Connect with us
Words Bubble Up Like Soda Pop
Netflix

Film

Words Bubble Up Like Soda Pop Review

Kisah heartwarming tentang pencarian kepercayaan diri dibalut dalam animasi yang manis.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Memang belum ada yang mengalahkan Jepang dalam memproduksi film-film animasi yang berkualitas tinggi. Selain kualitas gambar dan video, film-film animasi asal Jepang juga sangat menarik dalam segi cerita. Salah satu contohnya adalah film animasi yang baru saja dirilis di Netflix bulan Juli lalu, yaitu “Words Bubble Up Like Soda Pop”.

“Words Bubble Up Like Soda Pop” berkisah tentang pertemuan mendadak antara Smile dan Cherry. Smile adalah gadis periang yang terkenal di sosial media karena sering berbagi konten-konten kawaii di live streamingnya.

Di sisi lain, Cherry adalah cowok introvert yang punya hobi menyusun kata-kata menjadi haiku atau puisi. Terlepas dari perbedaan kedua sifatnya, Smile dan Cherry memiliki kesamaan yang membuat mereka terhubung.

Words Bubble Up Like Soda Pop Review

Visual yang Unik Menambah Cantiknya Kisah Smile dan Cherry

Saat pertama kali dimulai, perasaan ceria dan hangat langsung terpancar melalui visual yang unik dan colorful dari anime ini. Tidak seperti visual anime lain yang mendetail, “Words Bubble Up Like Soda Pop” memilih visual yang minimalis, namun tetap memanjakan mata. Ciri khas musim panas yang cerah digambarkan dengan warna-warna solid, seperti kuning, hijau, biru muda, dan pink.

“Words Bubble Up Like Soda Pop” memilih pusat perbelanjaan besar sebagai latar tempat utama. Mall inilah yang menjadi tempat pertama kalinya Smile dan Cherry bertemu. Handphone milik Smile dan Cherry tidak sengaja tertukar gara-gara kecelakaan kecil yang menimpa mereka. Dengan terpaksa, mereka harus bertemu untuk mengembalikan handphone masing-masing.

Kedua karakter utama dalam anime ini memiliki kesamaan, yaitu sama-sama sering merasa insecure dengan penampilan dan sifat mereka. Smile lebih nyaman memakai masker saat keluar rumah dengan tujuan untuk menutupi gigi depannya yang besar, sedangkan Cherry selalu memakai headphone karena punya social anxiety. Anehnya, kekurangan yang mereka miliki, malah menarik hati keduanya.

Words Bubble Up Like Soda Pop

Cerita dan Karakter yang Sederhana, namun Mampu Meninggalkan Kesan yang Mendalam

Sutradara sekaligus penulis Kyohei Ishiguro (Your Lie in April) memilih kisah yang sederhana untuk anime-nya kali ini. Tidak ada kisah fantasi penuh imajinasi dalam “Words Bubble Up Like Soda Pop,” melainkan kisah cinta sederhana antara Smile dan Cherry. Tanpa banyak menunjukkan adegan romantis, penonton tetap terharu dengan hubungan Smile dan Cherry yang didasari oleh insecurity.

“Words Bubble Up Like Soda Pop” mungkin tidak cocok untuk penggemar film penuh aksi karena plot dalam film ini mengalir begitu saja. Tidak ada problematika yang kompleks, apalagi character development. Namun, kesederhanaan itulah yang membuat film ini menjadi kisah yang cukup relatable dengan kehidupan kita sehari-hari, khususnya dalam melawan ketidakpercayaan diri.

Selain Smile dan Cherry, ada pula karakter pendukung yang membuat kisah film ini menjadi semakin hangat dan nostalgic, yaitu tokoh Pak Fujiyama yang sudah tua renta. Smile dan Cherry membantu Pak Fujiyama untuk menemukan piringan hitam kesayangannya yang hilang. Satu-satunya clue yang mereka punya adalah judul dari album piringan hitam tersebut, yaitu Yamazakura.

Sesuai dengan kisah Pak Fujiyama, soundtrack utama dalam film ini berjudul Yamazakura yang dinyanyikan oleh Taeko Onuki. Sesuai dengan vibe filmnya, soundtrack utama film ini tidak kalah indah dan addicting. ‘Words Bubble Up Like Soda Pop” dimulai dengan indah dan diakhiri dengan sangat memuaskan.

Secara keseluruhan, “Words Bubble Up Like Soda Pop” adalah anime yang bisa dinikmati oleh banyak orang. Visual yang indah, diikuti kisah yang sederhana, namun tetap menarik membuat anime ini wajib untuk dinikmati bagi penggemar film-film ringan untuk mengisi akhir pekan. “Words Bubble Up Like Soda Pop” sudah available di Netflix sejak bulan Juli lalu.

Click to comment

Memoir of A Murderer Review Memoir of A Murderer Review

Memoir of A Murderer Review

Film

Prey netflix review Prey netflix review

Prey Review: Pemburu Misterius yang Mengincar Para Pendaki

Film

Kate Netflix Kate Netflix

Kate Review: Film Action Gaya Hollywood dengan Estetika Jepang

Film

Masa Keemasan Hollywood: ‘Blessing in Disguise’ Pasca Depresi Ekonomi Masa Keemasan Hollywood: ‘Blessing in Disguise’ Pasca Depresi Ekonomi

Masa Keemasan Hollywood: ‘Blessing in Disguise’ Pasca Depresi Ekonomi

Culture

Advertisement
Connect