Connect with us
Indonesia Kita
Only Murders in the Building Season 3 Review
Cr. Patrick Harbron/HULU

TV

Only Murders in the Building Season 3 Review: Musikal Seru dan Meryl Streep yang Memikat

Only Murders in the Building adalah drama misteri komedi dengan identitas yang semakin mantap.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

“Only Murders in the Building” (Only Murders) menjadi salah satu serial unggulan Martin dan John Hoffman yang bisa kita tonton di Disney+ Hotstar. Selena Gomez, Steve Martin, dan Martin Short telah menjadi trio solid yang menjadi jantung dari drama investigasi misteri dengan gaya dan sentuhan humor ini. Berlatar di apartemen Arconia, New York, selalu ada kasus pembunuhan menarik untuk dijadikan bahan podcast kriminal yang sedang nge-trend.

Sukses dengan season perdananya pada 2021 lalu, dilanjutkan dengan keseruan di season kedua pada 2022. ‘Only Murders’ secara konsisten menuai ulasan positif sesuai kualitas yang ditampilkan. Belum menunjukan tanda untuk menutup kasus di Arconia, season ketiga telah mengudara 2023 ini dengan cerita dan signature yang sudah mantap.

Mabel, Charles, dan Oliver telah menghadapi pembunuh berantai, perampok jenazah, hingga terseret dalam hubungan romantis berujung rumit. “Only Murders in the Building” Season 3 kembali dengan kasus dan tantangan di panggung yang lebih besar, secara harfiah.

Melanjutkan akhir dari Season 2, kali ini pembunuhan terjadi di luar Arconia, sebelum twist disajikan pada awal Season 3 untuk mengembalikan serial ini pada rumus patennya. Ketika terdengar rumit dan hendak menampilkan elemen baru, namun satu yang pasti, Season 3 akan sayang untuk dilewatkan.

Drama Musikal dan Konflik Baru dalam Trio Arconia

Mengingat kembali akhir dari Season 2, pembunuhan baru terjadi di malam perdana pertunjukan Oliver. Tanpa mengungkap detail dari spoiler, ‘Only Murders’ tetap menemukan cara untuk membawa kembali ‘kutukan’ pembunuhan ke apartemen Arconia sebagai panggung sejati dari “Only Murders in the Building”.

Setelah diperkenalkan sebagai penulis dan sutradara teater selama dua season pertama, baru pada Season 3 akhirnya kita dibawa masuk dalam dunia profesi Oliver. Kita akan bertemu dengan produser pentas, sederet karakter bermain sebagai aktor, kritikus, serta bolak-balik antara teater dan apartemen Arconia. Singkat cerita, setelah malam perdana pertunjukan Oliver ditimpah musibah, ia menulis ulang pentasnya sebagai pertunjukan musikal.

Mengingat ini adalah ide dari Oliver yang eksentrik, sama seperti reaksi para karakter dalam serial; awalnya kita pikir ini akan menjadi bencana panggung baru. Lebih dari sekadar gimmick, selain sebagai tambahan materi humor, elemen musikal dalam beberapa adegan bahkan berhasil menghasilkan adegan yang emosional pada Episode 8, bisa dibilang episode terbaik dalam serial ini. Meski tak lantas ini berubah menjadi ‘Only Murders in the Building: The Musical’, porsinya cukup untuk memberikan elemen baru yang sesuai dengan latar season ini.

Season 3 terasa lebih besar dan ‘nyata’, konflik yang dihadirkan terasa lebih serius namun tetap dengan tone serial yang ‘cozy and fun‘. Bukan hal biasa melihat trio Mabel, Charles, dan Oliver menghadapi konflik. Namun dalam season ini taruhannya terasa lebih besar ketika mereka sampai pada titik yang hampir meyakinkan bahwa mereka akan bubar. Tak hanya untuk trio utama, interaksi dan hubungan antar karakter lain (meski ada pula yang tidak bersinggungan langsung dengan trio utama) juga tak kalah memikat untuk disimak. Mulai dari kisah cinta, lagi-lagi hubungan anak-orang tua yang emosional, hingga krisis kehidupan.

Kehadiran Meryl Streep dan Paul Rudd Sangat Berkesan sebagai Guest Star

Salah satu ciri khas dari ‘Only Murders’ adalah guest star yang memeriahkan kembalinya season baru. Kali ini Meryl Streep dan Paul Rudd memberikan penampilan yang sempurna sebagai bintang tamu. Berbeda dengan Season 2 (dengan Cara Delevingne dan Amy Schumer) yang hanya sekedar pemeriah, kali ini aktor bintang tamu benar-benar terasa masuk dan memberikan kontribusi besar dalam keberlangsungan plot dari awal hingga akhir. Selain karena kualitas akting Streep dan Rudd, ini juga karena kualitas naskah mengalami peningkatan dengan menulis plot demikian.

Meryl Streep berperan sebagai Loretta Durkin, aktor yang setelah bertahun-tahun audisi akhirnya mendapatkan kesempatan debut di panggung Broadway. Sementara Paul Rudd berperan sebagai Ben, aktor sukses yang menjadi aktor utama dalam pertunjukan Oliver. Sayangnya, ia memiliki kepribadian yang mampu memicu kebencian dari orang-orang di sekitarnya. Kehadiran mereka semakin menambah deretan karakter loveable dalam Season 3.

Kita juga akan kembali bertemu dengan Theo (diperankan oleh James Caverly) dari Season 1, Michael Creighton (diperankan oleh Howard Morris) yang selama ini selalu ada juga tampak lebih menarik perhatian di season ini. Kemudian ada Jeremy Shamos juga yang berkesan sebagai Dickie Glenroy, saudara sekaligus manajer Ben. Lineup aktor Season 3 bisa jadi yang paling menyenangkan untuk ditonton sejauh ini.

Formula Lama yang Tidak Basi, Semakin Mantap sebagai Identitas Serial

“Only Murders in the Building” sendiri merupakan drama misteri dengan konsep yang ringan dan plot yang secara umum sederhana, pada titik ini telah memiliki pola yang bisa diprediksi. Mulai dari pembunuhan yang lucunya selalu terjadi Arconia, red herring pada beberapa episode, plot twist bertubi-tubi, dan kemasan ‘cozy and fun‘ ketika kasus pembunuhan tragis menjadi topik utamanya.

Sudah mulai terbaca juga bahwa setiap season ditutup dengan cliffhanger yang mempresentasikan tiga karakter utama. Season 1 berakhir dengan pembunuhan brutal di apartemen Mabel, Season 2 di panggung pertunjukan Oliver; hanya ada satu jawaban untuk akhir dari Season 3. Oleh karena itu masuk akal serial ini akan lanjut ke Season 4 yang telah dikonfirmasi.

Kini menginjak Season 3, sudah waktunya mengakui bahwa “Only Murders in the Building” telah memiliki identitas yang kuat sebagai serial drama misteri investigasi pembunuhan. Ini sudah seperti semesta Sherlock Holmes hingga deretan skenario ciptaan Agatha Christie yang ikonik.

Kita tidak pernah bosan menyimak berbagai kasus pembunuhan dalam latar-latar cerita ini, karena mereka telah memiliki identitas yang kuat. Baik melalui tone, gaya humor, gaya narasi, dan yang terpenting adalah bintang utama; Mabel, Charles, dan Oliver adalah trio podcaster yang telah mencuri hati kita dengan selalu kembali menyajikan kualitas konsisten.

Goosebumps Goosebumps

Goosebumps Review: Episode 6-10

TV

A Murder at the End of the World A Murder at the End of the World

A Murder at the End of the World Review: Episode 1-3

TV

Blue Eye Samurai Blue Eye Samurai

10 Serial Animasi Terbaik di Netflix Saat Ini

Cultura Lists

7 Crime Drama to Stream on Disney+ Hotstar Right Now

Cultura Lists

Connect