Connect with us
The Social Dilemma Netflix
Netflix

Film

The Social Dilemma Review: Pencerahan akan Cara Kerja Media Sosial yang “Mengerikan”

Film dokumenter esensial di era digital yang wajib ditonton.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Media sosial merupakan platform yang pada zaman ini mendominasi seluruh aspek kehidupan manusia. Pada awal kemunculan Facebook, Twitter, Instagram, dan platform lainnya, kita menyambut inovasi dunia maya tersebut dengan naif, semata-mata untuk hiburan hingga memperluas komunikasi antar manusia. Namun, media sosial telah mengalami perkembangan pesat dalam kurun waktu satu dekade ini. Didukung dengan teknologi yang selalu dikembangkan, platform ciptaan manusia ini telah berkembang dengan kemampuan yang “mengerikan” dan memiliki andil besar dalam membentuk peradaban manusia.

The Social Dilemma merupakan film dokumenter yang mengeksplorasi materi tersebut, dilema dari pihak-pihak yang paham betul cara kerja media sosial. Dokumenter ini disutradarai oleh Jeff Orlowski dan sudah bisa kita streaming di Netflix. Topik ini sebetulnya sudah sering disinggung oleh banyak orang hingga komunitas.

Mulai dari para penulis, pembicara, atau sekedar YouTuber yang menyadari pentingnya kebijakan dalam menghadapi media sosial. The Social Dilemma merupakan film dokumenter yang kita butuhkan, sebuah informasi dari sederet narasumber terpercaya, dengan materi yang wajib kita ketahui sebagai masyarakat modern di era serba digital.

The Social Dilemma Review

Netflix

Informasi Dibawakan Secara Menarik dengan Statement yang Padat dan Berbobot

The Social Dilemma dengan prolog dimana sederet narasumber memulai proses syuting dan memperkenalkan diri dengan cara yang natural. Mengekspos riwayat kerja mereka di perusahan internet besar untuk menyakinkan penonton siapa yang akan kita dengarkan selama kurang lebih satu setengah jam. Kemudian timbul keraguan dan pertanyaan akan ‘ada masalah apa?’, didukung dengan scoring bernuansa suspense untuk membangun rasa penasaran dan menarik penonton sebelum benar-benar mulai mendiskusikan isu yang hendak diangkat.

Setiap penjelasan dan informasi yang keluar dari setiap narasumber dikemas dengan editing yang padat dan to the point. Kita bisa membayangkan sutradara sangat picky saat sedang melakukan editing dokumenter ini. Ia ingin memastikan setiap adegan dan pesan yang disampaikan memiliki esensi, serta statement yang tegas.

Kita juga akan dibawa secara bertahap akan topik yang hendak dibicarakan. Ada mind mapping yang digunakan untuk membentuk penyampaian pesan agar tetap terarah dan terkonsep. Mulai dari bagaimana media sosial memantau setiap aktivitas internet kita, bagaimana perusahaan mengambil keuntungan dari fenomena ini, hingga berbagai poin penting yang bercabang ke isu kapitalisme, kesehatan mental, politik, dan masih banyak lagi.

Ada banyak informasi yang bisa kita dapatkan melalui film dokumenter ini. Dijamin akan membuka mata dan menyadarkan pandangan kita akan konsekuensi tak terhindarkan akibat perkembangan canggih dari media sosial.

Didukung oleh Sederet Narasumber Terpecaya dan Ilustrasi yang Membantu Penonton

Film ini didukung oleh sederet narasumber terpercaya pada bidangnya masing-masing. Mulai dari mantan Ethic Designer Google (Tristan Harris), mantan direktur Pinterest (Tim Kendall), penulis buku tentang isu media sosial (Jaron Lanier) dan banyak lagi sosok dengan riwayat bekerja di perusahaan internet seperti Facebook, Twitter, dan Instagram.

The Social Dilemma

Netflix

Tak hanya penjelasan dari narasumber, The Social Dilemma juga memuat banyak footage asli maupun rekayasa. Ditambah plot fiksi sebagai reka adegan untuk memberikan sentuhan dramatis sekaligus mempermudah kita memahami informasi. Salah satunya visualisasi program A.I (Artificial Intelligence) yang ditampilkan dalam bentuk tiga orang yang mengawasi Ben, seorang remaja yang aktif menggunakan media sosial. Adegan tersebut akan tampak seperti film fiksi ilmiah yang didukung dengan CGI. Sayangnya, hal tersebut merupakan visualisasi dari sistem A.I plaftormm media sosial yang nyata, bukan sesuatu yang fiksi.

Statement penting yang perlu digaris bawahi juga terkadang ditampilkan dalam bentuk quote untuk kita simak. Konsep visual yang dihadirkan dalam dokumeter ini didesain dengan teliti untuk memastikan penyampaian informasi yang efektif dan berdampak bagi penontonnya.

Perlunya Kebijakan Dalam Menanggapi Informasi yang Kita Dapatkan Melalui Film ini

Ibarat membaca berita tidak boleh hanya membaca judulnya atau paragraf pertamanya saja, menonton The Social Dilemma juga harus kita simak dengan seksama. Dokumenter ini memang secara maksimal mengeksplorasi dampak negatif dari model bisnis dan sistem algoritma setiap media sosial. Karena sebuah masalah harus diberi perhatikan khusus untuk menyadarkan kita dalam mengambil tindakan dan memperbaiki kesalahan yang sudah terlanjur diciptakan.

Film ini juga pada akhirnya memberikan solusi dan langkah kecil apa yang bisa kita lakukan agar tidak menjadi “produk” dari media sosial. Ditutup dengan berbagai statement dan pandangan optimis dari setiap narasumber.

Narasumber juga sempat menyebutkan bahwa tidak ada sosok tiran dan motivasi jahat ketika media sosial diciptakan. Setiap founder mengawali sebuah ide dengan kreativitas dan niat yang positif untuk perkembangan peradaban manusia. Namun, sistem yang dikembangkan ternyata telah berkembang dengan cara yang “mengerikan” canggihnya dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu demi meraih keuntungan. Meski harus mengorbankan kebenaran dan kode etik lainnya.

The Social Dilemma bukanlah kampanye anti media sosial, melainkan instrumen penggebrak untuk memberikan kesadaran skala besar dalam menggunakan sosial media, untuk menjadi pengguna yang cerdas. Film dokumenter seperti inilah yang seharusnya bisa menjadi materi penyuluhan di kalangan remaja. The Social Dilemma merupakan time capsule yang mengandung kebenaran, mengantisipasi kemungkinan terburuk di masa depan ketika kebenaran tidak memiliki definisi yang benar lagi.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect