Connect with us
pinocchio guillermo del toro
Netflix

Film

Pinocchio Review: Versi Guillermo del Toro yang Lebih Gelap dan Menawan

Adaptasi film animasi Pinocchio Guillermo del Toro jadi versi terbaik saat ini. 

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

“Pinocchio” versi Guillermo del Toro sedang trending di berbagai media setelah rilis di Netflix akhir pekan lalu. Bersama dengan Mark Gustafson, del Toro memilih medium animasi stop-motion untuk mempresentasikan kisah Pinocchio sesuai dengan imajinasinya. Buat yang bertanya-tanya, ada berapa adaptasi “Pinocchio” pada 2022 ini? Ada tiga film “Pinocchio” terbaru tahun ini.

Pertama adalah “Pinocchio: A True Story” dalam medium animasi versi Rusia, versi yang tidak banyak dari kita ketahui. Kemudian Disney+ merilis versi live-action Pinocchio yang dibintangi oleh Tom Hanks pada September kemarin. Sayangnya film yang diadaptasi oleh Robert Zemeckis tersebut memiliki kualitas yang underwhelming.

Sementara “Pinocchio” versi del Toro dan Gustafson telah menarik perhatian penikmat film sejak masa promosinya. Apakah “Pinocchio” satu ini diakui karena nama besar Guillermo del Toro semata? Atau memang benar memberikan adaptasi dengan cita rasa baru dalam kisah klasik bocah boneka kayu yang ikonik ini?

pinocchio guillermo del toro

Pinocchio Versi Guillermo del Toro yang Lebih Gelap dan Menawan

Kita bisa melihat bagaimana Guillermo del Toro menuangkan versi imajinasinya akan “Pinocchio”. Project satu ini bukan adaptasi ‘malas’ yang hanya menjiplak materi sumbernya, kemudian memolesnya dengan presentasi yang baru. Dalam perbincangannya bersama Mike Flanagan dengan Netflix, del Toro menyebutkan bahwa ia penggemar berat dongeng “Frankenstein”. Baginya, Pinocchio memiliki konsep cerita yang serupa dengan dongeng klasik favoritnya tersebut.

Kita bisa melihat usaha lebih yang dilakukan oleh del Toro dalam menulis cerita versinya bersama Matthew Robbins, kemudian mengembangkan naskah bersama Patrick McHale. Kita juga patut memberikan apresiasi pada Mark Gustafson sebagai animator utama dalam “Pinocchio”.

Sesuai materi sumber dan adaptasi pada umumnya, dongeng bocah kayu ini berlatar di Italia pada 1800an. Semenatar del Toro memilih latar di Italia pada 1940an, dengan misi memasukan muatan sosial dan anti-fasisme dalam naskah.

Lebih dari kisah seorang bocah kayu yang hidup untuk mengobati kesedihan Gepetto, del Toro menggunakan dongeng klasik ini untuk menyampaikan pesan lain yang lebih bermakna tentang kehidupan. Dalam kemasan gelap sekaligus menawan khas Guillermo del Toro.

pinocchio guillermo del toro

Presentasi Animasi Stop-Motion Berkualitas Tinggi

Del Toro bersama Mark Gustafson telah memberikan presentasi animasi stop-motion yang memukau. Mulai dari desain karakter original hingga karakter-karakter baru, semuanya memiliki penampilan baru yang terlihat bebas dan tidak terlalu berpatokan dengan materi sumbernya.

Salah satu yang paling viral dan memikat banyak penonton adalah penampilan roh hutan (peri biru) yang hadir sebagai roh dalam wujud biblical angel yang mistis sekaligus menawan. Semakin berkharisma dengan Tilda Swinton sebagai pengisi suaranya.

Selain Swinton, ada banyak aktor ternama lainnya juga mengisi suara dalam “Pinocchio”. Mulai dari David Bradley sebagai Gepetto, Ewan McGregor sebagai Cricket sekaligus narator, hingga aktor muda Finn Wolfhard sebagai Candlewick, kemudian Pinocchio sendiri diisi oleh Gregory Mann.

Bisa disamakan ke-epic-annya seperti “The Nightmare Before Christmas” (1993), “Pinocchio” versi del Toro ini patut dinobatkan sebagai film animasi terbaik tahun ini. Setiap karakter diwujudkan dalam desain dan gerakan yang detail dan nyaris lembut. Permainan cahaya dan sinematografi yang dihadirkan juga terlihat immersive dan dimensional.

Selalu menjadi keseruan tersendiri untuk melihat presentasi gerakan dalam animasi stop-motion, ‘“Pinocchio”  menyajikan banyak hal dalam setiap frame untuk diperhatikan keindahannya sebagai medium seni.

Alur Perkembangan Karakter Pinocchio yang Lebih Menyentuh

“Pinocchio” satu ini juga memiliki naskah yang kaya cerita. Sajian cerita yang diberikan akan membuat kita melupakan kisah-kisah Pinocchio sebelumnya, dan fokus pada versi del Tor yang sedang kita tonton pada momen tersebut. Karena banyak elemen yang menarik dan berkesan sejak babak pertama film.

Animasi ini juga membentuk pondasi cerita yang kuat untuk memberikan bekal sentimental pada penontonnya. Kemudian dikembangkan dengan plot yang mengalami cukup banyak improvisasi sesuai visi del Toro.

Pada titik ini film adaptasi “Pinocchio” sudah sangat banyak. Mungkin beberapa dari kita juga sudah menonton lebih dari satu dua judul yang ada di luar sana. Namun “Pinocchio” versi Guillermo del Toro ini patut ditonton dan memiliki makna cerita yang berbeda, berujung pada sekuen plot petualangan Pinocchio yang juga berbeda, kemudian memberikan pesan yang tak kalah berkesan pada akhir cerita.

10 Film Nominasi Best Picture Oscar 2023 10 Film Nominasi Best Picture Oscar 2023

10 Film Nominasi Best Picture Oscar 2023

Cultura Lists

Balada Si Roy Balada Si Roy

Balada Si Roy Review: Lika-liku Perusuh Tatanan

Film

Elvis Elvis

Elvis Review: Kisah Jatuh Bangun King of Rock and Roll 

Film

Spirited Away Spirited Away

Spirited Away: Animasi Legendaris Studio Ghibli yang Filosofis dan Penuh Makna

Film

Connect