Connect with us
Hindia
Photo via Press

Music

Hindia: Setengah Tahun Ini Single Review

Sebuah lagu dari Baskara Putra, bukan Hindia maupun .Feast.

Nama Daniel Baskara Putra tentu bukan nama yang asing saat ini, .Feast menjadi band yang begitu membesarkannya dari tahun 2018. Dan pada penghujung 2019, ia dengan percaya diri merilis album sekaligus menggelar konser pertamanya untuk nama Hindia.

Belum lama ini, ia merilis lagu bertajuk ‘Setengah Tahun Ini’ secara digital. Lagu itu ia rilis sebagai penutupan dari album perdana bertajuk “Menari Dengan Bayangan”.

Kekecewaan dan keterkejutan atas situasi yang terjadi menjadi latar belakang penulisan lagu ini. 2020 yang berperan sebagai tahun pembuka setelah keindahan dekade musik Indonesia 2010-2019 berjalan jauh dari ekspektasi semua orang.

Beragam skenario harus tertahan sementara karena pandemi Covid-19 lebih dulu mewabah. Tetapi luar biasanya, situasi yang masih tak menentu ini justru membuat para pelaku di industri musik kian gencar mencari celah untuk berkarya dengan kreativitas masing-masing. Tidak terkecuali label Sun Eater dan Baskara Putra alias Hindia.

Saat jumpa media virtual, Rabu (15/7), Baskara mengaku sudah lama memikirkan sebuah lagu untuk menutup albumnya, tapi ia ingin lagu itu terpisah dari album. Hal tersebut yang akhirnya menggerakkan lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia ini untuk menulis lagu. Baskara bercerita bahwa lagu ini ditulis khusus untuk merangkum apa yang ia rasakan secara sosial dan pribadi selama enam bulan ke belakang.

Virtual Press Conference Hindia

Virtual Press Conference Hindia

Apabila kita perhatikan lebih dalam, lirik dalam lagu ‘Setengah Tahun Ini’ banyak mengutip lirik dari lagu lain di album “Menari dengan Bayangan”. Sebuah langkah tersirat untuk menyatakan bahwa lagu ini memang hadir sebagai cerita yang merangkum perjalanan musik Baskara sebagai Hindia maupun sebagai vokalis .Feast.

Baskara mengangkat kembali kesalahan tutur katanya beberapa waktu lalu yang sempat menjadi perbincangan hangat di sosial media. Saat Baskara terkesan menganggap remeh sebuah genre musik. Ia juga menyampaikan permintaan maaf untuk orang yang ia kasihi, yang apabila beberapa waktu ini harus ikut memikirkan konsekuensi dari semua perbuatannya.

Lagu ini menjadi media bagi Baskara untuk berterus terang. Dengan jujur ia menyatakan ketakutan dan kegelisahan yang ia hadapi. Rasa terkejut dan kesan tidak nyata yang menghampiri dikarenakan perjalanan karir bermusiknya yang mengalami kemajuan pesat.

Karya ini semakin layak dinyatakan sebagai rilisan pribadi Baskara setelah kita melakukan analisis terhadap isi materi yang disampaikan. Banyak sorotan terhadap isu sosial dan politik yang membuat rilisan ini menjadi semakin padat.

Dalam tembang tersebut, pendengar akan disuguhkan beberapa catatan kejadian besar di Tanah Air seperti penanganan pandemi, Omnibus Law yang bergerak secara senyap, kredibilitas staf khusus Istana yang dipertanyakan, hingga rasa kehilangan besar atas kepergian mendiang Glenn Fredly.

Hindia Baskara Putra

Hindia – STI Artwork

Aransemen yang segar juga berhasil disuguhkan oleh Baskara, Rayhan Noor, dan Wisnu Ikhsantama. Progresi chord dan elemen yang belum pernah digunakan oleh Hindia dalam lagu-lagu sebelumnya terdapat dalam lagu ini.

Sayup-sayup terdengar unsur paduan suara sebagai penguat lagu. Mengenai pemilihan penggunaan choir sebagai warna tambahan dalam lagunya, ia berujar bahwa awalnya lagu ini akan dilengkapi dengan alunan gitar akustik. Namun, ia merasa kalau warna musik demikian sudah kerap mewarnai lagu-lagu sebelumnya. Akhirnya ia memutuskan untuk mengubah dan mengakui adanya perubahan yang lumayan jauh sampai muncul ide untuk menggunakan paduan suara.

Eksplorasi yang dilakukan Baskara dalam lagu ini tidak berhenti di situ. Selain memasukkan cuplikan nada dari Imagine karya John Lennon pada bagian awal lagu, bagian akhir lagu ini Baskara sediakan untuk orang lain yang menginspirasi ia dalam berkarya.

Di bagian outro (akhir) lagu ‘Setengah Tahun Ini’ terselip suara penyanyi Kunto Aji. Baskara mengatakan Kunto Aji memiliki andil penting dalam menciptakan album “Menari Dengan Bayangan”. Ia mengaku merasa terbantu secara personal dan secara kreatif oleh album Kunto Aji yang berjudul “Mantra Mantra” yang dirilis tahun 2018 lalu.

Baskara menyatakan bahwa kalau tidak ada “Mantra Mantra”, tidak akan ada “Menari Dengan Bayangan”. “Album ini dimulai karena Kunto Aji secara tidak langsung, harus ditutup sama Kunto Aji juga,” jelas Baskara. Akan tetapi, Nama Kunto Aji hanya Baskara tuliskan di bagian credits. Baskara memilih tidak menulis nama Kunto Aji sebagai featuring karena tidak ingin hanya sekadar menjual nama tenarnya.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa 2020 sejauh ini menjadi masa yang pelik bagi kebanyakan orang. Penuturan kisah dalam lagu ini menjadi sebuah cerminan perubahan diri untuk menghadapi masa yang akan datang.

Secara bersamaan, lagu ini mengisyaratkan pula suatu perubahan yang jelas sudah ada dalam genggaman; kita akan segera memasuki fase bermusik selanjutnya dari Hindia. Setengah Tahun Ini sudah dapat didengar di berbagai layanan musik digital.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect