Connect with us
Goosebumps
Disney

TV

Goosebumps Review: Episode 6-10

Slappy yang selalu berhasil hadirkan kengerian di semesta Goosebumps.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

“Goosebumps” serial terbaru di Disney+ Hotstar kini telah menyelesaikan 10 episode lengkapnya. Diadaptasi dari novel R. L. Stine, versi terbaru ini memiliki nuansa yang lebih gelap dan diisi dengan geng remaja terbaru. Dibintangi oleh Miles McKenna, Isa Briones, Ana Yi Puig, Zack Morris, Will Price, dan aktor Justin Long.

Jika Episode 1-5 fokus pada kisah masing-masing karakter yang terjadi secara dalam kurun waktu yang hampir bersamaan, dengan presentasi semi-anthology, “Goosebumps” Episode 6-10 mulai melibatkan orang tua karakter remaja dan ancaman terbesar dalam semesta “Goosebumps”, Slappy.

Bagi penggemar berat karya R. L. Stine, pastinya tidak bisa memikirkan final boss selain boneka ventriloquist ikonik tersebut. Slappy adalah karakter ciptaan R. L. Stine yang paling berbahaya karena penokohannya yang licik, manipulatif, dan murni jahat. Kini ditunjukan bagaimana serial ini membutuhkan 5 episode terakhir hanya untuk melawan Slappy. Namun masih dengan cerdik menyelipkan judul episode dari adaptasi novelnya, kemudian disesuaikan dengan episode-episode yang disajikan. Ada usaha dari penulis naskah serialnya yang sejauh ini mencoba untuk hadirkan modifikasi terbaru.

5 Episode Terakhir Didominasi oleh Teror Slappy

Episode 5 berakhir dengan hint kehadiran Slappy yang sudah dinanti-nanti oleh penggemar “Goosebumps”. Penggemar pasti sudah memprediksi bahwa ini tidak akan menjadi pertarungan yang tidak mudah. Berbeda dengan boneka yang dikuasi oleh roh jahat seperti Chucky atau Annabelle, Slappy memiliki kekuatan yang terbatas namun lebih mengerikan karena lebih memungkinkan terjadi di kenyataan. Slappy hanya boneka dengan tanpa kekuatan fisik, ia bahkan memerlukan bantuan manusia untuk menghadirkan bencana dan teror.

Hal yang mengerikan tentang Slappy adalah bagaimana ia bisa mengatakan apapun yang ia inginkan, namun orang hanya akan mengira bahwa hal tersebut normal bagi boneka ventriloquist. Ia bisa membuat pemiliknya mendapatkan yang mereka inginkan. Namun ketika mulai manipulatif dan memahami betapa dirinya dibutuhkan, ia bisa menjadi kabar buruk bagi reputasi pemiliknya.

Kini giliran geng remaja di Port Lawrence yang merasakan teror dari Slappy. Dalam plot terbaru ini, teror Slappy diturunkan oleh orang tua pada anak-anak mereka, dimana kini mereka harus menghadapinya bersama. Masih dengan Biddle yang menjadi “puppet” dari Slappy. Berbeda dengan lima episode sebelumnya, “Goosebumps” Episode 6-10 ini tidak lagi menggunakan format semi-anthology, karena ancamannya hanya fokus pada Slappy.

Semakin Suram, Semakin Seram, dan Namun Tetap Offbeat Ala Goosebumps

Slappy tidak pernah lebih dari boneka dengan roh jahat yang memanipulasi pikiran pemiliknya, setidaknya sebelum serial terbaru “Goosebumps” ini. Dengan tema yang lebih gelap dan berani menerapkan kekerasan, maka Slappy mendapatkan boost kekuatan dalam serial adaptasi kali ini. Elemen supranatural dan latar belakang Slappy semakin diperkuat. Ia juga semakin tidak terhentikan dengan meninggalkan belenggu medium buku anak-anak oleh R. L. Stine. Ia mengutuk, memusnahkan, hingga bangkit dari kematian untuk mewujudkan mimpi buruk yang lebih besar lagi.

Namun “Goosebumps” juga tidak lupa dengan aplikasi humor dan keseruan petualangan geng Port Lawrence dalam lima episode terakhir ini. James yang diperankan oleh Miles McKenna masih menjadi comedy relief yang lucu, begitu pula Justin Long yang semakin banyak tampil dan penting dalam kelanjutan episode-episode terakhir ini. Cerita “Goosebumps” kerap memiliki akhir yang terasa offbeat, tidak pernah sepenuhnya happy ending maupun bad ending. Sesuatu terasa tidak benar, namun tidak bisa kita salahkan juga. Hal ini juga diadaptasi untuk akhir dari serial Disney+ ini.

Kualitas Drama antar Karakter Sedikit Menurun

Cinta segi tiga antara Margot, Isaiah, dan James menjadi bagian yang cukup menonjol dalam plot “Goosebumps”. Sayangnya, dalam episode-episode terakhir ini pasang surut dari kisah romansa mereka memiliki konflik yang terasa dipaksakan. Hanya sebagai “jembatan” mereka kembali pada masalah supranatural yang mereka tinggalkan. Satu hal yang baik bisa diambil dari plot ini adalah penampilan dari Isa Briones sebagai Margot. Aktris muda ini perlu muncul di lebih banyak lagi film atau serial remaja bergenre komedi romantis.

Dinamika drama antara anak dan orang tua dalam babak kedua serial ini juga semakin kehilangan arah. Hingga akhirnya Mr. Bratt sebagai karakter paling tidak stabil dalam kisah ini.

Sepertinya “Goosebumps” sengaja menghadirkan open ending untuk potensi season berikutnya. Namun siapa yang bisa menjamin, sekarang serial apapun bisa di-cancell begitu saja tanpa konklusi. Sayangnya, “Goosebumps” juga tidak sebesar serial di Disney+ lainnya saat ini seperti “Only Murders in the Building” dan “The Bear”.

Goosebumps Review: Episode 1-5

The Boys Season 3 The Boys Season 3

5 Hal Yang Patut Dinantikan dari “The Boys” Season 4

Cultura Lists

Rekomendasi Film & Serial Prime Video Juni 2024

Cultura Lists

A Town Without Seasons Review: Suka Duka Warga Hunian Sementara yang Eksentrik

TV

Hazbin Hotel Hazbin Hotel

Hazbin Hotel Review: Balada Hotel di Neraka

TV

Connect