Connect with us
Moon Knight Episode 3
Marvel Studios

TV

Moon Knight Episode 3 Review

Petualangan hingga Pertemuan Marc Spector dengan Dewa lainnya di Piramida Giza.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Arthur Harrow akhirnya berhasil mendapatkan apa yang selama ini Ia inginkan dari Marc Spector, scarab untuk menemukan makam Ammit. Merasa berada di posisi yang semakin terpuruk, Konshu pun mengancam Marc untuk menghentikan Harrow dan pengikutnya, atau Layla akan dipilih menjadi avatar berikutnya. Tak punya pilihan lain, Marc yang kini mengambil alih tubuh sepenuhnya dari Steven Grant, bertolak ke Mesir untuk memulai petualangan selanjutnya.

“Moon Knight” episode 3 membawa kita ke babak petualangan baru yang semakin kental dengan nuansa timur tengah. Berlokasi di Kairo, kita akan melihat aksi Marc Spector (dan sedikit Steven Grant yang berusaha mengambil alih) bertarung di keramaian pasar lokal, hingga memutar langit di padang pasir.

Karakteristik Moon Knight sebagai superhero Marvel dengan adaptasi lore Mesir Kuno semakin dibangkitkan dengan musik latar bernuansa timur tengah oleh Hesham Nazih, komposer asal Mesir. Berbagai misteri baru mulai muncul, Marc Spector bukan satu-satunya avatar yang mewakili Konshu.

Moon Knight Episode 3 Review

Petualangan Marc Spector yang Penuh Laga di Mesir

Marc Spector akhirnya menginjakan kaki di tanah Mesir, semakin dekat dengan lokasi makam Ammir dan Arthur Harrow beserta sektenya. Dalam episode kali ini, giliran Steven  yang ‘duduk di bangku belakang’. Setiap kali ‘switch’ terjadi, kini Steven menjadi kepribadian bayangan yang minim kontrol dan terjebak di cermin. Dengan Marc sebagai kepribadian utama, jelas Ia memilih cara kekerasan. Mulai dari bertarung, hingga menghabisi nyawa orang jika diperlukan.

Episode ini mulai diisi dengan banyak adegan laga, memperlihatkan kebolehan Isaac Oscar dalam mengeksekusi adegan bertengkar. Mulai dari melawan anak buah Harrow di pemukiman Kairo, hingga menunjukan lebih lagi pesona Moon Knight dengan jubah putih dan senjata bulan sabitnya yang mematikan. Mr. Knight juga sesekali muncul, berusaha menghentikan insting membunuh Moon Knight, dan sedikit memberikan sentuhan komedi yang cukup.

Isaac Oscar belum selesai menunjukan kebolehannya sebagai aktor superhero Marvel terbaru. Setelah memperlihatkan penampilan akting dengan dua kepribadian ganda yang on point, Ia tak berhenti di situ. Dalam “Moon Knight” episode 3 diperlihatkan bahwa Konshu ternyata bisa ‘masuk’ dalam tubuh Marc, meski tidak sepenuhnya. Kita bisa melihat keletihan Oscar baik in character atau sebagai aktor, harus berganti-ganti kepribadian dengan intensitas yang lebih tinggi dalam episode ini.

Penghakiman Konshu oleh Para Dewa Mesir Kuno Lainnya

Karena suatu kendala, Konshu dan Marc berada di jalan buntu dalam misinya menemukan Arthur Harrow yang kini telah dekat dengan makam Ammir. Ia pun mengendalikan langit untuk memancing perhatian dewa-dewa lainnya.

Adegan ini menjadi salah satu adegan monumental dalam “Moon Knight” episode 3. Dimana ternyata ada dewa-dewa dengan avatar masing-masing tersebar di dunia. Pertemuan para Dewa Mesir Kuno tersebut menggugah penonton, berlokasi di Piramida Agung Giza yang ikonik.

Maksud dari pertemuan tersebut adalah Konshu yang meminta penghakiman pada Arthur Harrow dengan niatnya untuk membangkitkan Ammit dari dewa-dewa lainnya. Namun sebaliknya, Konshu menjadi pihak yang dihakimi dalam pertemuan tersebut. Bahkan Marc mulai menunjukan sisi lemahnya sebagai avatar pilihan yang mengidap disosiatif kepribadian.

Perkembangan cerita ini akan membuat keterpihakan kita sebagai penonton terasa semakin pelik. Namun hal tersebut kita maknai sebagai hal yang baik, membuat kita makin penasaran dengan kelanjutan peran dari masing-masing karakter.

Misteri Kepribadian Ketiga dan Kematian Ayah Layla

Misteri baru kembali muncul dalam “Moon Knight” episode terbaru ini. Misteri pertama yang menarik perhatian kita adalah potensi kemunculan kepribadian ketiga. Pada adegan pertarungan babak pertama di pemukiman Kairo, Marc dan Steven sempat berebut ambil kendali. Marc ingin mendapatkan informasi dari pengikut Harrow dengan kekerasan, sementara Steven berusaha keras untuk berhenti menyakiti orang di sekitarnya.

Pada satu adegan ‘switch’, Marc melihat lawannya telah dihabisi oleh kepribadian lain yang Ia yakini adalah Steven Grant. Namun Steven langsung menyangkal. Melihat sifat Steven yang selalu meminimalisir kekerasan, kita juga pasti langsung percaya. Karena kita sedang berada di sudut pandang Marc, juga bisa dipastikan bahwa bukan Marc yang menghabisi pengikuti Harrow yang menyerangnya.

Selain teori adanya kepribadian ketiga yang masih misterius, teori Konshu yang bisa merasuki tubuh Marc dalam kesempitan juga bisa disimpan dulu sebagai bahan spekulasi.

Kemudian, pada adegan pertemuan Arthur Harrow dengan Marc Spector dan Layla di kediaman Anton Mogart. Harrow tiba-tiba mengungkit kematian ayah Layla, bahwa Marc bertanggung jawab atas kematian ayahnya.

Ketika Layla hendak mengkonfirmasi pernyataan tersebut pada Marc, Ia tak memberikan jawaban yang menyakinkan. Sebagai penonton, kita tahu bahwa pasti ada alasan mengapa Harrow mengungkit topik tersebut. Pada episode ketiga ini, kita juga sudah cukup mengenal Marc Spector untuk mengetahui ada sesuatu yang Ia sembunyikan.

Pada akhir “Moon Knight” episode 3, Konshu akhirnya menerima hukuman sesuai peringatan para dewa sebelumnya. Meninggalkan Steven dan Marc kehilangan kekuatan dan tidak sadarkan diri pada adegan terakhir episode kali ini.

Apa ada kepribadian baru yang akan ‘bangun’ dari tubuh tersebut selain Marc dan Steven? Bagaimana mereka Marc Spector harus beraksi tanpa kekuatan dari Konshu? Tonton kelanjutan “Moon Knight” episode berikutnya di Disney+ Hotstar setiap Rabu.

Moon Knight Episode 1 Review

Moon Knight Episode 2 Review

Click to comment

Chip ‘n Dale: Rescue Rangers Chip ‘n Dale: Rescue Rangers

Chip n’ Dale: Rescue Rangers Review

Film

rebecca 2020 rebecca 2020

10 Film dengan Plot Romansa yang Berubah Menjadi Horor

Cultura Lists

Suami-suami Masa Kini Suami-suami Masa Kini

Suami-suami Masa Kini Review: Tentang Gejolak Hidup Laki-laki Kekinian

TV

What If…? What If…?

What If…? Review: Multiverse of Madness yang Sesungguhnya

TV

Advertisement
Connect