Entertainment

Tips Menentukan Pilihan Menonton Film di Streaming Platform Secara Efektif

Banyak pilihan makin bingung mau nonton yang mana duluan?

Semakin banyak streaming platform film berbayar yang kini tersedia di Indonesia. Akses untuk film jadi semakin banyak dan bervariasi. Tidak melulu film Hollywood dan K-drama, kita sekarang juga bisa menonton film dari berbagai negara yang pastinya memiliki ciri estetika berbeda. Referensi kita jadi semakin banyak tentang film. Film Indonesia yang biasanya sulit diakses legal secara online juga semakin banyak. Bahkan masuk di platform besar seperti Netflix dan Disney+ Hotstar.

Namun, apa ada yang pernah merasa semakin bingung dengan pilihan konten film yang semakin banyak di streaming platform? Apalagi setiap platform memiliki fitur watchlist untuk menandai film-film yang Ingin kita tonton. Berapa banyak film yang hanya berakhir di watchlist selamanya?

Kebingungan menentukan pilihan ketika ada banyak pilihan merupakan fenomena yang wajar. The paradox of choice oleh Barry Schwartz tampaknya paling cocok untuk mengamati fenomena ini. Dimana menurut ahli psikologi tersebut, semakin banyak pilihan tidak akan membuat orang bahagia dan menemukan apa yang benar-benar mereka butuhkan. Kebanyakan pilihan justru membuat orang merasa stres dan mengalami konflik dalam menentukan pilihan.

Tips Menentukan Pilihan Menonton Film di Streaming Platform Secara Efektif

Photo via Pexels

Ketika menonton film yang tidak bagus dari sekian banyak pilihan, kita jadi semakin menyesal dan tidak menikmati waktu selama menonton. Streaming platform juga memiliki feature untuk meninggalkan film jika kita merasa bosan, jadinya makin banyak film yang tidak selesai kita tonton. Padahal cukup rugi kalau dalam sebulan kita hanya nonton sedikit film setelah membayar biaya langganan per bulan.

Oleh karena itu, kalau bisa dimaksimalkan supaya untungnya banyak. Berikut tips memilih film di streaming platform supaya pengalaman streaming kita makin efektif dan maksimal.

1. Buat Watchlist dengan Tema Spesifik

Salah satu saran dalam menyikapi fenomena paradox of choice adalah membuat daftar. Lebih dari sekadar menambahkan film dalam watchlist, kita harus punya daftar film yang ingin ditonton dengan tema yang lebih spesifik. Misalnya, menonton sederet film aktor idola atau sutradara favorit yang filmnya lagi ada di streaming platform tertentu. Atau daftar menarik seperti menonton semua film animasi Ghibli terbaik di Netflix, film bertema keluarga disfungsional, film dokumenter inspiratif, dan masih banyak lagi.

Kita juga bisa menyesuaikan dengan musim atau trend. Misalnya pada bulan Oktober yang identik dengan film horor. Kita bisa menonton sederet film horor Indonesia terbaik, film slasher, dan masih banyak lagi genre horor spesifik atau tema cerita yang khusus untuk kita buat daftarnya.

Kita bisa membuat sendiri daftar film yang ingin ditonton, atau yang paling mudah mencari di website-website media khusus film. Jadikan daftar tersebut semacam watchlist challenge yang harus kita tuntaskan. Seperti Cultura Lists yang selalu memberi rekomendasi tontonan di akhir pekan.

2. Utamakan Film Klasik yang Masih Tersedia di Streaming Platform

Kini akses akan film-film klasik yang bagus semakin banyak di streaming platform. Namun, tidak semua film klasik tersebut bertahan lama di katalog platform tertentu. Oleh karena itu, ketika melihat ada film klasik baru di katalog, langsung saja ditonton ketika ada waktu. Apalagi kalau film tersebut memang sudah dari lama ingin ditonton, sebelum lupa dan film tersebut ditarik dari katalog di platform tersebut.

3. Digging Film Klasik Indonesia

Selain film-film klasik Hollywood, ada banyak juga film klasik Indonesia yang masuk streaming platform. Kebanyakan film lama dari era 2000-an awal. Mungkin film-film yang dulu terlewatkan ketika sedang tayang di bioskop.

Ada banyak film drama Indonesia dari era 2000-an yang patut ditonton di streaming platform saat ini. Beberapa rekomendasi seperti “Janji Joni” (2005) dan “Gie” (2005) bisa ditonton di Disney+ Hotstar. Kemudian ada “Pintu Terlarang” (2009), “Arisan!” (2003), “Lovely Man” (2011), dan masih banyak film Indonesia terbaik lainya juga tersedia di Netflix.

4. Jangan Lewatkan Film Orisinal yang Trending

Platform streaming Netflix cukup membantu dengan adanya ranking tontonan populer pada homepage. Tak hanya Original Netflix terbaru yang kerap trending, ada juga judul lama yang baru saja masuk katalog tetap trending mungkin karena memang bagus. Kalau memang kelihatan menarik dan dari genre favorit, coba langsung ditonton saja!

Kita juga selalu bisa mengikuti trend film yang sedang hangat dibicarakan di media sosial. Melalui media sosial pula, kita bisa melihat komentar atau pendapat orang lain yang lebih apa adanya, bagus atau buruknya kualitas film orisinal terbaru yang ditawarkan oleh streaming platform kekinian.

5. Baca Review Film di Media Terpercaya

Menonton film yang buruk sampai selesai sebetulnya juga termasuk pengalaman. Lebih maksimal daripada tidak menonton film sampai habis. Karena untuk mengapresiasi film yang bagus, jika juga harus paham standar film yang buruk itu seperti apa. Kita juga bisa jadi lebih kritis dan peka dalam analisa film jika tidak langsung skip film yang buruk.

Namun, bagi yang memang tidak suka menghabiskan waktu dengan film berkualitas rendah, selalu ada review film yang bisa dibaca. Sekarang sudah banyak media review film lokal yang memberikan ulasan update dan kredibel, salah satunya Cultura.

Itu tadi beberapa tips yang bisa diterapkan jika mengalami kesulitan dalam menentukan tontonan di streaming platform dengan pilihannya yang tidak terbatas. Selamat menonton!

Bernadetta Yucki

Writer, hardcore movie enthusiast who believes in pop culture.

Share
Published by
Bernadetta Yucki