TV

Money Heist: Korea – Joint Economic Area Review

Modifikasi versi Spanyol dengan cita rasa Korea yang baru.

“Money Heist” Spanyol season terakhir yang baru saja berakhir 2021 lalu masih segar di ingatkan kita. Kepopuleran serial kriminal tersebut kini mendapatkan versi adaptasi Korea, “Money Heist: Korea – Joint Economic Area”.

Masih dengan banyak elemen yang familiar dengan versi orisinalnya, serial adaptasi ini dimodifikasi dengan memanfaatkan latar belakang yang hanya bisa diciptakan di Korea.

Di masa depan, Korea Selatan dan Korea Utara sedang mengusahakan unifikasi serta melahirkan mata uang baru. Namun, mata uang uang tersebut juga melahirkan masalah baru, yaitu kesenjangan sosial di masyarakat.

Kali ini sekelompok perampok yang dipimpin oleh Profesor (Yoo Ji-Tae) melangsungkan perampokan di museum dan tempat percetakan mata uang baru yang belum beredar. Sambil menjaga para sandera dan berpacu dengan waktu, Profesor bersama gengnya pun mengalami urgensi dari pihak kepolisian kedua negara yang menjalankan misi besar pertama bersama.

Money Heist Korea - Joint Economic Area

Modifikasi Premis Orisinal dengan Memanfaatkan Latar Belakang Korea

Salah satu daya tarik utama premis “Money Heist” adalah rencana perampokan profesor yang detail. Dimana mereka tidak sekadar merampok uang di berangkas museum, namun mencetak uang baru untuk mereka sendiri. Objektif tersebut efeknya berbeda ketika dipresentasikan di “Money Heist: Korea”. Apalagi jarak perilisan versi terbaru ini tidak jauh dari versi orisinalnya. Namun, buat kita yang sama sekali belum pernah menonton “Money Heist”, kdrama kriminal ini bisa jadi tontonan yang seru dari awal.

Perbedaan signifikan yang diterapkan dalam versi ini adalah latar belakang Korea Selatan dan Korea Utara. Meski plot secara keseluruhan serupa dengan versi Spanyol, modifikasi dengan cita rasa Korea ternyata mampu memberikan elemen-elemen baru dalam cerita. Dimana geng Profesor terdiri dari dua jenis karakter, ada yang dari Korea Selatan dan Korea Utara. Begitu pula tim kepolisian yang berusaha menangani kasus perampokan dan penyanderaan ini.

Perkembangan chemistry dan interaksi yang terjalin antar karakter cukup memikat untuk disimak. Misalnya saja kerja sama antara Sun Woo-Jin (Kim Yunjin) dari Korea Selatan dengan Cha Moo-Hyeok (Kim Sung-Oh) dalam tim kepolisian.

Ada perbedaan cara menangani situasi dan cara berpikir dari dua kubu kepolisian yang bekerja sama untuk pertama kalinya. Tak hanya dari geng perampok, beberapa karakter yang disandera juga memiliki pemikiran masing-masing yang mempengaruhi dinamika plot. Dimana setiap kelompok dalam cerita ini (pihak kepolisian, perampok, korban sandera) masing-masing masih dihantui dengan stigma antara Korea Selatan dan Utara.

Money Heist Korea - Joint Economic Area Review

Dominasi Elemen Politik dan Pertarungan dengan Pihak Kepolisian yang Intens

“Money Heist: Korea” Part 1 ini masih minim romansa. Memang tercium dan semakin intens mendekati episode-episode terakhir, namun tidak terlalu mempengaruhi rencana utama atau menimbulkan konflik. Tidak menutup kemungkinan pula plot percintaan akan berkembang di bagian selanjutnya.

Selain sekuen operasi perampokan yang harus dijalankan sesuai dengan rencana Profesor, keadaan di luar museum terasa lebih dinamis dengan sentuhan politik. Motivasi politik yang diaplikasikan dalam naskah memang belum diungkap secara detail di bagian pertama ini. Namun kita bisa melihat bagaimana pengaruhnya pada pihak kepolisian Korea Selatan dan Korea Utara. Mereka juga merasakan tekanan besar dari petinggi negara, media, dan masyarakat.

Dinamika pertarungan antara geng Profesor dengan pihak kepolisian juga menarik untuk diikuti. Setiap episode ada yang unggul ada yang tersudut. Ketegangan dalam skenario drama perampokan ini juga terasa. Ada pula adegan laga yang dengan arahan visual aksi yang seru sekaligus bikin penonton was-was. Sinematografi “Money Heist: Korea” juga sudah sangat bagus dan memikat visual penontonnya.

Money Heist Korea - Joint Economic Area

Kelebihan dan Kekurangan Jika Dibandingkan dengan Money Heist Spanyol

Adapun beberapa kelebihan “Money Heist: Korea” dari versi Spanyol. Seperti yang disebutkan sebelumnya, dalam versi ini drama percintaannya masih minim. Dimana pada versi Spanyol skenario cinta kerap menjadi penggangun dan menimbulkan konflik yang bikin penonton kesal.

Dalam versi ini, latar belakang setiap karakter dari komplotan perampok juga memiliki cerita yang lebih detail. Setiap episode dibuka dengan flashback masa lalu setiap karakter. Dalam bagian pertama ini, masih beberapa karakter saja yang telah diperlihatkan masa lalunya.

Sayangnya, justru Profesor yang unggul di versi orisinalnya, tidak mendominasi di versi Korea ini. Sebagai otak utama dan pemberi arahan yang diandalkan oleh semua karakter perampok, presentasi karakter utama ini masih kurang. Tokyo (Jun Jong-Se) dan Berlin (Park Hae-Soo) justru yang lebih dominan dalam skenario. Ditambah beberapa karakter pendukung lainnya. Namun secara keseluruhan presentasinya masih bisa diterima sebagai sajian sekuen operasi perampokan yang cerdik.

“Money Heist: Korea – Joint Economic Korea” bisa menjadi tontonan drama Korea yang seru bagi penggemar kdrama. Meski tidak akan terlalu memikat penggemar versi Spanyol-nya, serial ini telah menyajikan materi adaptasi yang berkualitas secara keseluruhan. Baik dari segi modifikasi naskah, penokohan karakter, hingga desain produksinya.

Bernadetta Yucki

Writer, hardcore movie enthusiast who believes in pop culture.

Share
Published by
Bernadetta Yucki