Connect with us
Secret Invasion Episode 5 Review: Harvest
Marvel Studios

TV

Secret Invasion Episode 5 Review: Harvest

Jadi episode cooldown dan transisi menuju babak besar berikutnya.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

“Secret Invasion” telah mencapai Episode 5, perjalanan terasa sulit dan banyak luka emosional jika kita mendukung Nick Fury sebagai protagonis. Kita semua sudah paham keseluruhan serial MCU terbaru ini merupakan redemption arc Fury yang meninggalkan kaum Skrull di Bumi untuk menyelamatkan alam semesta. Tak lama kita akan mencapai finale dari serial ini, dengan dua episode tersisa.

Dalam “Secret Invasion” Episode 5 bertajuk ‘Harvest’, Nick Fury masih terpojok dan hanya berhasil mengamankan satu kemenangan (usaha menghentikan serangan misil pada Episode 3).Gravik masih unggul namun mulai terlihat villain arc yang mampu menjadi bomerang baginya terkait motivasinya dalam memulai invasi dan perang dengan umat manusia, dalam nama kaum Skrull.

Secret Invasion Episode 5 Review: Harvest

Gravik Menginginkan ‘Harvest’ dari Nick Fury

(Spoiler Alert!) Sejak Episode 2, ketika G’iah mengetahui rencana Gravik untuk menciptakan Super Skrull melalui penyatuan DNA manusia super atau entitas super lainnya (Groot), Harvest mulai menjadi misteri item yang berkembang dalam arc ini dan mengapa Gravik sangat menginginkannya.

Dalam “Secret Invasion” Episode 5 ini, Pagon akhirnya mengungkapkan apa yang dicari oleh kelompok Skrull pemberontak. Meskipun formula Super Skrull yang ada telah memberikan Gravik kekuatan yang cukup besar saat ini, Harvest masih menjadi yang paling diingikan karena item tersebut merupakan sampel DNA dari Avengers, jelas mengandung kekuatan superhero terbaik yang menggiurkan untuk menyempurnakan project Super Skrull.

Nick Fury menjelaskan kepada agen MI6 Sonya Falsworth bahwa Harvest diperoleh dengan mengumpulkan darah yang tumpah dari para Avengers ketika pertempur melawan Thanos dalam “Avengers: Endgame”. Bertindak atas perintah Fury, kelompok Skrull dipimpin oleh Gravik sendiri menyamar dan menyusup ke medan perang untuk mengambil sampel-sampel tersebut.

Fury berspekulasi bahwa DNA ini akhirnya menjadi inspirasi bagi penciptaan mesin Super Skrull oleh Gravik. Sonya akhirnya sampai pada kesimpulan yang tak bisa terbantahkan adalah kekacauan saat ini diakibatkan oleh Nick Fury sendiri.

Perubahan Startegi Gravik dan Permainan Kekuasaannya yang Semakin Kejam

Invasi rahasia dan usaha spionase tidak pernah menjadi strategi utama Gravik dalam menimbulkan perang, Gravik selalu menginginkan pendekatan yang lebih radikal. Setelah upaya pembunuhan Presiden Amerika gagal, ia pun melakukan penyesuaian strategi. Karena tidak mungkin lagi menyalahkan Rusia atas serangan terhadap Presiden Ritson, Gravik kemudian menyiratkan bahwa serangan tersebut adalah usaha bersama dari Rusia dan Skrull. Dia bahkan menginstruksikan Raava (Skrull yang menyamar sebagai James Rhodes) untuk mengungkapkan markas dari Skrull pemberontak. Mendesak Amerika untuk melancarkan serangan bom ke tanah Rusia.

Kini rencana Gravik adalah mengancam nyawa manusia hingga Skrull, serta ancaman akan dimulainya Perang Dunia III. Ia percaya bahwa ancaman ini cukup untuk membuat Nick Fury menyerahkan Harvest padanya.

Pada “Secret Invasion” Episode 5 ini, perubahan strategi Gravik semakin menimbulkan pertanyaan sebagai jenderal perang. Seperti kata G’iah, ia mulai ragu apa Gravik pemimpin Skrull yang hendak membawa kaumnya menuju kebebasan, atau kriminal perang yang rela mengorbankan kaumnya sendiri demi kekuasaan.

Ini membuat latar belakang karakter Gravik hanya mendapatkan eksplorasi yang minim, membuatnya menjadi tipikal villain satu dimensi yang sayangnya sudah terlalu sering terlihat dalam MCU selama ini, terutama pada fase-fase pertama.

Nick Fury Terbang ke Finlandia untuk Langkah Selanjutnya

Nick Fury pada akhirnya menyadari rencana Gravik dan berniat untuk menyetujui kesepakatan yang diajukan padanya. Dengan bantuan tak terduga dari Rick Mason (mantan agen S.H.I.E.L.D yang sempat terlihat dalam “Black Widow”), Fury melarikan diri dari Rusia menuju Finlandia untuk mengambil Harvest. Tidak lama kemudian, dia menerima bantuan juga dari agen Falsworth, memberikan tumpangan menuju pemakaman di mana Fury menyimpan DNA Avengers dan beberapa perlengkapan lamanya.

Meskipun hubungan antara Fury dan Falsworth yang sesungguhnya belum terlalu diungkap, terlihat bahwa Fury pada episode ini percaya pada Falsworth. Setidaknya untuk saat ini, ketika semua orang yang ia percaya ternyata memiliki motivasi lain atau telah diambil alih identitasnya oleh Skrull. Tak hanya kita, Falsworth ternyata juga masih heran, mengapa Fury tidak memanggil teman-teman supernya, kita tau beberapa Avengers dan superhero lainnya masih ada di suatu tempat.

Namun permasalahan kali ini ternyata terlalu personal bagi Nick Fury. Ini bukan seperti serangan alien yang di luar kendalinya. Ia tidak ingin umat manusia terus mengandalkan superhero untuk menyelesaikan masalah mereka; dan untuk kali ini, plot memang menunjukan bagaimana kronologi memperlihatkan konsekuensi dari setiap keputusan pribadinya atas event “Secret Invasion”.

“Secret Invasion” Episode 5 akhirnya kembali menjadi episode transisi, setelah episode 3 dan 4 yang intens, episode ini menjadi semacam cooling down sementara. Meskipun bukan episode yang terbaik dari kelima episode yang telah ada, namun pastinya mengandungkan informasi-informasi penting yang dibutuhkan untuk final act. Kelemahan masih terlihat bagaimana Nick Fury semakin terpojok, sementara Gravik yang semakin menjadi-jadi, kejam, dan rakus kekuatan.

Secret Invasion Episode 1 Review: Resurrection

Secret Invasion Episode 2 Review: Promises

Secret Invasion Episode 3 Review: Betrayed

Secret Invasion Episode 4 Review: Beloved

Hazbin Hotel Hazbin Hotel

Hazbin Hotel Review: Balada Hotel di Neraka

TV

Monkey Man Monkey Man

Film & Serial Terbaru April 2024

Cultura Lists

House of Ninjas House of Ninjas

House of Ninjas Review: Laga Ninja Berlatar Thriller Spionase Modern

TV

Echo Echo

Echo Review: Alaqua Cox Semakin Memikat dan Ikonik sebagai Maya Lopez

TV

Connect