Connect with us
Drive My Car
Photo: Janus Films

Cultura Lists

10 Rekomendasi Film Drama Mengharukan

Sederet film drama mengharukan yang bikin penonton patah hati sampai menangis.

Banyak film drama memiliki naskah melankolis yang mampu membuat penontonnya tersentuh hingga menangis. Mulai dari drama percintaan, persahabatan, hingga tragedi.

Pada momen tertentu, tak sedikit dari kita memang sengaja mencari film sedih untuk ditonton. Menonton film sampai menangis bisa menjadi salah satu kegiatan detoks bahkan menimbulkan perasaan relaks setelah filmnya selesai.

Yang sedang ingin menangis sehat, berikut ini sederet film drama mengharukan yang tersedia untuk di-streaming. Tak hanya mengundang air mata, beberapa film ini juga memiliki muatan kemanusian, moral, dan pelajaran kehidupan lainnya. Mulai dari kisah bangkit dari masa berkabung, hingga memaknai kehidupan selagi ada.

A Man Called Otto

Dibintangi oleh Tom Hanks, ia adalah Otto Anderson, seorang pria tua yang berkabung semenjak istrinya meninggal. Ketika dirinya nyaris mengambil keputusan besar yang nekad dalam hidupnya, satu keluarga baru pindah di dekat rumahnya. Keluarga tersebut selalu menemukan cara dalam mengagalkan rencana Otto, hingga suatu hari mereka justru menjalin hubungan baik. Otto pun memulai menjalin hubungan yang sudah lama terputus dengan tetangga dan orang-orang lain di sekitarnya.

Film-film Tom Hanks memang banyak yang selalu bikin penggemar film terharu. Selalin “A Man Called Otto”, yang masih termasuk baru “A Beautiful Day in the Neighbourhood” juga mengharukan.

Bukan film yang tragis seperti “The Green Mile”, kisah Otto akan membuat kita terharu dengan nuansa heartwarming-nya. Jadi bukan tipe film sedih yang terlalu bikin patah hati.

Where to stream: Netflix

Ketika Berhenti Di Sini

Menjadi film terfavorit penonton dalam ajang Festival Film Indonesia 2023, “Ketika Berhenti Di Sini” sudah bisa di-streaming. Film drama romansa ini menyajikan konsep yang berbeda dalam skena perfilman lokal.

Diceritakan Dita menjalin hubungan dengan laki-laki baru bernama Ifan, dua tahun setelah kekasih lamanya, Ed, meninggal. Namun, ia kembali terjebak di masa lalu ketika bertemu Ed kembali dengan menggunakan kacamata dengan teknologi AR (Augmented Reality).

Seperti film Umay Shahab sebelumnya, “Ketika Berhenti Di Sini” juga menjadi film romansa dengan nuansa melankolis sekaligus romantis. Dengan plot tragedi, rasa berkabung, dan nostalgia, film ini bisa menimbulkan perasaan haru pada penontonnya. Akting Prilly Latuconsina yang emosional juga bisa membuat penonton ikutan baper setiap kali Dita menangis.

Where to stream: Netflix

Miracle in Cell No.7

Kalau yang satu ini sudah terkenal sebagai film Korea Selatan paling bikin sedih. “Miracle in Cell No. 7” merupakan film drama keluarga tentang seorang ayah dan anak perempuannya. Film ini sudah di-remake oleh Indonesia dengan Vino G.

Sebastian sebagai bintannya, namun yang paling bagus tetap versi orisinalnya. Film Korea-nya dibintangi oleh Ryu Seung-ryong yang tahun lalu kembali populer berkat serial “Moving”. Film ini juga dibintangi aktris muda, Kal So-won dan Park Shin-hye.

Setelah dewasa dan menjadi pengacara, Ye-seung kembali menuntut kebenaran untuk membersihkan nama ayahnya, Yong-Goo. Yong-Goo adalah pria dengan keterbelakangan mental yang dituduh membunuh seorang gadis cilik.

Kalau film drama mengharukan ini membuat penonton bersedih karena ceritanya yang tragis. Chemistry antara Seung-ryong dengan So-won sangat mengharukan sebagai ayah dan anak. Dijamin tak pernah gagal bikin nangis, bahkan buat yang sudah nonton sebelumnya.

Where to stream: Netflix

Miracle on 34th Street

Keajaiban selanjutnya terkadi di Hollywood dalam “Miracle on 34th Street”. Film orisinalnya rilis pada 1947, namun yang tersedia untuk di-streaming yang versi 1994. Meski demikian, versi terbaru yang disutradarai oleh Les Mayfield adalah versi remake yang patut untuk ditonton.

Film bertema Natal ini dibintangi oleh Mara Wilson, yang pada era tersebut lebih terkenal melalui film “Matilda”. Film satu ini memiliki sentuhan fantasi dan komedi, namun tetap heartwarming dan mengharukan.

Kisah bermula ketika gadis 6 tahun, Susan, tidak percaya dengan Sinterklas. Ibunya pun menyewa seorang pria bernama Kris Kringle yang mengklaim bahwa dirinya adalah Sinterklas sungguhan. Namun, kesungguhan Kris akan klaim jati dirinya kemudian membuat dirinya terancam di kirim ke rumah sakit jiwa. Susan, bersama ibu dan seorang pengacara pun melakukan pembelaan dengan cara meyakinkan pengadilan bahwa Sinterklas memang nyata.

Where to stream: Disney+ Hotstar

Never Let Me Go

“Never Let Me Go” merupakan film drama romansa dengan sentuhan fantasi yang diadaptasi dari literasi Kazuo Ishiguro. Dibintangi oleh Carey Mulligan, Andrew Garfiled, dan Keira Knightley.

Menceritakan tiga bersahabat, Kathy H, Tommy, dan Ruth, mereka tinggal di sekolah asrama Hailsham. Bukan memperoleh pendidikan untuk meraih mimpi, takdir mereka sudah jelas; setelah berusia 20an, mereka akan menjadi pendonor organ vital.

Dengan konsep distopia-nya, “Never Let Me Go” merupakan kisah yang spesial di skenanya karena perspektif barunya. Dari pada melakukan perlawanan atau merencanakan kabur dari institusinya, anak-anak Hailsham pasrah dengan nasib mereka, termasuk Kathy H sebagai protagonisnya.

Where to stream: Disney+ Hotstar

Jojo Rabbit

“Jojo Rabbit” merupakan film anti perang dengan perspektif dari sudut pandang musuh besar pada Perang Dunia II, Nazi Jerman. Jojo Betzler adalah bocah yang sangat terobsesi dengan idealisme Nazi dan penggemar Hitler. Namun, setelah berkenalan dengan gadis Yahudi yang bersembunyi di rumahnya, secara perlahan ia memahami kebenaran dalam perang yang selama ini ia banggakan.

Melalui film ini, kita bisa melihat bagaimana banyak juga orang dari kubu Jerman yang lelah dengan perang. Bahwa pada akhirnya selalu ada orang baik bahkan di negara yang tampak seperti monster bagi dunia. Film ini awalnya lebih banyak bikin tertawa, namun menuju akhir akan membuat kita melihat banyak adegan mengundang tangis.

Where to stream: Disney+ Hotstar

Summer 1993

“Summer 1993” merupakan film drama Spanyol yang sempat masuk nominasi Oscars 2018. Disutradarai oleh Carla Simon, dibintangi oleh aktor muda, Laia Artigas. Frida adalah gadis 6 tahun yang harus pindah dari Barcelona setelah ibunya meninggal. Ia pindah ke pedesaan Catalan untuk tinggal bersama bibi, paman, dan sepupunya pada musim panas tahun 1993. Ini menjadi masa adaptasi yang cukup bagi Frida dari tinggal di kota besar ke pedesaan yang kontras.

Film childhood drama ini kurang lebih mirip dengan “The Quiet Girl” yang juga bisa di-streaming di KlikFilm. Dengan sekuen adegan kehidupan yang sederhana namun secara bertahan memberikan rasa nyaman dan menimbulkan sentimen, melalui prespektif Frida, kita bisa merasakan haru dengan hubungan yang ia miliki bersama keluarga barunya.

Where to stream: KlikFilm

My Life Without Me

“My Life Without Me” merupakan film drama yang menceritakan kisah Ann, diperankan oleh Sarah Polley. Ia divonis mengidap kanker dan hidupnya hanya tinggal beberapa bulan lagi. Ditampar dengan kenyataan mengejutkan, Ann memutuskan untuk menyembunyikan penyakitnya. Kemudian menghabiskan sisa hidupnya untuk memenuhi berbagai aspek kehidupannya yang belum maksimal. Ann membuat daftar dan mengijinkan dirinya untuk melakukan berbagai hal yang sebelumnya ia batasi sendiri.

Dalam kisah ini, Ann pun menemukan cinta, penemuan jati diri, dan akhir yang pasti. Plot tersebut membuat penonton mengeksplorasi tema keabadian, penyesalan, dan kekuatan transformatif dari penerimaan. Meskipun protagonis akan menghadapi kematian, “My Life Without Me” menjadi film penuh kehidupan dengan segala kerapuhan dan ketangguhannya yang akan menyentuh hati penontonnya.

Where to stream: KlikFilm

Drive My Car

“Drive My Car” menjadi wildcard dalam Best Picture Oscar 2022. Film drama Jepang ini disutradarai dan ditulis oleh Ryusuke Hamaguchi. Film drama road trip ini diangkat dari cerita pendek karya Haruki Murakami pada 2014.

Bercerita tentang seorang aktor sekaligus sutradara yang menduda semenjak dua tahun istrinya meninggal. Ketika mendapat tawaran menjadi sutradara di Hiroshima, Ia melakukan perjalanan dengan seorang wanita muda, Misaki Watari sebagai supirnya. “Drive My Car” menjadi film drama melankolis menyentuh hati dengan eksplorasi perasaan berkabung protagonisnya.

Where to stream: KlikFilm

Shoplifters

“Shoplifters” adalah film drama keluarga Jepang yang disutradari oleh Hirokazu Kore-eda. Dibintangi oleh Lily Franky dan Sakura Ando. Film drama satu ini berkisah tentang keluarga yang mengutil karena keadaan keluarga yang miskin dengan banyak anggota keluarga.

Osamu dan anaknya yang masih kecil, Shota, tiap harinya mengutil untuk kebutuhan sehari-hari. Hingga suatu hari, di malam yang dingin, ia mereka bertemu dengan seorang gadis cilik yang terkunci di luar balkon apartemennya, Yuri.

Kore-eda memang sudah hobi bikin penontonnya menangis. Baru-baru ini juga filmnya, “Monster” trending sebagai film paling bikin patah hati para cinephile Indonesia. Jadi buat yang masih ketagihan nangis karena film Kore-eda, “Shoplifters” jadi salah satu yang sedang tersedia untuk kita streaming.

Where to stream: KlikFilm

The Boys Season 3 The Boys Season 3

5 Hal Yang Patut Dinantikan dari “The Boys” Season 4

Cultura Lists

Rekomendasi Tayangan Terbaru Netflix Indonesia Juni 2024

Cultura Lists

Rekomendasi Film & Serial Prime Video Juni 2024

Cultura Lists

Bachiranun Review Bachiranun Review

Bachiranun Review: Kenangan Sutradara akan Kampung Halamannya di Yonaguni

Film

Connect