Connect with us
Kaleidoscope

TV

Kaleidoscope Review: Serial Heist Terbaru Netflix dengan Presentasi Unik

Serial heist terbaru Netflix dengan klaim sajikan pengalaman menonton unik.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

“Kaleidoscope” merupakan miniseries terbaru Original Netflix oleh Eric Garcia yang sempat trending. Dibintangi oleh Giancarlo Esposito, Rufus Sewell, Tati Gabrielle, Rosaline Elbay, Paz Vega, Niousha Noor, Peter Mark Kendall, dan Jai Courtney.

Setiap episode dari “Kaleidoscope” adalah potongan puzzle dari keseluruhan agenda mastermind, Leo Pap, dalam menjalankan aksi perampokan, beserta orang-orang yang terlibat dalam event tersebut. Baik segenap heist crew-nya, keluarganya, pihak FBI, hingga musuh terbesarnya.

Setiap episode dilabeli dengan warna, bukan angka seperti serial pada umumnya. Karena “Kaleidoscope” mengklaim bahwa serial bertema heist ini bisa ditonton dari episode manapun.

Netflix Original memang selalu mengusahakan presentasi unik dalam konten-konten mereka. Memanfaatkan fleksibilitas dari streaming platform. Seperti sebelumnya kita melihat “Bandersnatch” (2018). Akankah “Kaleidoscope” memberikan pengalaman menonton terbaru yang seru?

Kaleidoscope

Apa Benar Kaleidoscope Bisa Ditonton Mulai Episode Mana Pun?

Setiap episode “Kaleidoscope” ditandai dengan warna, mengadaptasi prinsip ‘kaleidoscope’. Dimana kita bisa melihat pola dan corak berbeda berdasarkan warna apa yang kita lihat.

Serial ini mengklaim bahwa kita bisa menonton dari episode manapun dan masih tetap bisa memahami plot keseluruhan. Karena setiap episode ini memiliki latar waktu yang jelas. Ada masa lalu, masa kini, dan masa depan. Kita bisa melihat dari masa lalu, bertanya apa yang akan terjadi di masa depan. Atau melihat akhir cerita terlebih dulu, kemudian mencari jawaban mengapa semuanya harus berakhir demikian.

Namun, sebetulnya hanya ada urutan paling sempurna untuk menonton “Kaleidoscope”; urutan sesuai dengan rilisan dari Netflix dan urutan waktu kronologis dari awal hingga akhir. Selain itu, mungkin akan terasa berantakan dan ada plot twist yang terasa mengganjal. Klaim awal serial ini mungkin terasa menyakinkan setelah kita menonton beberapa episode pertama. Namun setelah menonton episode ‘Red’, ‘Pink’, ‘White’, sepertinya sulit membayangkan jika kita menonton episode-episode ini sebagai pilihan pertama kita.

Jadi, klaim untuk bisa menonton “Kaleidoscope” dari berbagai episode sebetulnya kurang tepat. Kita memang punya kebebasan untuk melakukan klaim tersebut, namun outcome-nya tidak se-brilliant ekspektasi kita. Satu keunggulan dari format ini adalah, bagaimana kita bisa selalu kembali ke berbagai episode dengan mudah, untuk melihat kembali hint yang kita lewatkan.

Kaleidoscope

Tipikal Serial Bertema Heist dengan Perencanaan dan Aksi Cukup Seru

Serial atau film bertema heist belakangan ini memang lagi nge-trend. Mulai dari kepopuleran “Money Heist”, hingga “Mencuri Raden Saleh” yang kembali trending di skena hiburan lokal. Buat yang memang sedang ketagihan sajian bergenre heist, “Kaleidoscope” bisa jadi tontonan yang seru.

Berbagai aspek plot heist dalam serial ini sebetulnya cukup standar. Mulai dari crew yang terdiri dari berbagai karakter dengan keahlian spesifik, kemudian sekuen rencana perampokan yang rumit, hingga motif dan sentuhan drama yang membuat penonton emosional.

Setiap karakter dalam serial ini memiliki kisahnya masing-masing. Meski secara keseluruhan paling fokus dengan kisah Leo Pap, tentang dendam dan masa lalunya. Naskah yang disajikan juga akan membuat kita bias dengan crew perampok, meski ada juga karakter FBI yang hendak dijagokan dalam heist drama ini. Keseruan keseluruhan plot “Kaleidoscope” justru terletak pada interaksi, hubungan, dan motif emosional dari setiap karakter.

Masih Ada Plot Hole dan Eksekusi Heist yang Kurang Rapi

Sayangnya, ketika memasuki babak ‘The Heist’, serial ini justru tidak terlalu memperlihatkan eksekusi rencana yang brilliant. Ada beberapa hal yang mungkin menimbulkan pertanyaan bersifat teknikal. Entah karena kita tidak memahami cara kerja suatu device atau vault yang menjadi target heist.

Ada banyak eksekusi high-tech yang terasa terlalu memudahkan crew Leo Pap. Rintangan dan kendala dalam aksi mereka juga termasuk sepele, namun dampaknya fatal. Secara keseluruhan, aksi heist yang harusnya jadi pertunjukan utama ternyata tidak seheboh ekspektasi penonton.

Karena plotnya yang acak, dijamin juga ada kemunculan beberapa karakter pendukung yang mudah terlupakan. Kemudian menimbulkan pertanyaan ketika tiba-tiba muncul untuk mengganggu plot utama. Akhir cerita pun tidak dipukul sama rata, membuat kita mempertanyakan konsep hukum karma seperti apa yang sebetulnya hendak disampaikan dalam kisah ini.

Pada akhirnya, “Kaleidoscope” secara keseluruhan adalah sajian heist dengan keseruan standar. Klaimnya terlalu berlebihan, namun setidaknya berhasil menjadi promosi yang menarik. Ada beberapa kronologi acak yang mungkin bisa menjadi variasi tepat untuk menonton serial ini, namun tidak bisa dibilang sempurna.

the last of us episode 2 the last of us episode 2

The Last of Us (Episode 2) Review: Infected

TV

Junji Ito Maniac: Japanese Tales of the Macabre – Adaptasi Manga Horor yang Kehilangan Jiwanya

TV

alice in borderland season 2 review alice in borderland season 2 review

What to Stream This Weekend: Issue #5

Cultura Lists

The Makanai The Makanai

The Makanai: Cooking for the Maiko House Review – Mengenal Kebudayaan Maiko di Kyoto

TV

Connect