Connect with us
Nightmare Alley
Photograph by Kerry Hayes/Searchlight Pictures

Film

Nightmare Alley Review: Aksi Sang Mentalist dalam Semesta Noir Karnaval

Materi baru dari Guillermo del Toro, namun tak asing lagi bagi penggemar drama noir.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

“Nightmare Alley” (2021) merupakan salah satu film yang masuk dalam nominasi Best Picture pada ajang Academy Awards pada 28 Maret mendatang. Disutradarai oleh Guillermo del Toro, Ia telah mencicipi kemenangan Oscar pertamanya melalui “The Shape of Water” pada 2018 silam.

Berlatar di karnaval bernuansa noir, film Del Toro kali ini diangkat dari novel berjudul serupa karya William Lindsay Gresham pada 1946. “Nightmare Alley” juga telah diadaptasi sebagai film pada 1947, disutradarai oleh Edmund Goulding. Dimana saat itu genre film noir sedang populer di Hollywood. 

Stanton Carlisle (Bradley Cooper) adalah seorang pria yang bergabung dengan kelompok karnaval keliling pada 1940-an di pinggiran New York. Setelah mendapatkan ilmu sebagai mentalist dari seorang senior, Carlisle memiliki mimpi untuk tampil di panggung yang lebih berkelas. Menemukan jalannya ke kalangan elite, Carlisle melanjutkan triknya dengan risiko yang semakin besar. Mampukah del Toro kembali meraih kemenangan dengan “Nightmare Alley”?

Nightmare-Alley

Drama Noir dengan Cita Rasa Karnaval yang Semarak dengan Keunikannya

Selamat datang di ‘Nightmare Alley’, sebuah karnaval keliling dengan berbagai pertunjukan unik. Mulai dari pertunjukan wanita yang kebal dengan sengatan listrik, hingga cenayang yang bisa membaca orang. “Nightmare Alley” akan menyambut kita ke lokasi pasar malam klasik dengan produksi latar yang maksimal dan detail. Mulai dari banner-banner lukisan tangan yang otentik, tenda-tenda khas karnaval, hingga sarang besi untuk ‘makhluk unik’.

Dari karnaval usang di atas tanah lapang yang kumuh, pertunjukan yang lebih berkelas dilangsungkan di perkotaan New York yang mewah. Memasuki babak ini, kita akan dimanjakan dengan interior art deco klasik yang tak kalah menawan dengan tingkat detailnya. “Nightmare Alley” merupakan salah satu kandidat dalam Academy Award yang unggul dalam produksi desainnya. Didukung dengan properti, kostum, dan sinematografi yang memukau. 

Lepas dari kesemarakannya, tema karnaval sudah tidak asing lagi dalam niche thriller maupun horror. Serial seperti “American Horror Story” merupakan salah satu karya ikonik yang merepresentasikan tema ‘thriller carnival’.

“Nightmare Alley” kurang lebih memiliki vibe yang serupa, namun menjadi latar dari sebuah kisah noir yang mengandalkan logika dan realita. Tidak ada hal supranatural atau sihir, hanya sebuah trik yang cerdas dari protagonis yang kuat dan alur cerita yang dekat dengan problematika kehidupan pada masa Great Depression di Amerika Serikat.

Nightmare Alley

Film Psychological Thriller dengan Protagonis di Dunia Showbiz

Bagi kita yang telah menonton film seperti “The Prestige”, “The Illusionist”, hingga “Now You See Me”, film ini kurang lebih memiliki tema cerita dengan latar dunia profesi yang serupa. Perbedaannya hanya konflik dan latar waktu. “Nightmare Alley” memiliki kisah yang berpusat pada perkembangan karir Stanton Carlisle sebagai mentalist. Mulai dari masa lalunya yang misterius pada bagian prolog, hingga kelanjutan kisahnya dengan profesinya yang unik dan telah memikat banyak orang. 

Film ini memiliki plot maju yang kronologis, jadi mudah disimak. Elemen psychological terasa pada esensi naskahnya, bagaimana protagonis memanipulasi realita, dan sebaliknya. 

‘Kebohongan’ menjadi kata kunci utama dalam kisah Carlisle. Ditambah dengan materi trauma masa lalu dan penyesal, masalah-masalah yang sesuai dengan latar masa Great Depression. Mendekati babak terakhir dari pertunjukan Carlisle, ketengangan dan urgensi berhasil dipresentasikan dalam plot. 

Secara keselurahan, plot yang akan kita saksikan termasuk mudah ditebak. Sebagian plot pada babak pertama bisa dikategorikan sebagai foreshadowing yang begitu jelas bagi kelanjutan kisah sang protagonis. 

Genre Baru dari Guillermo del Toro, Namun Bukan Hal Baru Secara General

Menyajikan cerita dengan makhluk asin dari dunia fantasi sudah menjadi ciri khas dari del Toro. “Nightmare Alley” bisa memiliki vibe desain produksi yang del Toro banget, namun cerita merupakan sesuatu yang baru dari sutradara yang sebelumnya memenangkan Oscar dengan film fantasinya. Jika pada film-film del Toro sebelumnya kita diyakinkan akan keberadaan bocah dari neraka hingga manusia ikan, “Nightmare Alley” justru membuka fakta bahwa makhluk-makhluk tersebut hanya ilusi atau konsep fiksi yang dikarang oleh manusia untuk dijual. 

Bagi penggemar film fantasi dengan ekspektasi tertentu pada film ini, “Nightmare Alley” bisa jadi memberikan pengalaman yang baru. Namun, bagi kita yang sudah sering menonton film noir dan psycological thriller, kita tak akan dibuat kaget dengan plot yang mudah ditebak. Secara keseluruhan, “Nightmare Alley” merupakan film noir bernuansa karnaval dengan desain produksi yang maksimal dan plot cerita yang tetap menarik untuk disimak. 

Meski tidak termasuk film yang brilliant, tetap disayangkan bahwa film ini merupakan salah satu film terbaik yang flopped pada 2021 kemarin. Kini “Nightmare Alley” sudah bisa kita streaming di Disney+ Hotstar.

The Outsider Review The Outsider Review

10 Film Hollywood dengan Estetika Jepang

Cultura Lists

Happiest Season Happiest Season

Rekomendasi Film Chick Flick 2020an

Cultura Lists

Kilas Balik Trilogi Baru Star Wars: Kehancuran Sebuah Franchise

Entertainment

My Missing Valentine My Missing Valentine

My Missing Valentine: Menyusuri Ingatan Satu Hari yang Hilang

Film

Connect