Connect with us
Gorillaz: Cracker Island
Courtesy of Nasty Little Man

Music

Gorillaz: Cracker Island Album Review

Album post-pandemi Gorillaz terdengar seperti “Song Machine” Part 2.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Semenjak kembali pada 2017 dengan “Humanz”, Gorillaz seperti memulai era baru mereka dalam bermusik yang lebih nge-pop dan relevan dengan Gen-Z, menanggalkan status mereka sebagai salah satu pahlawan alternative rock bagi generasi millennial.

Mengembangkan eksperimen musik mereka dengan genre-genre yang sedang hype, seperti breezy lo-fi pop pada “The Now Now” (2018), hingga album penuh perayaan lintas genre dan kolaborasi pada album “Song Machine: Series One” (2020). Gorillaz benar-benar terlihat band yang seakan terlahir kembali beberapa tahun belakangan.

Pada Februari 2023 lalu, Gorillaz merilis album keenam mereka, “Cracker Island”. Damon Albarn sebagai master of puppets dari unit virtual ini kembali mengajak sederet musisi untuk berkolaborasi dengan bandnya. Mulai dari Tame Impala, Bad Bunny, Beck, Stevie Nicks, dan beberapa musisi lainnya. Memberikan kontribusi variasi genre dalam “Cracker Island”.

The Gist:

Sejak pertama kali terlahir sebagai konsep band virtual, Gorillaz selalu tentang eksperimen dan eksplorasi. Stigma demi stigma, dihancurkan dengan pembuktian musik Gorillaz yang selalu diterima oleh penggemarnya, hingga memikat penggemar baru dalam fandom mereka yang unik.

Dengan statusnya sebagai band virtual, terbentuk dari member-member dari dunia fiktif, band ini memang memiliki segalanya untuk terus mendobrak standarnya sendiri, membaur dengan berbagai era ketika mereka mau mencoba sesuatu yang baru. Namun, “Cracker Island” merupakan salah satu album yang tidak menjadi showcase eksplorasi paling signifikan.

“Cracker Island” terdengar seperti “Song Machine” Part 2, dan ternyata ada beberapa hal yang memang mempengaruhi hal tersebu. Beberapa track pada album ini merupakan lagu-lagu yang awalnya direncanakan masuk dalam “Song Machine”. Mulai dari ‘Tormenta’ berkolaborasi dengan Bad Bunny. Begitu pula lagu bersama Tame Impala dan Bootie Brown, ‘New Gold’.

Meski masih memiliki sajian musik yang baru dan patut untuk diapresiasi, album ini tidak memiliki ‘wow‘ faktor seperti “Song Machine” dengan variasi genre dan semarak kolaboratifnya. Setidaknya masih berhasil membuktikan bahwa album pop yang komersial juga bisa dikomposisi dengan kreatif, satu hal yang perlu dijadikan panutan dari unit virtual ini oleh musisi pop yang trendy pada era ini.

Sound Vibes:

“Cracker island” masih terangkai dari berbagai fusion beberapa genre musik, namun tidak terdengar semeriah “Song Machine”. Jika album 2020 tersebut benar-benar menyajikan tracklist yang bisa saja sanga kontras setiap track-nya, album ini memiliki sound vibes yang lebih kohesif dalam tracklist-nya.

Gorillaz membawa diri sebagai unit pop, synth-pop, kemudian membiarkan musisi yang berkolaborasi dengan mereka dalam setiap track memberikan hingga setengah persen dari jati diri musik mereka. Contohnya saja track seperti ‘New Gold’ yang Tame Impala banget. Album ini juga memperdengarkan musik electropop, funk jazz, ada yang sambil lalu, namun ada juga yang memiliki aransemen cukup catchy untuk menarik perhatian pendengarnya.

Best Tracks:

‘Cracker Island’ menjadi track menyambut pendengar dalam fase berikutnya, sekte dan stan culture, track disco dengan up beat tempo hasil kolaborasi dengan Thudercat ini berhasil menjadi title track yang catchy dengan hook-nya.

‘Silent Running’ merupakan track kolaborasi dengan Adeleye Omotayo juga menjadi track dengan aransemen disco pop yang catchy. Sama seperti track-track lain dalam album ini, lagu ini mengeksplorasi tema media sosial dan kecanduan, berujung pada kekacauan di internet. ‘Silent Running’ diungkapkan oleh Damon Alban sebagai track bagaikan mimpi atau lamunan, sebuah perjalanan pikiran.

‘New Gold’ mungkin lebih terdengar seperti lagu Tame Impala daripada lagu Gorillaz, namun menjadi salah satu yang terbaik dalam album ini karena layer fusion yang sempurna dalam menghasilkan track yang catchy namun juga kreatif in so many level. Ada sentuhan dreamy psychedelic dari Tame Impala, hip-hop funk dari Bootie Brown, dan masih dalam medium pop Gorillaz.

Secara keseluruhan, “Cracker Island” seharusnya bisa saja disebut sebagai ‘Song Machine: Season Two’, mungkin pemisahnya hanya lore dan cerita fiksi yang dikandung dalam narasi liriknya. Namun dalam segi musikal, album ini memberikan cukup materi baru, namun tidak melampau album sebelumnya.

meghan trainor timeless meghan trainor timeless

Meghan Trainor Rilis Album Keenam “Timeless”

Music

Steve Aoki dan Bassjackers Luncurkan Kolaborasi Double Single

Music

IMP Rilis Album Perdana “Departure”

Music

ARTMS Merilis Album Debut Full-length ARTMS Merilis Album Debut Full-length

ARTMS Merilis Album Debut Full-length

Music

Connect