendasi Film & Serial Prime Video Juni 2024

Cultura Lists

Bachiranun Review Bachiranun Review

Bachiranun Review: Kenangan Sutradara akan Kampung Halamannya di Yonaguni

Film

Connect