Connect with us
Rina Sawayama: Hold The Girl
Photo via livenation.asia

Music

Rina Sawayama: Hold The Girl Album Review

Eksplorasi masa muda dan transformasi pribadi Rina Sawayama yang tenggelam dalam nostalgia. 

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Rina Sawayama merupakan penyanyi pop andalan Dirty Hit dengan presentasi yang selalu memikat di media utama belakangan ini. Lebih dari sekadar penyanyi pop Inggris berdarah Jepang dengan latar belakang yang tak biasa, penyanyi wanita satu ini memang memiliki banyak materi musik menarik yang patut diapresiasi lebih. Merilis ‘Sawayama’ sebagai album debutnya pada 2020 lalu, Rina telah mendapatkan perhatian dan kesuksesan membawa namanya masuk dalam jajaran biggest rising star di skena pop internasional.

Meski kerap mengakui bahwa karya-karya terinspirasi oleh musisi legendaris yang sudah memiliki nama seperti Britney Spears, Christina Aguilera, hingga unit metal seperti Limp Bizkit, Rina merupakan salah satu penyanyi pop terbaru dengan karakteristik kuat. Setiap karya terbarunya boleh mengambil inspirasi dari idola manapun, namun bagi penggemarnya akan terdengar sebagai Rina Sawayama. Contohnya ketika dirinya menjadi bagian dalam project greatest hits album, ‘The Metallica Blacklist’. Ia berhasil menyuguhkan cover hits ‘Enter Sandman’ terbaik dengan gayanya sendiri. 

‘Hold The Girl’ menjadi album kedua dari Rina yang sudah cukup diantisipasi sejak beberapa bulan lalu setelah perilisan single utama, ‘This Hell’. Sebagai musisi dengan latar belakang sebagai kaum minoritas, tumbuh besar dengan peleburan budaya dan drama keluarga, Rina punya banyak hal untuk disampaikan melalui musiknya. ‘Hold The Girl’ kembali menjadi album dengan materi eksplorasi kehidupan personal Rina Sawayama dan dirinya ketika masih muda. 

The Gist: ‘Hold The Girl’ menjadi judul salah satu lagu kemudian berakhir menjadi judul album. ‘Hold The Girl’ merupakan lagu pertama yang ditulis oleh Rina untuk album ini setelah menjalani sesi psikoterapi pada akhir 2020 lalu. Lagu tersebut tentang dualitas dalam diri Rina; Rina di masa muda dan Rina yang sekarang. Dimana Ia selama ini berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dan kini telah bisa menerima dirinya sendiri dengan segala prinsip barunya. Terkadang, ketika sudah menjadi pribadi yang baru, kita ingin melupakan diri kita yang lama.

Dalam ‘Hold The Girl’ Rina Sawayama tampaknya ingin berekonsiliasi dengan kenangan dirinya di masa muda. Kurang lebih itulah intisari dari ‘Hold The Girl’. Cukup mengingat kita pada album eksplorasi diri seperti ‘Born This Way’ oleh Lady Gaga. Dimana pesan utamanya cukup serupa, yaitu menerima diri kita sejak lahir hingga akhirnya berkembang menjadi pribadi yang baru. 

Sound Vibes: Ketika kita masih muda, banyak dari kita melalui fase musik yang beragam dan kerap berganti-ganti. Mungkin ada fase kita menyukai boyband dan pop mainstream, kemudian ada masa kita menyukai musik rock sebagai representasi masa ‘keren’ dan pemberontakan. Rina di masa muda pun tampaknya mendengarkan banyak musik yang mempengaruhi dirinya secara personal maupun sebagai musisi.

Track seperti ‘Hurricanes’ dan ‘Forgiveness’ terdengar seperti single pop dengan lirik motivasional ala Katy Perry. Kemudian dipadukan dengan aransemen musik pop-punkish ala Kelly Clarkson dan Demi Lovato. Sementara ‘Frankenstein’ menjadi track up beat pop rock yang akan mengingatkan kita pada band emo Fall Out Boy (dari diskografi terbaru mereka). Kemudian ada ‘Send My Love to John’ dengan aransemen ballad country dan penulisan lirik seperti bercerita ala genre folk. 

‘Hold The Girl’ mengandung lebih banyak eksplorasi genre musik yang beragam. Seperti Rina yang juga sedang bernostalgia, terinspirasi untuk menciptakan lagu-lagu dengan meminjam warna musik idolanya. Namun untuk kali ini, usaha tersebut membuat Rina tenggelam dalam lautan mixtape musisi populer selain dirinya. 

Best Track: ‘This Hell’ menjadi salah satu track yang masih memperdengarkan ciri khas pribadi Rina Sawayama. Meski dengan berbagai referensi pop dan influencer dari era 2000an. Sebagai single utama, ‘This Hell’ juga memiliki statement yang kuat dalam segi isi lirik yang berani.

‘Hold The Girl’ sebagai buah pertama dalam album ini juga menjadi track terbaik dalam album. ‘Hold The Girl’ sendiri sebetulnya statement yang kuat untuk album eksplorasi diri Rina Sawayama. Dibuka dengan komposisi lembut pop R&B, kemudian diakselerasi dengan elemen drum and bass yang mengubah lagu menjadi dance pop. Kalau menyukai track seperti ‘Hold The Girl’, ‘To Be Alive’ sebagai track penutup juga bisa menjadi track favorit. 

‘Imagining’ menjadi track terbaik dalam album dengan komposisi yang asik. Track EDM ini terasa mild dengan aura deep house pada verse pembuka. Kemudian mengejutkan dengan distorsi nu-metal pada bagian chorus. Jenis track yang akan membuat kita rindu dengan Rina era ‘Sawayama’. 

Memang ada banyak track bagus dalam ‘Hold The Girl’. Namun konsep pemilihan warna musik yang diadaptasi tidak menunjukan kekuatan untuk mengejutkan pendengar seperti yang dilakukan Rina di hits sebelumnya. Setidaknya kita masih mendengar diva baru ini masih pada jalur yang benar dalam meracik musik dan menulis lagu.

Beabadoobea: Beatopia Beabadoobea: Beatopia

Beabadoobea: Beatopia Album Review

Music

Soccer Mommy: Sometimes, Forever Album Review Soccer Mommy: Sometimes, Forever Album Review

Soccer Mommy: Sometimes, Forever Album Review

Music

Jackson Wang Jackson Wang

Jackson Wang: Magic Man Album Review

Music

Muse Will Of The People Muse Will Of The People

Muse: Will Of The People Album Review

Music

Connect