Connect with us
The Eyes of Tammy Faye
Searchlight Pictures

Film

The Eyes of Tammy Faye Review

Penampilan maksimal Jessica Chastain sebagai televangelist, Tammy Faye. 

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Tammy Faye Messner adalah seorang pembawa acara televisi rohani di Amerika yang populer pada 1970-an. Bersama dengan mantan suaminya, Jim Bakker, mereka mendirikan The PTL Club, variety show dengan aneka konten yang memadukan antara siraman rohani dengan berbagai materi yang sesuai dengan gaya hidup masyarakat Amerika pada masanya. Namun, dibalik kesuksesan Tammy bersama suaminya, tersembunyi skandal penyelewengan dana yang menjadi penyebab runtuhnya kerajaan televangelist terbesar yang pernah ada di Amerika. 

“The Eyes of Tammy Faye” merupakan film biografi Tammy Faye Messner dan kisah kronologis skandal The PTL Club. Disutradarai oleh Michael Showalter, naskah diadaptasi dari film dokumenter berjudul sama pada 2000 silam oleh Fenton Bailey dan Randy Barbato.

Film ini memenangkan dua penghargaan dalam ajang Oscar 2022, yaitu Best Makeup and Hairstyling dan Best Actress yang diraih oleh Jessica Chastain sebagai Tammy Faye.

The Eyes of Tammy Faye

Hasrat Terdalam Tammy Faye dan Skandal The PTL Club

Dengan judul “The Eyes of Tammy Faye”, film biopik ini memiliki skenario yang hendak menyoroti skandal The PTL Club melalui sudut padang Tammy Faye. Bukan film biografi yang secara maksimal menguak kepribadian, visi, dan isu penting yang sebetulnya akan sangat menarik untuk diungkap dari selebriti rohani ini.

Film berdurasi dua jam ini bisa dibilang cukup ngebut dalam mengakomodasi kronologi skandal The PTL Club selama 12 tahun. Dimulai dari niat baik Tammy dan suami yang hanya awalnya hanya ingin menjadi hamba Tuhan dan mewartakan firman-Nya, hingga akhirnya dibutakan oleh pembenaran diri melalui kesuksesan dan kekayaan material yang tumpah ruah. 

Bagaimana dengan Tammy Faye? Ia lebih dari sekadar televangelist dengan bulu mata cetar dan makeup tebal. Ada banyak isu kesehatan mental seperti stardom syndrome hingga abandonment issues, bagaimana isu tersebut mempengaruhi mental spiritual Tammy. Belum lagi agenda Tammy sebagai evangelist yang mendukung kaum LGBT, topik tersebut bisa jadi materi yang lebih menarik untuk diungkap, bukan? Film biografi ini memiliki naskah dan editing yang overwhelming dan ngebut. 

Terlalu banyak hal ingin diungkapkan, cukup serupa dengan film biografi seperti “Bohemian Rhapsody” (2018). Dimana naskahnya tidak fokus, namun menyajikan penampilan protagonis yang menjadi kekuatan utama film.

The Eyes of Tammy Faye

Penampilan Akting Terbaik Jessica Chastain dan Andrew Garfield

Sederet film Jessica Chastain terbaik telah membuktikan bahwa aktris ini cukup selektif dalam memilih naskah. Ia kerap tampil sebagai sosok wanita cerdas dengan aura ‘girl boss’ yang kuat, baik sebagai protagonis maupun karakter pendukung. “The Eyes of Tammy Faye” merupakan kesempatan berakting terbaik yang pernah diambil oleh Chastain untuk keluar dari potensi menjadi aktris typecast.

Chastain memberikan penampilan yang sangat berbeda, dengan citranya sebagai wanita elegan di dunia profesional seperti agen CIA atau pekerja politik, kemudian muncul sebagai wanita dengan selera fashion mencolok dan mengandalkan hidupnya pada kepercayaannya. Kita bisa melihat karakter Tammy Faye tumbuh selama proses syuting dalam diri Chastain sebagai aktris.

The Eyes of Tammy Faye

Penampilan Chastain sebagai Tammy didukung dengan makeup prostetik yang detail, seperti Gary Oldman dalam “Darkest Hour”. Aktor tersebut juga menang sebagai Best Actor melalui perannya sebagai Winston Churchill.

Memerankan Tammy Faye juga menjadi kesempatan pertama Jessica Chastain untuk berakting sambil bernyanyi. Melalui sebuah wawancara media, Ia sempat menyatakan ketakutan yang cukup besar untuk bernyanyi sungguhan sebagai Tammy. Namun, Chastain berhasil memberikan penampilan menyanyi yang menyerupai pembawaan dan aura Tammy Faye sebagai penyanyi rohani televisi. 

Tak hanya Jessica Chastain yang tampil sempurna sebagai bintang utama, Andrew Garfield juga patut mendapatkan apresiasi sebagai Jim Bakker. Satu-satunya alasan Garfield tidak masuk dalam kategori Best Supporting Actor adalah Ia telah masuk sebagai nominator Best Actor melalui penampilannya dalam “Tick Tick Boom!”.

Tak hanya Ingin Mencintai, Tammy Faye Juga Ingin Dicintai

Lepas dari skandal hingga visi pewartaan firman Tuhan yang semakin melenceng dari Tammy Faye dan suaminya, “The Eyes of Tammy Faye” berhasil menyajikan sisi manusiawi Tammy yang sebetulnya hanya ingin berbagi kasih sayang. Kita akan mendengarnya selalu menyebutkan bahwa Ia hanya ingin orang lain merasa dicintai, bahwa mereka dicintai oleh Tuhan. Ia bukan penipu ulung dengan maksud tersembunyi, setidaknya itu asumsi yang bisa kita tangkap melalui film ini. Namun kita butuh lebih, film ini kurang mengekspos materi personal dari tokoh utama dalam film biopik ini. 

Sebagai kisah yang terjadi di lingkungan religius dan tokoh utama yang tampak delusional atau benar-benar naif, tak banyak porsi cerita mengungkap mental spiritual dari Tammy Faye. Apa Ia benar-benar mengandalkan Tuhan? Atau hanya sekedar memanfaatkan wadah tersebut untuk menjangkau banyak orang; mencintai dan dicintai. Ada banyak angle cerita yang lebih menarik untuk diangkat dalam kisah Tammy Faye. “The Eyes Of Tammy Faye” sudah bisa kita streaming di Disney+ Hotstar.

The Outsider Review The Outsider Review

10 Film Hollywood dengan Estetika Jepang

Cultura Lists

Happiest Season Happiest Season

Rekomendasi Film Chick Flick 2020an

Cultura Lists

Kilas Balik Trilogi Baru Star Wars: Kehancuran Sebuah Franchise

Entertainment

My Missing Valentine My Missing Valentine

My Missing Valentine: Menyusuri Ingatan Satu Hari yang Hilang

Film

Connect