Connect with us
Mencuri Raden Saleh
Visinema

Film

Mencuri Raden Saleh Review: Film Heist Semi-Original Bernuansa Lokal

Mampu memberikan warna baru dalam industri sinema lokal dengan heist drama perdana Angga Dwimas Sasongko.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Dalam industri sinema dunia, film yang mengusung heist sebagai tema utamanya sudah sangatlah beragam. Akan tetapi, film seperti itu masih sangat jarang ditemui di Indonesia dan belum memberikan impresi baik bagi penonton. Hal inilah yang sepertinya ingin didobrak oleh Angga Dwimas Sasongko melalui film terbarunya, ‘Mencuri Raden Saleh’.

‘Mencuri Raden Saleh’ merupakan film heist drama terbaru produksi Visinema Pictures arahan Angga Dwimas Sasongko. Menempatkan Iqbaal Ramadhan, Angga Yunanda, dan beberapa bintang muda lainnya sebagai pemeran utama, film ini berfokus pada kisah Piko dan Ucup yang berencana mencuri lukisan bernilai sangat tinggi. Akan tetapi, Piko dan Ucup beserta komplotannya justru terjebak pada agenda yang lebih besar dari mantan penguasa berbahaya.

Mencuri Raden Saleh

Narasi adalah kekuatan utama yang dibenamkan oleh Angga Dwimas Sasongko dalam film heist pertamanya ini. Pada paruh pertama, ‘Mencuri Raden Saleh’ tampak memikat dengan bagaimana runtutnya kisah dituturkan. Dalam bagian tersebut, film ini terasa sangat enjoyable dengan cerita mengenai skilled youngsters dengan segala dramanya terkait pencurian besar pertama mereka.

Meski paruh pertama terasa asik dengan segala penceritaannya, paruh kedua mulai terasa melelahkan dengan hadirnya beragam konspirasi di balik konspirasi dalam plot-nya. Hal ini tampak sekali dengan bagaimana kehadiran plot twist tampak sangat berlebihan, bahkan beberapa di antaranya seakan me-retcon hal-hal penting dari yang sudah dibangun pada paruh pertama. Belum lagi dengan ‘Mencuri Raden Saleh’ yang dibuat open-ended, menjadikannya seakan bibit sapi perah tanpa closure pasti.

Hal menarik yang ditawarkan dalam film arahan Angga Dwimas Sasongko ini adalah character development-nya. Penonton diberi kesempatan untuk melihat masing-masing karakter secara mendalam, memberikan personality pada mereka dan menjadikan plot yang dihadirkan terasa sangat personal. Tak hanya itu, interaksi antar karakternya ditampilkan dengan natural yang membuat chemistry-nya terasa nyata dan menyentuh.

‘Mencuri Raden Saleh’ hadir dengan ensemble cast yang sangat memikat. Para pemeran di dalamnya tampak tampil maksimal dalam membawakan karakternya, terutama dari komplotan besutan Piko dan Ucup yang sangat mencuri perhatian. Belum lagi dengan nama-nama senior dalam film ini seperti Tyo Pakusadewo dan Dwi Sasono yang memberikan nuansa thrilling dengan berbagai karakter yang dihadirkan.

‘Mencuri Raden Saleh’ bisa dibilang sebagai salah satu film arahan Angga Dwimas Sasongko dengan production value paling besar. Hal tersebut dimaksimalkannya dengan memberikan aspek teknis yang menawan. Elemen terbaik yang dihadirkan dalam film heist ini adalah paduan camera work dan scoring-nya, yang membuatnya terasa seru dan menegangkan seiring 154 menit runtime-nya.

Akhir kata, ‘Mencuri Raden Saleh’ adalah film heist drama dengan nuansa lokal yang memikat dengan drama dan sederet ensemble cast-nya yang tampil menawan. Meski begitu, film ini menjadi melelahkan ketika paruh keduanya terlalu banyak menyelipkan twist demi membuatnya tampak cerdas.

The Invitation The Invitation

The Invitation Review: Perpaduan Ready or Not dengan Dracula

Film

Bodies Bodies Bodies Bodies Bodies Bodies

Bodies Bodies Bodies Review: Jika Agatha Christie Menulis Euphoria

Film

Alasan Titanic Diakui sebagai Film Terikonik Sepanjang Masa

Entertainment

Three Songs for Benazir Three Songs for Benazir

Three Songs for Benazir: Kisah Cinta Sederhana Di Tengah Krisis Perang Afghanistan

Film

Connect