Connect with us
They Cloned Tyrone
Netflix

Film

They Cloned Tyrone Review: Bukan Film Cloning Sci-Fi Biasa

Memadukan elemen komedi, misteri fiksi ilmiah, dan social commentary dari black community.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

“They Cloned Tyrone” merupakan film Netflix Original terbaru sekaligus karya debut dari Juel Taylor. Dibintangi oleh John Boyega sebagai Fontaine, seorang pengedar obat terlarang dengan kehidupan sulit, terbangun untuk mengumpulkan uang hasil penjualan obat-obatan di pemukiman tempat tinggalnya.

Ketika fenomena aneh terjadi dalam rutinitas Fortaine, ia bersama mucikari bernama Slick (Jamie Foxx) dan PSK yang ingin berhenti, Yo-Yo (Teyonah Parris), melakukan investigasi bersama dan mengungkap rahasia tak terbayangkan, tersembunyi di pemukiman dimana mereka tumbuh selama ini.

“They Cloned Tyrone” sempat menarik perhatian pertama kali diperkenalkan melalui teaser pada awal tahun ini oleh Netflix. Hingga akhirnya bersiap rilis dipekan yang bersamaan dengan “Barbie” dan “Oppenheimer” yang fenomenal di bioskop seluruh dunia. Siapa yang peduli dengan film terbaru di platform streaming tanpa promosi besar-besaran? Namun “They Cloned Tyrone” bisa jadi film misteri komedi yang sayang untuk kita lewatkan.

They Cloned Tyrone

Eksperimen Debut Juel Taylor Padukan Berbagai Elemen Sci-fi dan Black Culture

Jika harus mendefinisikan genre dari “They Cloned Tyrone”, dipermukaan ini adalah film misteri fiksi ilmiah dengan black culture sebagai jantung tema. Namun film debut dari Juel Taylor ini mengandung berbagai elemen referensi dari berbagai genre dan tema skenario populer.

Film ini terlihat seperti “Blaxpoitation” dari era 70an, komedi misteri ala ‘Scooby-Doo’, hingga social commentary khususnya untuk black community seperti “Get Out” dan “Sorry to Bother You”. Beberapa adegan juga akan terasa seperti “Groundhog Day”.

Namun, dengan segala referensi tersebut “They Cloned Tyrone” terlihat sebagai film baru dengan plot yang baru pula. Dengan kekalutan latar dan elemen, plot film ini mengadaptasi alur linear, membantu penonton untuk menavigasi cerita dengan lebih mudah. Mungkin tantangannya adalah pada memahami dari esensi dari ceritanya. Pada bagian ini film akan terasa cukup niche. Namun secara keseluruhan plot misteri fantasinya tetap seru diikuti dengan twist yang jenaka dan cerdik.

They Cloned Tyrone

Latar Retro Futuristik sebagai Sajian Visual Solid

“They Cloned Tyrone” merupakan film dengan latar waktu masa kini meskipun terasa seperti dari era 70an atau 90an di Amerika Serikat. Hal ini bisa kita identifikasi melalui Yo-Yo yan berbicara tentang blockchain dan bitcon, Fortaine yang menyebut Presiden Barrack Obama, serta perbincangannya dengan seorang bocah tentang kartun anak-anak, “Spongebob Squarepants”.

Sementara vibes 70an sangat terlihat melalui gaya berpakaian setiap karakter. Terutama pada karakter Silk dan Yo-Yo, sementara Fortaine tampil dengan gaya fashion yang terlihat seperti dari era 2010an.

Pilihan estetika ini hadir untuk melengkapi elemen fiksi ilmiah dalam naskah. Terutama untuk menggaris bawahi tema konspirasi pemerintah dalam mengontrol dan memanipulasi lingkungan dalam cerita ini. Meski terangkai dari berbagai referensi era yang berbeda, desain produksi mengemas semuanya dengan mulus dan sinkron.

Butuh pengamatan dua kali untuk menyadari ‘gelembung’ latar yang diciptakan sebagai latar cerita proyek clonning pemenrintahan ini. Tidak langsung terlihat kejanggalannya, menjaga misteri hingga waktunya tiba untuk diungkap melalui narasi.

Dinamika Trio Fontaine, Silk, dan Yo-Yo yang Seru dalam Memecahkan Misteri

Trio dalam “They Cloned Tyrone” memiliki dinamika ala tim pengungkap misteri Mystery Incorporated dari ‘Scooby-Doo’. Terdiri dari tiga karakter dengan penokohan eksentrik, baik secara visual maupun kepribadian. Mulai dari Yo-Yo lebih dari sekadar eye candy, namun juga cerdik dan memiliki semangat juang tinggi. Kemudian Slick yang flamboyan, kemudian Fortaine, ‘Squidward’ yang serius dan galak. Dinamika trio yang sebetulnya terbentuk secara tidak terduga ini akhirnya menciptakan interaksi komedi dan kerja sama dalam investigasi misteri clonning yang seru untuk disimak.

Interaksi benci-cinta antara Jamie Foxx sebagai Slick dan Teyonah Parris sebagai Yo-Yo terasa berkesan. Meski dengan arahan dialog yang dramatis nan komedi ala film-film dari skena black culture. Sementara John Boyega tak kalah sukses membawakan karakter Fontaine sebagai protagonis anti-hero dalam skenario ini.

Satu lagi film Netflix Original yang mungkin luput dari media pada pekan perilisannya, “They Cloned Tyrone” merupakan film terbaru di platform ini yang layak untuk di-streaming. Mulai dari tema cerita, desain produksi, dan penampilan aktor-aktornya, semuanya sudah on point.

The Iron Claw Review The Iron Claw Review

The Iron Claw Review: Biopik Tragedi Pegulat Von Erich Bersaudara

Film

Furiosa A Mad Max Saga Review Furiosa A Mad Max Saga Review

Furiosa: A Mad Max Saga Review – Masa Lalu dan Dendam Furiosa

Film

Monkey Man Review Monkey Man Review

Monkey Man Review: Bukan John Wick Versi India

Film

The First Omen The First Omen

The First Omen Review: Prekuel Horor Religi Lebih Sinematik

Film

Connect