Connect with us
Black Mirror: Bandersnatch Review
Netflix

Film

Black Mirror: Bandersnatch Review

Bebaskan penonton eksplorasi plot dengan fitur interaktif.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Black Mirror: Bandersnatch merupakan film interaktif pertama yang dirilis oleh Netflix pada 2018 silam. Disutradarai oleh David Slade dan ditulis oleh Russell McLean, film dari salah satu serial paling populer di Netflix ini akan memberikan kita pengalaman hiburan fiksi ilmiah ke level berikutnya.

Konsep seperti ini sebetulnya sudah tidak asing lagi jika kita bermain game bergenre otome maupun visual novel. Beberapa buku anak-anak pada tahun 1990-an seperti Goosebumps juga pernah merilis edisi spesial dimana pembaca bisa menentukan pilihan dengan banyak pilihan halaman dan alternatif ending variatif.

Sebagai penonton, kita akan mengikuti setiap langkah yang diambil oleh Stefan dalam kisah ini. Stefan adalah pemuda yang sedang mengerjakan sebuah game yang terinspirasi dari buku kesukaan ibunya berjudul Bandersnatch. Memiliki trauma masa lalu dan mental yang kurang stabil, membuat Stefan mengalami banyak gangguan yang Ia tidak yakin berasal dari mana.

Black Mirror: Bandersnatch Review

Netflix

Memiliki Berbagai Plot yang Cukup Menarik untuk Dijelajahi

Setidaknya ada lima ending krusial yang bisa dicapai oleh setiap penonton. Sangat menarik bagaimana penulis mampu menciptakan berbagai ending berbagai dari premis yang sama. Intinya Stefan sedang mengerjakan sebuah game revolusioner yang konsepnya juga sama dengan film ini.

Dalam mengerjakan game yang sangat rumit dan memiliki latar belakang kisah yang suram, Stefan harus bergelut dengan pekerjaan tersebut selama berbulan-bulan dalam kondisi kesehatan mentalnya yang rentan. Hal tersebut mampu membawa kita ke berbagai kemungkinan yang secara cerdas dirancang oleh penulis cerita bagai sarang laba-laba yang rapi.

Namun, dengan terciptanya lebih dari satu ending, akan ada penilaian berbeda dari masing-masing plot yang ditulis. Ada ending yang bisa mendapat rating 4/5, ada juga plot yang hanya layak diberi rating 2.5/5 saja. Ada juga beberapa ending prematur yang anti-klimaks, kemudian “memaksa” penonton untuk mengulangi adegan tertentu untuk memilih jawab lain dan seakan mengarahkan kita ke plot yang diinginkan oleh penulis.

Dalam skenario ini, berarti kisah sudah tidak lagi terserah penonton, bukan? Seharusnya bisa dieksekusi dengan desain plot yang terasa lebih mulus transisinya.

Black Mirror: Bandersnatch Review

Netflix

Tetap Memperhatikan Kualitas Akting dan Penulisan Naskah

Russell McLean tampaknya tak main-main ketika hendak mengeksekusi ide unik untuk serial yang tak pernah berhenti mengejutkan kita setiap musim dan setiap episodenya. Meski merupakan produk hibrida, Bandersnatch tetap disajikan dengan produksi yang tetap maksimal dalam segi seni film. Mulai dari penulisan naskah, penampilan akting setiap aktor, sinematografi, dan editing. Bayangkan berapa banyak pengambilan gambar dan alternatif dialog yang dilakukan dalam proses syuting film ini? Usaha dari segenap cast dan crew film ini patut diapresiasi.

Fionn Whitehead sebagai Stefan berhasil menampilkan akting sebagai pemuda yang tidak stabil dan selalu tampak gugup. Dengan berbagai alternatif emosi dan dialog yang variatif yang pastinya harus dibawakan secara berbeda. Sementara Will Poulter secara mengejutkan tampil sebagai karakter eksentrik, Collin Ritman, dengan penampilan akting yang belum pernah kita lihat sebelumnya dari aktor ini. Salah satu perubahan paling signifikan adalah aksen Will sebagai Collin yang sangat khas dan unik. Ia juga memiliki dialog dengan penulisan paling menarik, dalam beberapa plot bahkan memberikan esensi pada cerita.

Sebagai kisah yang mengambil latar waktu tahun 1980-an, kita juga akan mendengar lagu-lagu dari tahun tersebut. Begitu juga dengan berbagai gadget seperti komputer, televisi, dan konsol game yang khas dari tahun 80-an. Menunjukan bagaimana sutradara dan penulis memiliki banyak referensi budaya pop dari era tersebut, kemudian berhasil mewujudkan dalam produksi film ini.

Netflix Mampu Memanfaatkan Platformnya untuk Inovasi Media Hiburan Terbaru

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Bandersnatch merupakan sebuah media hiburan hibrida. Konten ini merupakan perpaduan antara film dan fitur interaksi yang terasa seperti game. It’s one of the kind, membuat Bandersnatch tidak bisa dibandingkan dengan film bergenre fiksi ilmiah dan mind-bending lainnya. Kita tidak bisa melihat Bandersnatch sebagai karya film seutuhnya, karena konten ini menyajikan lebih dari sekedar film.

Namun Bandersnatch merupakan inovasi terbaru yang mungkin hanya bisa dieksekusi oleh Netflix dan Black Mirror. Buat yang sudah familiar dengan serial dystopian sci-fi ini, pasti tidak akan merasa canggung ketika memulai kisah bersama dengan Stefan dalam kisah ini.

Dimulai dari pilihan-pilihan sederhana, tanpa disadari kita menjadi bagian dalam naskah Bandersnatch. Merupakan sentuhan yang cukup menyentuh bagaimana penulis melibatkan penggemar Black Mirror untuk menjadi bagian dari kisah. Sensasinya akan sangat menyenangkan ketika kita sampai pada plot tertentu. Dengan memanfaatkan platformnya, Netflix murni ingin menghibur penonton setianya dengan Bandersnatch.

Click to comment

Night Teeth Review Night Teeth Review

Night Teeth Review: Petualangan Mafia Vampir di Jalanan LA

Film

Fever Dream Fever Dream

Fever Dream Review: Rasa Khawatir Seorang Ibu akan Anaknya sebagai Materi Misteri

Film

Violet Evergarden: Eternity and the Auto Memory Doll Violet Evergarden: Eternity and the Auto Memory Doll

Violet Evergarden The Movie Review: Babak Akhir Violet Sebagai Auto Memory Doll

Film

A World Without Review A World Without Review

A World Without Review: Dystopia Futuristik Bertema Pemberdayaan Wanita

Film

Advertisement
Connect