Connect with us
John Wick 3 film neo noir
John Wick

Entertainment

Film Neo-Noir: Identik dengan Tema Kriminal dan Protagonis Anti-Hero

Lebih dari sekadar genre, pahami karakteristik film Neo-noir.

Mulai dari film aksi kriminal, hingga kisah yang fokus pada perkembangan karakter anti-hero, film neo-noir merupakan jenis film dengan ciri khas tertentu, namun masih sulit untuk didefinisikan sebagai satu genre yang pasti.

Dengan semakin populernya film-film yang berpihak pada karakter yang tertindas hingga romantisme pada karakter villain, neo-noir bisa jadi merupakan pakem yang bisa menuntun para filmmaker untuk mengeksekusi sebuah film. Buat penggemar film kriminal yang suram atau film thriller dengan karakteristik melodrama, mari simak apa sebetulnya film neo-noir?

Sunset Boulevard

Film Noir Sunset Boulevard (1950)

Perkembangan Film Noir Menuju Neo-Noir

Jika ingin membahas neo-noir, kita tidak bisa memulainya tanpa membahas ‘noir’. Secara harfiah, ‘noir’ merupakan bahasa Perancis yang bermakna ‘hitam’. Istilah ‘film noir’ pertama kali dicetuskan oleh seorang kritikus film Prancis, Nino Frank pada 1946. Namun, istilah ini tidak langsung terkenal kala itu.

Nino Frank menggunakan istilah tersebut untuk melabeli film yang mengandung materi pembunuhan, mafia, hingga gothic romance. Biasanya memuat isu sosial dan memiliki nuansa melodrama sebagai kemasan. Film noir juga memiliki definisi yang teknikal dalam produksi film, dimana visualnya memiliki gaya pencahayaan yang “nanggung” dan komposisi yang tidak seimbang.

Hingga akhirnya istilah ‘film noir’ mulai populer pada 1955 oleh seorang kritikus Prancis juga, Raymond Borde dan Etienne Chaumeton. Sama dengan Nino Frank, keduanya mendefinisikan film noir sebagai film bertema kriminal dan gangster, yang berlatar di Amerika pada tahun 30-an hingga 40-an. Namun, istilah film noir secara sederhana tidak lagi digunakan karena perkembangan zaman.

Sejak era 50-an dan kedepannya, film yang mengadaptasi karakteristik noir, kini telah disebut sebagai film neo-noir. Jadi, yang membedakan ‘film noir’ dan ‘film neo-noir’ sebetulnya hanya era perfilmannya saja.

Namun, pada akhirnya film neo-noir memang pantas “dipatenkan” karena perkembangan karakteristik dan definisinya lebih luas dan terus berkembang mengikuti perkembangan zaman.

Joker film neo noir

Apa yang Membuat Sebuah Film Disebut Neo-Noir?

Banyak media maupun kritikus film hingga saat ini masih tidak bisa memberikan tolak ukur tegas untuk mendefinisikan film neo-noir. Namun yang pasti, neo-noir lebih dari sekadar genre film. Neo-noir lebih cocok dikategorikan sebagai ‘nuansa’ atau ‘ambient’, kita bisa merasakannya ketika menonton sebuah film.

Masih tidak meninggalkan karakteristik noir klasik, film neo-noir kerap menghadirkan nuansa film yang suram, gelap, melodrama, hingga tragis. Salah satu contoh film dengan nuansa neo-noir yang populer dan mudah dipahami adalah “Joker” (2019). Mulai dari penulisan naskah, sinematografi, musik, hingga penokohan protagonisnya, that’s neo-noir. Contoh film-film neo-noir populer lainnya adalah “John Wick” franchise, “Drive” (2011), “Seven” (1995), dan pastinya salah satu film terbaik Christopher Nolan, “Memento” (2000).

Pada dasarnya, ada beberapa elemen yang identik dengan film neo-noir. Dalam segi penulisan cerita, film neo-noir kerap memiliki protagonis dengan penokohan anti-hero, kemudian dekat dengan isu sosial, dan tidak jauh dari unsur kriminal, gangster, kekerasan, hingga eksploitasi seks. Segala realita terburuk dalam kehidupan menjadi materi tak terbatas bagi film neo-noir.

John Wick 3

John Wick 3

Jika bisa soal karakteristik yang lebih teknikal, secara tak sengaja, film neo-noir kerap memiliki kesamaan dalam audio dan visual. Visual paling sering kita temukan dalam film bernuansa neo-noir adalah panorama kota di malam hari dengan lampu-lampu neon, gang-gang gelap, markas rahasia, dan tempat-tempat suram sejenis lainnya.

Namun, tidak semua film aksi dengan estetika neon adalah film neo-noir, bukan? Pemilihan produksi secara teknis tersebut (musik latar yang suspenseful dan sinematografi suram) kebetulan saja memang paling tepat untuk menghidupkan nuansa neo-noir.

Keseruan Masa Depan Film Neo-Noir

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, istilah ‘film neo-noir’ memiliki jangkauan yang lebih luas untuk dikembangkan. Pada era 40-an hingga 50-an, film noir klasik mengandung kisah-kisah seputar gangster, detektif, narkoba, romansa terlarang, dan jenis kriminal konvensional lainnya.

Memasuki era 80-an hingga 2000-an, film neo-noir kebanyakan didominasi dengan protagonis pria yang terlibat dalam sebuah tindakan kriminal, atau sekedar ingin balas dendam atas kematian istrinya.

Pada sesi ini, mari kita mengeksplorasi keseruan perkembangan film neo-noir di masa depan. Secara tidak sengaja, laki-laki selalu menjadi protagonis dari film neo-noir. Menggunakan istilah ini untuk melabeli film kriminal yang dibintangi oleh karakter perempuan masih belum populer di media.

Padahal sudah ada banyak film dengan protagonis perempuan yang memenuhi karakteristik film neo-noir. Sebut saja “Gone Girl” (2014) dan “Promising Young Woman” (2020).

Tak menutup kemungkinan di masa depan, istilah film neo-noir akan disebut ketika media sedang mengulas film thriller dengan protagonis perempuan yang memiliki karakteristik sebagai anti-hero. Untuk sekarang, ketika menyebut film neo-noir, orang akan menyebut Anton Chigurh dari “No Country for Old Man” atau Travis Bickle dari “Taxi Driver”. Mungkin di masa depan karakter femme fatale tak hanya menjadi pelengkap dalam film noir, namun memiliki tier-nya sendiri.

Blade Runner 2049

Blade Runner 2049 (Warner Bros.)

Tema fiksi ilmiah dan ‘cyberpunk’ juga memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi film neo-noir. Tak hanya memberikan estetika secara visual, namun juga eksplorasi hukum moral dan perkembangan tatanan sosial dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih. Akan ada banyak metode kriminal baru, hingga cara membentuk dan menjalankan organisasi kriminal.

Film neo-noir berlatar futuristik sebetulnya juga sudah mulai bermunculan. Contoh paling tepat dan populer adalah “Blade Runner 2049” (2017) dari sutradara Denis Villeneuve.

Film neo-noir lebih dari sekadar genre, tidak selalu tentang protagonis dengan nilai moral yang bobrok, atau melulu tentang detektif yang hendak mengungkap sindikat kriminal. Pada akhirnya, istilah neo-noir mungkin cukup susah untuk didefinisikan secara deskriptif, elemen tersebut hanya bisa kita rasakan ketika sedang menonton film.

Interview With the Vampire Interview With the Vampire

Interview With the Vampire Review: Kisah Vampir Berjiwa Manusia

Film

Film Tentang Pencurian Data PribadiFilm Tentang Pencurian Data Pribadi Film Tentang Pencurian Data PribadiFilm Tentang Pencurian Data Pribadi

Film Tentang Pencurian Data Pribadi

Cultura Lists

Angele Review: Saat Pop Star Belgia Kembali Menemukan Jati Dirinya

Film

The Power of the Dog The Power of the Dog

The Power of the Dog Review: Toxic Masculinity dan Balas Dendam Tersembunyi

Film

Advertisement
Connect