Connect with us
Mocca 21 Tahun
Photo Courtesy: Mocca

Music

Ulang Tahun ke-21, Mocca Kisahkan Perjalanan Hidup dalam “Day by Day”

Rayakan hari jadi ke-21 tahun, Mocca hadirkan sesuatu yang baru.

Band indie dari Bandung ini pertama kali dikenal tahun 2000-an. Saat itu juga, sederet lagu-lagu Mocca menjadi hits. Bahkan nama Mocca bukan hanya dikenal di Indonesia saja. Arina Ephipania dan kawan-kawan juga melebarkan sayap, membawa musik mereka ke Jepang.

Tahun ini, Mocca merayakan HUT ke-21 dengan merilis album studio keenam, “Day by Day”. Album terbaru dari band indie kesayangan penggemar musik tanah air ini siap meluncur pada 20 November 2020, bersamaan dengan peluncuran single ‘Brand New Day’.

Sebelumnya, Mocca sudah merilis sederet single dari album “Day by Day”, seperti ‘Simple I Love You’, ‘Everything Is Gonna Be Fine’ dan ‘There’s a Light at the End of the Tunnel’.

Proses pre-order untuk album fisik sudah dimulai sejak 1 November kemarin. Mocca memberi kesempatan para pendengar setia, Swinging Friends, untuk mendengarkan album dengan 9 track ini terlebih dulu. Album fisik yang hanya dicetak sebanyak 500 copy ini juga akan hadir dengan kemasan keren yang sudah menjadi tradisi Mocca.

CD ‘Day by Day’ edisi luks akan hadir dengan kotak yang didesain serta diilustrasikan secara spesial oleh Iyoichi. Selain itu, bersama album fisik juga akan ada jam bertenaga baterai. Adanya jam ini masih berkaitan dengan tema album “Day by Day”, yang menceritakan tentang perjalanan hidup hari demi hari.

Mocca Day by Day

CD Mocca – Day by Day

Keseruan perayaan ulang tahun ke-21 juga tidak berhenti pada perilisan album studio terbaru saja. Setiap bulannya Mocca akan merilis single baru, sampai Maret 2021 yang juga bertepatan dengan perilisan album “Day by Day” versi digital.

“Day by Day” spesial bukan hanya karena penanda usia 21 tahun band Mocca. Proses berkarya untuk album ini dilakukan di masa pandemi, dengan berlakunya pembatasan sosial. Ini memaksa Riko Prayitno, Toma Pratama, Indra Massad, dan Arina Ephipania untuk merekam bagian mereka sendiri-sendiri secara terpisah. Bukan proses yang mudah, tentunya.

Proses pembuatan yang terhalang pandemi ini juga menjadi alasan perilisan album mundur. Sebelumnya “Day by Day” diharapkan bisa rilis di bulan April 2020, di bawah Record Store Day. Pada akhirnya, rencana awal perilisan berubah dan Mocca memutuskan mengubah rencana “Day by Day” sebagai mini album menjadi full studio album.

‘Everything Is Gonna Be Fine’ menjadi single pertama dengan keempat personil merekam bagian masing-masing di rumah. Sedangkan untuk, ‘All the Way’ dan ‘There’s a Light’, sang drummer (Indra) mengaku merekam di studio ketika pembatasan sosial dilonggarkan; demi kualitas suara drum yang jauh lebih baik.

Untuk album “Day by Day”, Mocca menggandeng sederet kolaborator baru, satu lagi yang rupanya menjadi sisi spesial dari album ulang tahun ini. Ada Vega Antares di keyboard, gitar, sekaligus vokal latar. Ada juga Akbari “Bane” Hakin dari band Rosemary yang menyumbangkan elemen terompet untuk track di album ini. Rekti Yoewono dari The S.I.G.I.T. dan Mooner juga turut berkontribusi sebagai co-producer dan mixing untuk track ‘There’s a Light at the End of the Tunnel’, selain juga mengisi vokal, gitar dan bas.

Hadirnya para kolaborator ini diakui Arina memberikan elemen-elemen baru yang tidak ada di Mocca sebelumnya. Perjalanan karir selama 21 tahun memang layak dirayakan secara spesial. Terutama Mocca menjadi salah satu band populer dari tahun 2000-an yang masih terus bertahan dan berjaya sampai sekarang dengan mempertahankan kualitas bermusiknya.

Perjalanan Mocca

Mocca pertama kali muncul di tahun 2002 dengan lagu ‘Secret Admirer’ yang merupakan bagian dari album kompilasi “Delicatessen”. Kurang dari satu tahun kemudian, Mocca yang dibentuk di tahun 1999 oleh Arina dan Riko itu pun meluncurkan debut album, “My Diary”.

Album yang mengusung swing sebagai genre utama ini dirilis di bawah label Fast Forward Record dan langsung meledak di pasaran. Kecintaan pendengar musik Indonesia pada lagu-lagu Mocca dibuktikan dengan ‘Me and My Boyfriend’ yang langsung menjadi hits. Video klip dari lagu tersebut membawa pulang penghargaan Best Video of The Year dari MTV Penghargan Musik Indonesia 2003.

Majalah Rolling Stone Indonesia juga menempatkan “My Diary” dalam urutan ke-59 di The 150 Greatest Indonesian Albums of All Time. Sedangkan lagu ‘Me and My Boyfriend’ di urutan ke-150.

Popularitas debut album ini membawa Mocca melanglang ke Jepang dengan musik mereka. Band indie Indonesia ini berhasil menandatangani kontrak dengan label Excellent Records. Mocca menyumbangkan 1 lagu untuk album kompilasi “Pop Renaissance”, yang terdiri dari 3 set.

Arina dan kawan-kawan saat itu hadir dengan lagu ‘Twist Me Around’ yang kaya akan elemen musik tahun 60-an, dengan sentuhan twee pop dan swing jazz. Lirik lagu dengan bahasa Inggris menjadi salah satu unsur mengapa musik Mocca mudah diterima pasar Internasional sekalipun.

Sukses di Jepang tidak menghentikan gebrakan Mocca untuk industri musik dalam negeri. Di tahun 2004, Mocca merilis album baru “Friends” yang menggandeng Bob Tutupoli dan Karoline Komstedt, yang merupakan member duo dari Swedia, Club 8.

Musik Mocca juga semakin diterima secara luas. Tidak hanya di Indonesia dan Jepang saja, lagu-lagu dari Mocca juga menjadi favorite di negara-negara lain seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Korea Selatan. Di tahun 2005, Mocca terlibat dengan pembuatan soundtrack untuk film Indonesia, “Catatan Akhir Sekolah”. Setelah itu group ini juga membuat lagu tema untuk sinetron TV “Fairish the Series”.

Aksi Mocca di industri perfilman Indonesia juga tidak berhenti di situ. Band dengan genre utama pop indie, jazz, dan swing ini merilis mini album, “Untuk Rena”, yang terinspirasi dari cerita film anak-anak “Untuk Rena”. Di film garapan sutradara ternama Riri Riza ini, Mocca juga akhirnya mengisi soundtrack dengan lagu ‘Happy!’ dan ‘Sebelum Kau Tidur’.

Mocca hadir di tahun 2000-an dan membawa musik jazz, swing, dan pop indie ke level pendengar berikutnya di Indonesia. Tidak bisa dipungkiri, kuartet yang berasal dari Bandung ini menghadirkan genre jazz dan swing untuk pendengar mainstream. Selain sebagai salah satu yang berperan mempopulerkan musik indie di tanah air.

“Day by Day” diharapkan untuk menegaskan posisi Mocca di industri musik Indonesia, menekankan kekuatan musikalitas yang sangat khas sekaligus mengeksplorasi genre-genre baru. Mocca juga mengemukakan harapan agar studio album ini bisa memperkenalkan musik mereka ke pendengar baru. Sekaligus memperluas jangkauan pendengar mereka di luar negeri. Demi tujuan ini, Mocca menyertakan lagu berbahasa Jepang, ‘All the Way’ yang akan dirilis secara eksklusif dalam bentuk digital di Jepang, Taiwan dan Korea Selatan.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect