Connect with us
Film Horor Indonesia Terbaik
Suzzanna Bernapas Dalam Kubur

Cultura Lists

10 Film Horor Indonesia Terbaik

Rekomendasi film horor lokal terbaik dari era perfilman modern.

Film horor Indonesia telah mengalami perkembangan kualitas beberapa tahun belakangan ini. Hal ini tak lepas dari selera penonton Indonesia yang sudah semakin pandai dalam menilai kualitas film. Kita sudah lelah dikagetkan atau disuguhi cerita horor yang terlalu direkayasa.

Tantangan film horor adalah untuk meyakinkan penonton akan cerita yang disampaikan dengan tujuan meneror penonton. Naskah yang ditulis harus berkualitas, kemudian didukung dengan pengarahan yang baik, produksi, lokasi dan properti yang otentik, hingga kualitas akting pemainnya. Berikut adalah daftar film horor Indonesia terbaik di era modern yang telah memenuhi standar film horor yang dieksekusi dengan serius.

Pengabdi Setan (2017)

Pengabdi Setan merupakan salah satu judul film horor Indonesia yang tidak bisa dilupakan dalam daftar terbaik ini. Pertama, salah satu faktor yang mendukung kesuksesan film ini adalah promosinya yang berhasil membangun hype masyarakat kala itu. Joko Anwar sangat percaya diri bahwa filmnya ini patut ditonton karena benar-benar berkualitas.

Tak hanya promosi secara umum dengan trailer dan press kit, Joko Anwar sendiri mau berkolaborasi dengan beberapa YouTuber lokal dengan konten berkualitas untuk mempromosikan filmnya. Pengabdi Setan pun membuktikan bahwa film ini memang patut mendapatkan antusiasme besar karena kembali menaikan standar film horor di Indonesia.

Ratu Ilmu Hitam (2019)

Ratu Ilmu Hitam sebetulnya merupakan salah satu film yang diadaptasi dari koleksi horor lawas Indonesia dengan judul serupa pada tahun 1981. Sama dengan Pengabdi Setan yang diadaptasi dari versi pertamanya di tahun 1980.

Joko Anwar kali ini hanya mengambil bagian dalam penulisan naskah film, Ratu Ilmu Hitam versi 2019 disutradarai oleh Kimo Stamboel. Jika versi pertamanya lebih fokus pada tokoh Murni yang diperankan oleh Suzanna, versi terbaru menyuguhkan kisah dari perspektif korban Sang Ratu ilmu hitam. Film ini didominasi dengan banyak adegan gore dan kengerian yang akan bikin penonton merinding. Divisi makeup artist dalam film ini patut diapresiasi karena mampu merekayasa luka dan penampilan karakter secara detail.

Kafir: Bersekutu dengan Setan (2018)

Kafir: Bersekutu dengan Setan merupakan film horor karya sutradara Azhar Kinoi Lubis. Sri adalah seorang istri yang dikaruniai oleh dua anak. Namun, ketika sang suami, Herman, meninggal secara tidak wajar, kehidupan Sri pun mulai terusik dengan bayangan-bayangan yang membuatnya paranoid.

Sutradara dan penulis Kafir hendak mengangkat kembali materi horor lawas dengan membawa kita kembali latar waktu tahun 80-90an. Hal tersebut membuat materi supranatural yang hendak disajikan terasa lebih menyakinkan dengan kehidupan di masa minim teknologi, dimana orang masih percaya dengan kutukan dan pergi ke dukun.

Sunyi (2019)

Sunyi merupakan film drama remaja yang bersumber dari Whispering Corridors yang populer di Korea pada 1998 silam. Film yang disutradarai oleh Awi Suryadi ini lebih memiliki produksi visual yang enak dipandang dan remaja banget. Sunyi berlokasi di sebuah sekolah swasta modern dengan seragam yang modis. Sinematografi terasa bersih dan didominasi dengan warna-warna dingin.

Secara produksi keseluruhan, film ini setara dengan film-film drama Korea yang disukai banyak remaja. Karakternya juga diperankan oleh sederet aktor muda Indonesia populer seperti, Amanda Rawles dan Angga Aldi Yunanda sebagai pemeran utama. Sunyi tak hanya menyuguhkan materi horor, namun juga isu bullying yang kerap terjadi di sekolah.

Pocong The Origin (2019)

Pocong merupakan salah satu makhluk gaib lokal yang masih menakutkan hingga saat ini. Meski sosok gaib satu ini sudah sering diangkat ke layar lebar, hanya Pocong The Origin yang memiliki penulisan cerita paling menarik. Bukan pocong yang sekedar meneror karena balas dendam, Pocong The Origin menyuguhkan cerita pendukung yang berbeda tentang pocong yang selama ini kita lihat di film horor pendahulunya. Sentuhan drama yang diselipkan dalam film ini juga akan memberikan rasa iba dan emosional yang menyentuh.

Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 (2020)

Sebelum Iblis Menjemput merupakan film horor karya Timo Tjahjanto, dibintangi oleh Chelsea Islan dan Pevita Pearce. Film ini sudah memiliki sekuel keduanya yang lebih bagus penulisan ceritanya dibandingkan yang pertama. Jadi, untuk memahami kisah dari sekuelnya, mau tak mau kita harus menonton film pertamanya. Sebelum Iblis Menjemput memiliki cerita horor bertema perjanjian dengan setan yang sudah cukup banyak diadaptasi sebelumnya. Buat penonton yang suka ditakuti-takuti oleh penampakan sosok menyeramkan, film ini memiliki desain makhluk gaib yang cukup meneror.

Mangkujiwo (2020)

Satu lagi sosok makhluk gaib lokal yang paling ditakuti adalah Kuntilanak. Kita bisa melihat asal usul hantu dengan sosok wanita menyeramkan ini melalui film Mangkujiwo. Film ini disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis, dibintangi oleh Asmara Abigail dan Sujiwo Tejo. Film ini juga merupakan salah satu film horor dengan latar waktu cerita di masa lampau, ketika hal-hal berbau supranatural masih relevan.

Ibarat horor Hollywood memiliki nuansa gothic ala barat, Mangkujiwo merupakan film horror khas Indonesia dengan referensi budaya yang etnik. Film ini lebih mengungkap kisah sebelum Kuntilanak menjadi sosok gaib, namun dimulai dari kisah malang mantan penari ronggeng bernama Kanti yang diperlakukan bagai binatang dan akan membuat kita tidak nyaman.

Baca Juga: Mangkujiwo Review

Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur (2018)

Capek nonton film horor lokal yang hanya meneror penonton? Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur bisa menjadi tonton seru meski dengan replika sosok sundel bolong ala Suzzanna yang sampai sekarang mungkin masih menjadi mimpi buruk orangtua kita. Film horor komedi ini disutradarai oleh Rocky Soraya, diadaptasi dari film horor lawas Sundelbolong pada tahun 1981 yang disutradarai oleh Sisworo Gautama Putra.

Kita tidak bisa komplain bahwa sundel bolong yang diperankan oleh Suzanna lebih seram dari versi modern ini. Luna Maya sebagai Suzzanna dalam film ini “menjelma” sebagai sosok Ratu Horor Indonesia yang legendaris tersebut berkat kualitas makeup yang maksimal. Produksi film secara keseluruhan juga mendukung tampil set dan setiap adegan tampak otentik dan jauh dari kata murahan. Film horor ini memiliki sentuhan komedi yang cukup mendominasi, jadi tidak terlalu mengerikan namun tetap berkualitas.

Perempuan Tanah Jahanam (2019)

Satu lagi film horor dari sutradara Joko Anwar yang sempat mencuri perhatian penikmat film lokal yaitu Perempuan Tanah Jahanam. Kesuksesan Pengabdi Setan membuat sutradara kawakan Indonesia ini semakin dinanti-nanti film horor terbarunya. Dengan latar kehidupan yang mulai memasuki zaman modern, Perempuan Tanah Jahanam bercerita tentang Maya dan temannya Dini yang sedang mengalami kesulitan finansial. Ketika sudah putus asa, Maya pun mengajak sahabatnya pulang ke kampung halamannya dengan harapan mendapatkan warisan. Alih-alih rezeki, Maya dan Dini justru harus menghadapi nasib sial yang mengerikan.

A Mother’s Love (2018)

Beberapa tahun belakangan ini tampaknya Joko Anwar sangat gemar menciptakan film horor. Satu lagi film horor karya Joko Anwar yang tidak terlalu booming adalah A Mother’s Love, namun film ini sangat layak untuk ditonton di HBO Asia. Film drama horor ini hendak mengangkat sosok hantu lokal yaitu Wewe Gombel.

Bercerita tentang Murni, seorang single parent yang memiliki anak laki-laki bernama Jody. Karena hidup dalam kemiskinan, Murni sering berpindah-pindah kontrakan. Hingga suatu hari, Murni menemukan hal yang tidak terbayangkan di loteng rumah singgah baru mereka. Tidak terus menggunakan format yang sama, Joko Anwar menulis film ini lebih dengan gaya horor suspense. Sinematografi film ini juga berbeda dengan film horor generik yang hendak menyuguhkan jumpscare seperti Pengabdi Setan. Lebih ke narasi yang menitik beratkan esensi pada cerita yang membuat penonton berpikir.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect