Connect with us
Rekomendasi Film Drama Tentang Kekerasan pada Perempuan
Precious (2009)

Cultura Lists

Rekomendasi Film Drama Tentang Kekerasan pada Perempuan

Memahami isu kekerasan pada perempuan melalui film.

25 November merupakan Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan. Pada kesempatan ini, kenapa tidak kita ikut serta mencari tahu dan berusaha memahami isu kekerasan hingga pelecehan seksual pada perempuan.

Ketika semakin banyak orang menunjukan kepedulian pada isu ini, kita bisa mengarahkan masyarakat untuk tidak menyepelekan lagi masalah ini. Bagi kita penikmat film, ada banyak film yang mengangkat kisah tentang kekerasan pada perempuan.

Tak hanya berfokus dari sudut pandang korban saja, kita juga bisa memahami sudut pandang sebagai saksi, dan berbagai pihak lain yang secara tidak langsung juga bertanggung jawab maupun terkena dampak dari sebuah peristiwa kekerasan pada seorang perempuan.

Rekomendasi Film Drama Tentang Kekerasan pada Perempuan

The Color Purple (1985)

The Color Purple (1985)

Film tentang kekerasan pada perempuan yang kontennya bisa memancing trauma adalah “The Color Purple”. Film ini diadaptasi dari novel karya Alice Walker. Meski bukan diangkat dari kisah nyata, Alice menciptakan setiap karakter dalam cerita berdasarkan pengalaman perempuan yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga.

“The Color Purple” memiliki premis pilu tentang seorang perempuan Afrika yang memiliki dua anak setelah diperkosa oleh ayahnya sendiri. Kemudian berakhir menikahi seorang pria yang abusif.

Baca Juga: The Assistant & Promising Young Woman: Combo Sempurna Membahas Isu #MeToo

27 Steps of May (2018)

Melalui “27 Steps of May”, sutradara Ravi L. Bharwani hendak membawa kita ke dalam dunia korban pelecehan seksual yang hening dan sepi. Raihaanun berperan menjadi May, seorang perempuan korban pemerkosaan yang traumatis saat masih remaja, membuat dirinya menarik diri sepenuhnya dari kehidupan sosial hingga dewasa.

Lukman Sardi berperan sebagai ayah yang tak kalah terpukulnya karena merasa gagal melindungi anak perempuannya. Film yang sensitif dan telah melalui riset psikologi yang serius, “27 Steps of May” mengandung kisah tentang tahapan seorang perempuan untuk menyembuhkan dirinya sebagai korban kekerasan seksual, dimana membutuhkan langkah yang panjang.

Room (2015)

“Room” merupakan film tentang seorang perempuan yang menjadi korban penyekapan semenjak Ia berusia 17 tahun. Menjadi objek pelampiasan nafsu penyekapnya, Ia juga membesarkan anaknya, Jack dalam ruangan kecil tersebut selama bertahun-tahun. Hingga akhirnya Ia memiliki kesempatan untuk bebas, dunia luar menjadi tantangan baru bagi Jack dan ibunya untuk beradaptasi.

Melalui film ini, kita bisa melihat bagaimana sebuah trauma bisa menjadi kurungan tidak terlihat yang merenggut kebebasan korbannya meski perundungan telah berakhir.

The Assistant

The Assistant (Photo: Bleecker Street)

The Assistant (2020)

“The Assistant” merupakan film feature debut dari Kitty Green, sutradara film dokumenter “Casting JonBenet” (2017). Film yang dibintangi oleh Julia Garner ini bercerita tentang seorang asisten baru, dari produser rumah produksi film. Ia menjadi saksi dari pelecehan seksual yang dilakukan oleh bosnya pada banyak gadis muda yang ingin mencoba peruntungan di industri hiburan.

Meski tidak secara gamblang memperlihatkan pelaku melakukan aksinya, “The Assistant” hendak mengangkat fakta bahwa banyak dari orang yang menjadi saksi pelecehan seksual memilih untuk bungkam dan apatis.

Promising Young Woman (2020)

“Promising Young Woman” bisa jadi film dengan tema kekerasan perempuan yang dikemas dengan genre thriller agar menarik, namun maknanya tetap dapat. Fasenya cepat, kronologis, dengan setiap karakter dengan kontribusi jelas untuk membahas isu pelecehan seksual pada perempuan.

Melalui karakter Cassie yang eksentrik, film ini adalah ‘film balas dendam’ yang sempurna untuk para pihak yang langsung maupun tidak langsung ambil adil dalam menghancurkan masa depan seorang perempuan yang seharusnya menerima pembelaan sebagai korban.

The Invisible Man (2020)

Setelah kabur dari pacarnya yang abusive, Cee mendapatkan berita bahwa mantannya tersebut meninggal karena bunuh diri. Namun, peristiwa tersebut justru menjadi awal bagi mimpi buruknya sebagai korban kekerasan oleh sosok yang Ia yakini adalah mantannya tersebut, Adrian.

The Invisible Man Review

Universal Pictures

Dengan kemasan genre suspense thriller, “The Invisible Man” akan membawa kita dalam situasi paling mengerikan dalam sebuah hubungan yang abusive. Film ini bisa menjadi konten yang cukup sensitif bagi audience yang masih berjuang dari trauma.

A Better Man (2017)

Sebuah proyek film yang berani dari Attiya Khan sebagai sutradara, “A Better Man” merupakan film dokumenter dimana Attiya melakukan perbincangan dengan mantan pacarnya, Steve. Bukan mantan terindah, Steve dulunya adalah pacar yang kasar dan hampir merenggut nyawa Attiya.

Melalui film ini, Attiya ingin menunjukan bahwa seorang pria harus berani bertanggung jawab atas kesalahan besar yang telah diperbuat, yaitu melakukan kekerasan fisik dan mental pada perempuan. Bahwa mereka mempunyai pilihan untuk menyesal dan meminta maaf, dan hal tersebutlah yang dilakukan oleh Steve pada Attiya. Sutradara asal Kanada ini mengaku bahwa proses syuting “A Better Man” telah menjadi media penyembuhan bagi dirinya sebagai korban kekerasan.

Precious (2009)

Setelah menjadi korban kekerasan seksual oleh ayahnya sendiri hingga hamil dua kali, Precious juga harus mendapatkan perlakuan abusive dari ibunya yang pengangguran. Meski masih bisa menjalani rutinitas sehari-hari dan masih bersekolah, Precious juga berusaha menenangkan dirinya sendiri lamunannya sebagai perempuan yang dicintai dan lebih diapresiasi. Setelah pindah ke sekolah alternatif, Ibu Blu Rain sebagai guru pembimbing memberikan usaha terbaik untuk menangani masalah Precious.

Precious (2009)

“Precious” menjadi film tentang kekerasan perempuan yang tidak terlalu filosofis atau kental dengan sentuhan arthouse, namun lebih menonjolkan materi drama kehidupan yang natural.

Click to comment

Interview With the Vampire Interview With the Vampire

Interview With the Vampire Review: Kisah Vampir Berjiwa Manusia

Film

Film Tentang Pencurian Data PribadiFilm Tentang Pencurian Data Pribadi Film Tentang Pencurian Data PribadiFilm Tentang Pencurian Data Pribadi

Film Tentang Pencurian Data Pribadi

Cultura Lists

Angele Review: Saat Pop Star Belgia Kembali Menemukan Jati Dirinya

Film

The Power of the Dog The Power of the Dog

The Power of the Dog Review: Toxic Masculinity dan Balas Dendam Tersembunyi

Film

Advertisement
Connect