Connect with us
Olivia Rodrigo Guts
Photo via Press

Music

Olivia Rodrigo: Guts Album Review

Olivia Rodrigo mencengkram masa remajanya di ambang pintu kedewasaan dalam alunan pop rock yang masih serupa dengan “Sour”.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Olivia Rodrigo telah menjadi salah satu ikon pop generasi masa kini yang sukses semenjak album debutnya, “Sour” pada 2021 lalu. Viral melalui hits ‘Drivers License’, dilanjutkan dengan perilisan single ‘Good 4 U’ yang terinfluensi oleh musik chic pop rock 2000an.

Mengawali karir sebagai salah satu bintang Disney, telah menemukan jalanan meninggalkan citranya dari bintang anak-anak menuju penggemar yang juga mulai beranjak dewasa bersamanya. Semakin berani memeluk kebanggaan dan kegalauan wanita muda melalui lirik yang “problematik” namun jujur dari hati.

Seiring bertambah besarnya popularitas, kini Olivia Rodrigo menanggung beban besar untuk memenuhi ekspektasi di skena musik dunia. Baik untuk penggemar setianya, maupun penikmat musik umum yang mempertanyakan kredibilitas dari kepopulerannya.

Banyak yang telah jatuh cinta dengan musiknya dan memiliki ekspektasi lebih untuk album keduanya, “Guts” yang rilis pada 8 September 2023. Mulai dari cover yang tidak jauh berbeda dengan album debut (kembali memilih warna ungu solid sebagai latar) dan satu dua single utama yang serupa dari “Sour”; Apakah Rodrigo masih stuck dengan materi yang mulai membosankan atau memiliki sesuatu yang baru untuk disimak? Yang pasti, Olivia Rodrigo masih ingin menjadi duta kebebasan mengungkapkan perasaan, kegundahan, dan keseruan menjadi wanita di usia 20an.

The Gist:

Lirik dalam “Guts” berada di antara ‘universal’ dan ‘personal’, perpaduan ini telah menjadi rumus dasar dari berbagai hits pop populer secara umum. Dalam album kedua ini, Rodrigo mengeksplorasi tema keraguan diri yang lebih dalam. Mulai dari perasaan cemburu, fantasi akan balas dendam yang kejam, hingga rasa frustrasi dalam memenuhi standar masyarakat dan gagasan yang tidak realistis tentang kecantikan.

Beberapa tema pembicaraan ini terasa lebih baik daripada yang lain, mengesankan bagaimana Rodrigo berusaha memperluas pandangannya melampaui usianya saat ini. Secara keseluruhan, mengibaratkan “Guts” sebagai ‘burn book’ atau buku harian dari Olivia Rodrigo.

“Guts” mencerminkan perjalanan kreatif seorang seniman yang sedang masih dalam proses transisi dari masa remaja di ambang pintu wanita dewasa. Lagu-lagu dalam tracklist-nya terdengar “labil”, berubah-ubah antara keluhan remaja yang dramatis dengan lantunan syair yang lebih menunjukan kematangan prinsip dan cara pandang.

Rodrigo kerap menunjukan kesan yang menguntungkan usianya sendiri dalam mengadaptasi tema-tema tersebut, cukup terdengar repetitif pada titik ini. Ini menimbulkan dilema juga bagi pendengarnya; untuk mengkritisi Rodrigo yang dramatis atau berusaha memahami kecemasan yang dialami oleh ikon pop muda ini. Karena Olivia Rodrigo juga menyatakan poin yang akan membuat kita simpati; ‘When am I gonna stop being great for my age and just start being good?’, ucapnya dalam lagu penutup ‘Teenage Dream’.

Sounds Vibe:

Masih tak jauh dari warna musik yang kita dengar dalam “Sour”, “Guts” masih menjadi catchy pop rock album. Single seperti ‘Bad Idea Right?’ dan ‘Get Him Back!’ memberikan ekspektasi akan album pop rock yang upbeat dan menghantam. Ditambah lagi dengan art direction dalam berbagai aset dan judul album “Guts” yang sangat spunky. Sama seperti “Sour” ketika merilis single ‘Good 4 U’ dan ‘brutal’.

Sementara single ‘Vampire’ adalah legasi dari ‘Driver License’. Namun komposisi gitar dalam “Sour” lebih disajikan sebagai dekorasi dalam aransemen, sementara riffs dalam “Guts” terdengar lebih intens dan terdekat dengan komposisi utama dalam mixing.

Tracklist secara keseluruhan tak hanya mengalami banyak shifting lirik, namun juga musik yang diperdengarkan. Kadang dengan kita mendengar lagu pop rock dengan gitar dan drum yang bikin semangat. Namun diantaranya juga ada track-track seperti ‘Lacy’, ‘Making the Bed’, ‘Vampire’, dengan komposisi pop ballad piano yang melankolis. Kontras musik yang disajikan berselingan sepanjang tracklist mungkin salah satu aplikasi yang membuat album ini terdengar “labil” secara musikal.

Best Tracks:

‘All-American Bitch’ menjadi track pembuka yang lantang dan percaya diri untuk “Guts”. Diiringi dengan aransemen musik rock yang playful serta lirik ‘I know my age, and I act like it’. Ini menjadi himne generasi klasik yang menginspirasi pendengar seusianya untuk menjadi diri tanpa memikirkan aturan sosial pada umumnya. Lagu pemberontakan dengan permainan gaya menulis lirik yang satir. Keberanian Rodrigo bersinar dalam track rock yang enerjik ini, dimana ia berani tampil sebagai dirinya sendiri tanpa takut mendapat kritikan maupun disalahpahami oleh pendengar yang tidak familiar dengan kepribadiannya.

‘Ballad of a Homeschooled Girl’ juga menjadi lagu paling berani dalam album ini. Dengan narasi merendahkan diri yang setengah-setengah disalurkan secara konsisten sepanjang lagu. Ketika kita mendengarkan lagu ini, dimana membawa semangat Nirvana dan mengeksplorasi kecanggungan sosial yang kronis. Sementara ‘Making the Bed’ merupakan track ballad yang terdengar lebih dewasa dari Rodrigo, yang diakselerasi dengan pacing intensnya.

‘Bad Idea Right?’ menjadi track pop punk yang terinspirasi dari rumor dan gosip dari tembok toilet sekolah. Mengingatkan kita pada hits single, ‘brutal’, dengan gaya menyanyi Rodrigo yang terdengar lelah dengan drama dan nafas beratnya ketika mengeluh. begitu juga pada track ‘Get Him Back!’ yang lebih anthemic dan catchy. Olivia Rodrigo memang merangkul perannya sebagai remaja manja dengan segala curahatan mentahnya, dan hal persona tersebut dipresentasikan dengan sukses dalam “Guts”, dan ia tidak takut untuk menghidupi stigma tersebut.

Declan McKenna: What Happened to the Beach? Declan McKenna: What Happened to the Beach?

Declan McKenna: What Happened to the Beach? Album Review

Music

Ariana Grande: Eternal Sunshine Ariana Grande: Eternal Sunshine

Ariana Grande: Eternal Sunshine Album Review

Music

Java Jazz Festival 2024: Embracing Unity Through Music

Entertainment

Green Day: Saviors Album Review

Music

Connect