Connect with us
Paramore: This is Why Album
Cr. Zachary Gray

Music

Paramore: This is Why Album Review

Paramore kembali dengan kegelisahan akan era modern pasca pandemi dalam alunan musik danceable rock.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

“This Is Why” menjadi momen kembalinya Paramore di 2023 ini setelah hiatus dengan rilisan terakhir, “After Laughter” pada 2017. Bersamaan dengan istirahatnya band ini, Hayley Williams sempat merilis dua solo album dan seperti kita semua, menghadapi tantangan yang berhubungan dengan kondisi kesehatan mentalnya saat masa pandemi. Untungnya Paramore mampu kembali dengan semangat baru, mendemonstrasikan kematangan dan rasa percaya diri, menjadi prestasi musik dalam dua dekade ini.

Album studio keenam ini menjadi deklarasi, membuktikan bahwa terkadang menghilang untuk beberapa mampu membentuk hati yang lebih dekat dengan diri sendiri. Ini menjadi showcase kualitas Paramore sebagai unit yang tangguh dan telah mengalami evolusi bermusik selama bertahun-tahun.

Mengawali karir sebagai salah satu unit di skena pop-punk dan emo, Paramore telah mengalami transformasi bertahap menuju eksekusi musik yang lebih dewasa. Perjalanan mereka dari album rock “Riot!” pada 2007, beralih ke rekaman yang lebih ceriah pada 2013, kemudian refleksi pop melalui “After Laugther”, secara perlahan Paramore semakin menemukan warna musik mereka yang sesungguhan.

“This Is Why” menjadi satu lagi album yang digodok oleh Hayley William, Zac Farro, dan Taylor York, terdengar lebih matang dan mantap, terutama karena mereka terdengar percaya diri. Banyak hal telah berubah selama 6 tahun.

The Gist:

“This Is Why” menjadi album yang membahas hal-hal yang membuat kita frustrasi, sekaligus menari di atas topik bertanggung jawab atas perubahan kita sebagai manusia modern yang mengidap kecemasan. Langsung terdengar melalui single utama dengan judul yang serupa dengan albumnya, Hayley Williams mengungkapkan mengapa ia tidak ingin ke luar rumah. Lirik yang tidak bisa lebih relevan lagi dalam menggambarkan perasaan kita selama pandemi. Hingga kebiasaan kita dalam menghindari ajakan teman untuk bertemu dalam track ‘Running Out of Time’.

Sebagai album kembalinya Paramore dari masa hiatus, “This Is Why” lebih dari sekadar comeback album yang mengobati rindu. Williams bersama member lainnya benar-benar memiliki musik baru untuk diperdengarkan pada penggemarnya. Bahwa meskipun tampak tidak aktif sebagai band dalam jangka waktu yang lama, mereka juga mengalami perubahan bahkan perkembangan yang layak untuk diapresiasi. Lebih dari ucapan selamat datang kembali, namun rasa bangga bahwa Paramore tidak pernah berhenti, tak takut, dan semakin percaya diri dengan musik mereka yang progresif.

Sound Vibes:

Setelah “After Laughter” menjadi album yang sangat ceria dan sangat kental dengan genre pop-nya, Taylor York tampaknya sangat rindu untuk menciptakan lagu-lagu rock kembali. Apalagi setelah melalui masa pandemi, ia merasa bahwa musik yang lebih kencang, intens, dan edgy lebih cocok menjadi background dari pesan yang ingin mereka sampaikan melalui “This Is Way”. Gagasan tersebut menghasilkan arahan aransemen musik untuk “This Is Why” yang post-punk, dengan aplikasi instrumen yang tajam dan melodi-melodi yang danceable.

Album ini terdengar seperti terinspirasi dari era kebangkitan pada 2000an dari unit seperti Yeah Yeah Yeahs, Bloc Party, dengan sentuhan Franz Ferdinand. Daripada mengeksekusi dengan musik rock alternative yang suram untuk muatan konten liriknya, Paramore ingin membuat musik rock bisa membuatnya menari untuk melupakan kegelisahan di era modern dimana semua orang sepertinya introvert.

Kita mendapatkan track rock dengan bassline yang nge-blues seperti ‘This Is Why’ yang mengandung kecemasan, ‘The News’ yang nge-rock untuk mengekspresikan rasa kesal, kemudian ‘C’est Comme Ca’ yang catchy untuk menanggapi kemunduran potrait.

Best Tracks:

‘Running Out of Time’ menjadi salah satu track terbaik dari album ini dengan bass yang subtil dan pola gitar membuka lagu. Kemudian mengalami akselerasi dengan ledakan alternative pop pada chorus-nya, sekilas mengingat kita kembali pada era “After Laughter”. Permainan gitar York terdengar mencolok, menjadi bagian paling enerjik dalam lagu, namun tidak dikuasi oleh distorsi maupun riff yang berat. Melainkan mengandalkan energi melalui chord, seakan York mengungkapkan perasaannya melalui setiap kunci yang ia pilih.

Sementara Williams terdengar membawakan lirik yang mencolok dan unik untuk track ‘C’est Comme Ca’, dijamin tetap catchy sekalipun kita tidak familiar dengan bahasa yang digunakan untuk hook-nya. Beberapa track mungkin tidak langsung memikat dalam tracklist “This Is Why”, namun tak butuh waktu lama sampai kita bisa memahami pesona dari track-track tersebut.

Ini menjadi manifestasi dari sikap percaya diri dan rasa tidak takut untuk mengambil resiko demi eksperimen. Seperti ‘Big Man Little Dignity’ menjadi salah satu track yang memperdengar sesuatu yang baru dari Paramore. Memperdengarkan vibe pop 80an dengan showcase vokal Hayley Williams.

Satu track terbaik dan akhirnya memperdengarkan sesuatu yang suram adalah ‘You First’, jelas menjadi salah satu track yag akan mencuri perhatian pendengarnya. Dibuka dengan riff gitar solo diikuti dengan que drum, membuat kita kembali ke masa di mana Paramore masih memeluk genre rock, ini adalah track paling nge-rock dalam “This Is Why”. Meski mengingatkan kita pada musik lama Paramore, ada kedewasaan yang terdengar dalam aransemennya sebagai penyempurna track.

meghan trainor timeless meghan trainor timeless

Meghan Trainor Rilis Album Keenam “Timeless”

Music

Steve Aoki dan Bassjackers Luncurkan Kolaborasi Double Single

Music

IMP Rilis Album Perdana “Departure”

Music

ARTMS Merilis Album Debut Full-length ARTMS Merilis Album Debut Full-length

ARTMS Merilis Album Debut Full-length

Music

Connect