Connect with us
Song Machine Season One Strange Timez
Photo via NME

Music

Gorillaz: Song Machine Season One Strange Timez Album Review

Gadget terbaru Gorillaz yang menghasilkan berbagai track lintas genre.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Ibarat sekumpulan geng eksentrik dalam sebuah semesta animasi, Gorillaz merupakan salah satu unit musik virtual yang tak pernah diam di satu zona nyaman. Pada 23 Oktober 2020, Gorillaz merilis album ketujuh mereka yang bertajuk “Song Machine: Season One – Strange Timez”. Album ini terdiri dari 17 track dimana semuanya berkolaborasi dengan sederet musisi unik dari berbagai genre musik. Mulai dari penyanyi legendaris, Elton John, Beck, Robert Smith, dan masih banyak lagi.

Banyak track dalam album ini sudah tidak asing lagi bagi kita yang mengikuti Gorillaz di sosial media. Setidaknya 7 track yang sudah dirilis secara bertahap sejak Januari 2020. Setiap track dirilis dalam bentuk video skits ‘Song Machine’ dari episode pertama hingga episode 7. Konsep video klip yang dikemas dalam bentuk skits ini mendukung keseluruhan project album “Song Machine” yang memanjakan penggemarnya. Sebagai band virtual, Gorillaz tak hanya dinanti karya musiknya, namun juga konsep animasi apa yang akan mereka hadirkan setiap perilisan era musik terbaru mereka.

Song Machine Season One Strange Timez

Gorillaz – Song Machine Season One Strange Timez

Sesuai dengan judul, “Song Machine” ibarat mesin ajaib atau semacam gadget terbaru yang diciptakan oleh Gorillaz sebagai penghasil musik dari berbagai genre. Mulai dari synth pop, electro pop, new wave, alternative rock, hip-hop, dan genre-genre menarik lainnya. Berbeda dengan track kolaborasi yang generik, Damon Albarn secara totalitas mengajak semua musisi yang berkolaborasi dengannya untuk memproduksi musik bersama. Setiap musisi kolaborator terdengar menonjol pada setiap track dengan genre utama mereka. Sementara Gorillaz berperan sebagai “tuan rumah” yang selalu terbuka dengan semua genre musik dan beradaptasi dengan mereka.

Hasilnya, setiap track terdengar unik dan menonjol, sehingga susah memiliki track favorit atau terbaik dalam album ini. Setiap track diproduksi secara maksimal, tidak ada track yang di-anak-tiri-kan atau diracik dengan aransemen asal jadi saja. Meski memberikan ruang luas pada musisi bintang tamu, cita rasa Gorillaz masih tetap terasa, terutama karena warna vokal Damon Albarn yang khas sebagai 2-D, vokalis Gorillaz.

Jika memilih secara subjektif, ada beberapa track terbaik versi Cultura dari album ini. Pertama adalah ‘The Valley of Pagans’ featuring Beck. Track ini bisa jadi merupakan hasil fusion genre terbaik antara Gorillaz dengan kolaboratornya. Mulai dari intro-nya saja, track ini sudah menyuguhkan aransemen musik yang catchy dengan tempo drum dan instrumen synth yang tepat. Komposisi disajikan dengan repetitif dan diakselerasikan secara bertahap, kita tak akan keberatan menunggu hook dari lagu ini yang diletakkan menjelang penghujung track. ‘The Valley of Pagans’ merupakan jenis track yang akan membuat pendengarnya addicted.

‘Momentary Bliss’ juga merupakan salah satu track fusion terbaik dalam album ini. Track eksperimental ini memiliki unsur ska, rock, punk rock yang playful dan fun. Sesuatu dalam lagu ini memiliki semangat original yang terhubung dengan ciri khas Gorillaz selama ini.

‘The Pink Phantom’ merupakan track ballad terfavorit yang sudah mencuri perhatian media semenjak pre-release. Dalam track ini Gorillaz berkolaborasi dengan Elton John dan 6LACK. Menghasilkan lagu dengan genre soft rock yang dreamy dengan memadukan instrumen synth, drum, dan piano yang eksperimental sekaligus tradisional. Sementara vokal autone 6LACK hadir sebagai aksen.

‘The Lost Chord’ dan ‘Désolé’ menjadi track down beat yang juga patut dimasukan dalam daftar kolaborasi terbaik. ‘The Lost Chord’ berkolaborasi dengan Leee John merupakan track yang memeluk musik funk dan soul yang lembut. Sementara ‘Désolé’ lebih dominan dengan sentuhan musik bossa nova atau samba, berkolaborasi dengan musisi Afrika, Fatoumata Diawara. Track ini menjadi salah satu oase yang menenangkan dalam tracklist “Song Machine”.

Setelah mendengarkan banyak lagu dengan aransemen eksperimental dan dinamis, ‘Désolé’ memiliki dasar komposisi musik yang cukup generik dan repetitif, dengan lirik hook yang diulang-ulang. Damon Albarn mampu mengimbangi vokal mengagumkan dari Fatoumata Diawara, memberikan spot bagi penyanyi tersebut bersinar meski dengan cengkok dan nada-nada tingginya.

Secara keseluruhan, “Song Machine” bisa jadi album paling ambisius dari Gorillaz sejauh ini. “Song Machine Season Two” pun sudah direncanakan rilis tahun 2021 mendatang. Menjadi penggemar Gorillaz secara alami kita telah dilatih mendengarkan berbagai jenis musik. “Song Machine” menjadi suguhan album kolaborasi yang akan semakin memperkaya sense of music kita.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect