Connect with us
Photo: Phil Bray/Netflix

Cultura Lists

5 Best Netflix Limited Series Worth to Binge

Tontonan seru yang dijamin langsung tamat dalam satu musim.

Netflix Limited Series merupakan serial yang hanya merilis satu musim dan langsung tamat. Berbeda dengan serial-serial franchise besar yang bisa dikembangkan menjadi tontonan dengan musim baru di masa depan.

Biasanya limited series hanya terdiri dari 6 hingga 10 episode saja permusim. Dengan durasi normal kurang lebih 50 menit per episode. Serial dengan perilisan limited seperti ini bisa jadi alternatif tontonan instan buat kita yang sibuk dan tidak mau terikat oleh franchise besar.

Karena kalau sudah terlanjur sayang, penantian akan musim baru bisa makin bikin tidak sabar. Netflix Limited Series biasanya dijadikan media untuk konten biografi tokoh, investigasi kriminal, atau sekadar sajian fiksi ilmiah yang ringkas. Berikut sederet limited series di Netflix yang layak untuk di-binge.

The Queen’s Gambit

“The Queen’s Gambit” berlatar pada masa perang dingin Amerika dan Rusia pada tahun 50-an hingga 60-an. Semenjak ibunya meninggal dalam kecelakan tragis, Beth Harmon pun harus memulai kehidupan baru di sebuah panti asuhan.

Ketika Beth sudah tidak memiliki apa-apa lagi, Ia mulai tertarik pada sebuah papan catur ketika melihat seorang janitor memainkannya di basement panti asuhan. Catur akhirnya menjadi hal yang akan mengubah kehidupan Beth Harmon dari masa kecil yang malang.

Sempat trending Netflix, “The Queen’s Gambit” merupakan salah satu serial terbaik Netflix pada 2020. Dibintang oleh Anna Taylor-Joy, menjadi penampilan akting terbaiknya sebagai Beth Harmon. Serial ini memiliki desain produksi yang maksimal. Mulai dari transformasi penampilan Beth, hingga lokasi-lokasi turnamen catur di berbagai negara yang selalu mempesona.

Episode: 7
Durasi: 6-67 menit

Maniac

Dibintangi oleh Emma Stone dan Jonah Hill, “Maniac” bergenre drama fiksi ilmiah latar post-futuristic. Plot berpusat pada sebuah praktek terapi khusus, dimana sekelompok ilmuwan sedang mengembangkan metode penyembuhan psikologi menggunakan pil dan simulasi rekayasa kesadaran.

Dalam kisah ini, kita akan melihat dua karakter utama terjebak dalam berbagai latar cerita berbeda dalam simulasi. Mulai dari pasangan suami istri di era 80an, agen rahasia Rusia, hingga petualangan di dunia fantasi.

Menjadi sali salah satu Netflix Limited Series yang underrated, mungkin masih ada yang belum nonton. Padahal serial ini memiliki konsep cerita yang original, kreatif, unik, dan didukung dengan desain produksi yang maksimal. Selain menyajikan semesta fiksi ilmiah yang surreal, ada sentuhan humor, isu kesehatan mental, dan berbagai konflik pribadi yang emosional terkandung dalam naskah miniseries ini.

Episode: 10
Durasi: 26-47 menit

Midnight Mass

Berlatar di sebuah pulau kecil dengan komunitas gereja Katolik yang masih konservatif, Crockett Island, sebuah keajaiban mulai melingkupi pulau tersebut ketika seorang pendeta muda datang ke gereja St. Patrick. Pendeta Paul Hill ternyata tidak hanya membawa ‘keajaiban’ ke Crockett Island, namun ‘sesuatu’ yang lebih berkuasa untuk memberikan kehidupan kekal atau justru kutukan dan kebinasaan.

“Midnight Mass” bisa jadi merupakan karya terbaik Mike Flanagan yang pernah Ia tulis. Menjadi karya yang memakan waktu bertahun-tahun sebelum diproduksi, kerja keras Flanagan sesuai dengan hasil akhir serial folk horor yang nyaris sempurna ini.

Selain “Midnight Mass”, Flanagan menjadi sutradara yang sejauh ini punya record tanpa celah di katalog Netflix. Dua limited series horor dari Mike Flanagan yang juga binge-worthy di Netflix adalah “The Haunting of Hill House” dan “The Haunting of Bly Manor”.

Episode: 7
Durasi: 60-71 menit

Unbelievable

Secara garis besar, cerita yang diangkat dalam serial “Unbelievable” berdasarkan kasus asusila masal dengan banyak perempuan sebagai korban. Namun, kisah diawali dengan kasus asusila yang menimpa seorang gadis remaja 18 tahun di Washington bernama Marie Adler.

Berbeda dengan para korban lainnya, kasus Marie tidak ditangani dengan benar hanya karena latar belakang Marie yang kurang baik. Ia hanya seorang anak yatim piatu dengan catatan keluar masuk rumah pengasuhan karena masalah yang ia buat.

Adaptasi true crime ini memiliki komposisi sudut pandang yang berhasil mencangkup setiap pihak krusial. Mulai dari korban, detektif yang menangani kasus dengan serius, polisi yang skeptik, hingga pendapat masyarakat awam. Bagaimana muncul stigma, hingga tekanan, justru pada korban ketimbang pelaku yang bebas berkeliaran seperti ‘hantu’.

Menjadi salah satu serial true crime yang cukup berat untuk ditonton, namun ditutup dengan kasus yang terselesaikan. Drama true crime ini juga tidak berpihak pada pelaku, dimana kebanyakan serial Netflix bergenre serupa kini selalu menceritakan kembali dengan romantisme pelaku tindakan kriminal.

Episode:8
Durasi: 43-58 menit

Pretend It’s a City

Buat penggemar pembicara berintelektual dan berbudaya, dijamin akan menikmati perbincangan Martin Scorsese dan Fran Lebowitz dalam “Pretend It’s A City”. Limited series satu ini memiliki format yang cukup hibrida. Sinematiknya dapat, materinya mendalam, dipresentasikan seperti dokumentasi semi talkshow. Kita akan menyimak kedua seniman sekaligus sahabat karib ini mengagumi sekaligus menyampaikan komplain mereka tentang New York.

Setiap episode akan membuat berbagai topik pembicaraan yang memikat dan bergizi. Keseruan setiap episodenya dikarenakan dua tokoh yang secara natural memiliki pemahaman dan perspektif yang intelek. Mulai dari Martin Scorsese yang sudah kita kenal adalah sosok sutradara berbakat dan masih produksi di usianya yang sudah lanjut. Bersama Fran Lebowitz, penulis idealis dengan selera tinggi dan pendapat yang blak-blakan.

Episode: 7
Durasi: 26-31 menit

House of the Dragon (Episode 6) House of the Dragon (Episode 6)

House of the Dragon (Episode 6) Review: The Princess and the Queen

TV

Cyberpunk: Edgerunners Cyberpunk: Edgerunners

Cyberpunk: Edgerunners Review – Kebrutalan Menawan Petualangan David Martinez di Night City

TV

The Outsider Review The Outsider Review

10 Film Hollywood dengan Estetika Jepang

Cultura Lists

Happiest Season Happiest Season

Rekomendasi Film Chick Flick 2020an

Cultura Lists

Connect