Connect with us
Under the Banner of Heaven

TV

Under the Banner of Heaven Review: Serial Kriminal dengan Sentuhan Religi

Seorang detektif mengalami krisis kepercayaan ketika menangani kasus pembunuhan di komunitas gerejanya.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Berlatar di tahun 1984, detektif Jep Pyre (Andrew Garfield) menangani kasus pembunuhan brutal seorang wanita Mormon, Brenda Lafferty (Daisy Edgar-Jones) dan bayi perempuannya. Bukan kasus pembunuhan biasa, kematian Brenda menjadi investigasi yang mengarah pada sisi gelap dari keluarga Lafferty dan gereja LDS. Sebagai anggota gereja yang sama, detektif Pyre mulai mempertanyakan kepercayaannya sendiri.

“Under the Banner of Heaven” merupakan serial drama kriminal terbaru yang kini sudah tersedia di Disney+ Hotstar. Sudah tersedia dua episode pertama, serial ini bisa menjadi tontonan buat kita mencari asupan drama thriller yang serius dengan naskah yang berkualitas.

Serial ini diangkat dari novel karya Jon Krakauer pada 2003 lalu berjudul serupa. Dimana novel itu juga merupakan adaptasi dari kasus kriminal sungguhan yang terjadi di komunitas gereja LDS di Utah. Serial ini memadupadankan materi sejarah dengan fiksi, untuk menghasilkan serial yang dramatis.

Antara Kepercayaan dan Logika dalam Investigasi Pembunuhan Sadis

Meski baru merilis dua episode pertama, “Under the Banner of Heaven” telah memberikan gambaran besar naskahnya. Berlatar di era 80an dalam komunitas yang religius, membuat serial investigasi kriminal ini memiliki aksen yang berbeda.

Tidak melulu mengandalkan logika, ada unsur religius yang mempengaruhi jalannya investigasi hingga faktor dari pembunuhan sadis pada seorang wanita Mormon yang sempurna. Namun tak lantas hanyut dalam sentimental agama yang berlebihan, serial ini memiliki komposisi yang sejauh ini masih stabil antara ajaran agama dan kode etik detektif.

Jep Pyre sendiri sebetulnya karakter fiksi yang diselipkan untuk memberikan efek dramatis. Dimana Ia menjadi pihak ketiga yang terpengaruh dengan kasus yang sedang Ia tangani, mengingat latar belakangnya yang juga seorang Mormon dan beribadah di gereja LDS. Ada momen di mana Ia terlihat terbawa perasaan, namun Ia juga karakter yang cukup tegas dan cerdas untuk kembali fokus dalam melaksanakan tugasnya.

Akan ada juga detektif pendamping dengan karakteristik generik yang lebih mengandalkan logika. Kehadirannya, diperlukan untuk membandingkan kontras antara karakter religius dan yang tidak.

Drama Kriminal Fase Lambat dengan Naskah Berbobot

“Under the Banner of Heaven” memiliki durasi yang cukup panjang per episodenya, sekitar 60 menit. Namun tidak akan terasa panjang karena naskahnya padat dan berbobot. Plot cerita yang disajikan maju mundur, antara sesi investigasi sebagai plot utama dan plot flashback ketika Brenda Lafferty masih hidup.

Ada cukup banyak fragmen cerita yang akan dikupas dan dieksplorasi untuk membentuk satu naskah kriminal yang kaya narasi. Mulai dari latar belakang Brenda yang lebih dari sekadar korban, Ia memiliki penokohan kuat yang menjadi sumbu kasus ini. Kemudian latar belakang dan sejarah agama Mormon yang dianut oleh keluarga Lafferty, hingga investigasi yang fokus pada tiga anak laki-laki dari keluarga Lafferty.

Setiap adegan dialog wawancara investigasi antara detektif Pyre dengan karakter-karakter terduga selalu memikat. Setiap percakapan dirangkai dengan narasi, opini, dan referensi cerita yang terdengar kaya materi. Produksi serial secara keseluruhan sangat serius dan generik. Mulai dari sinematografi dan pemilihan lagu latar juga standar. Mungkin karena lebih ingin fokus pada naskahnya yang memiliki banyak cerita untuk disampaikan. Desain produksi yang berlebihan hanya akan memecah fokus penonton.

Under the Banner of Heaven

Andrew Garfield Kembali Berhasil Perankan Karakter Religius

Ini bukan pertama kalinya kita melihat Andrew Garfield bermain sebagai karakter yang religius. Baru-baru ini Ia memberikan penampilan memukau sebagai bintang televisi Kristen yang bermasalah dalam “The Eyes of Tammy Faye”. Ia juga pernah menjadi orang Katolik taat dalam “Silence” (2016) dan “Hacksaw Ridge” (2017). Garfield sendiri mungkin sudah luwes kita mendapatkan peran-peran serupa, khususnya pada kesempatan kali ini dalam “Under the Banner of Heaven”.

Jika sebelumnya Ia menjadi pendeta yang seratus persen taat atau pemuka agama yang seratus persen salah, detektif Pyre menjadi karakter yang lebih “manusiawi” dan relevan. Ia taat agama, namun juga dituntut untuk tetap netral dan objektif. Melihat perkembangan psikis karakter utama ini akan sangat menarik sambil mengungkap misteri pembunuhan Brenda.

Selain Andrew Garfield, semua aktor dalam serial ini rata-rata memberikan penampilan akting yang memikat. Karakter seperti Brenda akan membuat kita menyayangkan kematiannya yang brutal. Sebagai wanita Mormon yang sempurna dan taat, Ia juga memiliki kharisma yang kuat dibandingkan perempuan lainnya. Sayangnya, hal itu ternyata telah menjadi ancaman bagi para pria di keluarga Lafferty. Sementara melihat karakter-karakter seperti Dan yang diperankan oleh Wyatt Russell akan membuat kita muak dan geregetan.

Ditengah semarak serial superhero dan fantasi yang semarak, “Under the Banner of Heaven” bisa menjadi asupan serial drama kriminal serius terbaru yang berbobot. Episode terbaru tersedia di Disney+ Hotstar setiap hari Rabu.

Cyberpunk: Edgerunners Cyberpunk: Edgerunners

Cyberpunk: Edgerunners Review – Kebrutalan Menawan Petualangan David Martinez di Night City

TV

House of the Dragon (Episode 5) Review House of the Dragon (Episode 5) Review

House of the Dragon (Episode 5) Review: We Light the Way

TV

King of the Narrow Sea Review King of the Narrow Sea Review

House of the Dragon (Episode 4) Review: King of the Narrow Sea

TV

The Photograph The Photograph

The Photograph Review: Tentang Menyikapi Masa Lalu dan Masa Depan

Film

Connect