Connect with us
Furiosa A Mad Max Saga Review
Cr. Warner Bros.

Film

Furiosa: A Mad Max Saga Review – Masa Lalu dan Dendam Furiosa

Kembali ke Wasteland setelah 9 tahun pasca Fury Road, Anya Taylor-Joy memikat sebagai Furiosa muda.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Pada 2015 silam, George Miller memboyong banyak penghargaan melalui “Mad Max: Fury Road”. Film berlatar post-apocalyptic tersebut dibintangi oleh Tom Hardy sebagai Max Rockatansky dan Charlize Theron sebagai Imperator Furiosa.

2024 ini, peran Furiosa diberikan pada Anya-Taylor Joy untuk film prekuel “Furiosa: A Mad Max Saga”. Film ini menjadi instalasi pertama Mad Max Saga yang tidak fokus pada karakter Max. Meskipun banyak yang sebetulnya setuju Furiosa adalah karakter yang mendominasi narasi ‘Fury Road’.

Film terbaru ini lebih fokus pada latar belakang cerita Furiosa yang dibesarkan di tanah berkelimpahan. Setelah masa kecilnya direnggut oleh Dementus yang dibintangi Chris Hemsworth, Furiosa mendedikasikan hidupnya untuk menuntut balas. Jika skala cerita dalam ‘Fury Road’ terasa lebih luas, “Furiosa: A Mad Max Saga” memiliki narasi lebih fokus pada eksplorasi dan perkembangan karakter Furiosa yang penuh petualangan.

Furiosa: A Mad Max Saga Review

Anya Taylor-Joy dan Chris Hemsworth Berikan Penampilan Berkesan

Respon publik sempat beragam ketika Anya Taylor-Joy diumumkan sebagai Furiosa. Kebanyakan penggemar Mad Max yang sudah jatuh hati dengan portrait karakter oleh Charlize Theron kurang merestui pergantian aktris ini. Namun penampilan Taylor-Joy sebagai Furiosa dalam film ini patut diberikan apreasiasi yang serupa dengan Charlize Theron. Sebetulnya Taylor-Joy baru tampil di layar sekitar setengah durasi film. Sementara Furiosa yang lebih muda lagi diperankan oleh Alyla Browne yang tak kalah memukau.

Justru karena minim dialog, penampilan Anya Taylor-Joy dan Alyla Browne lebih banyak mengandalkan ekspresi wajah. Taylor-Joy merupakan salah satu aktris Hollywood kawakan saat ini yang memiliki fitur wajah ekspresif ketika berakting. Telah membintangi aneka peran, dari korban dalam “Split” hingga diva dalam “Last Night in Soho”, Taylor-Joy ternyata juga bisa terlihat garang sebagai Imperator Furiosa.

Chris Hemsworth sebagai villain utama dalam “Furiosa: A Mad Max Saga” juga tampil mengesankan. Setelah bertahun-tahun dikenal sebagai Thor, Hemsworth sebagai Dementus adalah villain yang menyenangkan sekaligus menyebalkan dalam kisah ini. Meskipun dengan segala kualitas buruk pada karakternya, Dementus adalah villain dengan citra jenaka, dan Hemsworth berhasil menerjemahkan penokohan Dementus yang unik.

Tak ketinggalan Tom Burke sebagai Praetorian Jack juga tampil sebagai karakter berkharisma. Duetnya dengan Anya Taylor-Joy mampu menghadirkan chemistry kuat meski hanya setelah satu sekuen laga dalam plot. Interaksi kedua karakter ini bisa jadi yang paling meninggalkan dampak emosional.

Pertempuran War Rig Epik Ala Mad Max Saga

Bicara tentang Mad Max Saga pastinya penonton memiliki ekspektasi tinggi untuk sekuen laga jalanan dengan latar Wasteland yang epik juga dari “Furiosa: A Mad Max Saga”. Sejak babak pertama, penonton langsung disajikan aksi pengejaran yang skalanya masih kecil, namun tetap menegangkan karena konteks narasinya. Kemudian sekuen laga akan semakin besar seiring berjalanannya durasi film.

Sekuen laga pertempuran War Rig dengan Furiosa dan Praetorian Jack adalah salah satu adegan ikonik dalam instalasi Mad Max Saga kali ini. Mulai dari arahan sekuen laga, aksi stunt, hingga arahan visualnya sudah sesuai dengan standard epik Mad Max Saga. Untuk musiknya kali ini digarap oleh Tom Holkenborg, berbeda dengan ‘Fury Road’ oleh Junkie XL.

Namun tidak kalah berhasil menyuntik adrenalin pada setiap adegan-adegan laga dinamis dan penuh ledakannya. Karena musik latar adalah aspek yang esensial untuk menjaga pacing dari film seperti ini.

Apakah “Furiosa: A Mad Max Saga” Berhasil Tandingi “Mad Max: Fury Road”?

“Mad Max: Fury Road” pada 2015 telah memberikan standard baru dalam Mad Max Saga. Film keempat dalam warabala ini menjadi instalasi dengan pendapatan box office tertinggi dan mendapat 10 nominasi Academy Awards, termasuk Best Picture pada 2016. Berhasil membawa pulang 6 piala Oscar. Tentu saja cukup sulit untuk tidak membandingkan “Furiosa: A Mad Max Saga” dengan ‘Fury Road’.

‘Furiosa’ memang unggul dalam berbagai aspek produksi seperti ‘Fury Road’. Mulai dari sinematografi, musik latar, desain latar dan tata busana/tata rias, desain produksi secara keseluruhan sudah yang terbaik. Namun pada akhirnya “Mad Max: Fury Road” masih lebih bagus dari “Furiosa: A Mad Max”. Terutama pada visual effect dan musik latarnya. Kualitas practical visual effect pada ‘Furiosa’ ini masih kalah tajam dengan ‘Fury Road’.

Membandingkan dua adegan pertempuran jalanan dengan War Rig dari kedua film, versi ‘Fury Road’ masih lebih ikonik. Sulit melupakan adegan pertempuran epik dengan penampilan The Doof Warrior dengan gitar apinya, serta para War Boys termasuk Nux yang diperankan oleh Nicholas Hoult. Tidak banyak momen-momen mikro seperti ‘Fury Road’ yang berkesan di ‘Furiosa’. Namun nampaknya instalasi ini juga bisa menjadi pembuka jalanan untuk penggemar baru Mad Max Saga dari generasi baru.

Late Night with the Devil Late Night with the Devil

Late Night with the Devil Review: Mimpi Buruk Talk Show Tengah Malam

Film

In a Violent Nature Review In a Violent Nature Review

In a Violent Nature Review: Slasher Horror dari Sudut Pandangan Pembunuh

Film

The Iron Claw Review The Iron Claw Review

The Iron Claw Review: Biopik Tragedi Pegulat Von Erich Bersaudara

Film

Monkey Man Review Monkey Man Review

Monkey Man Review: Bukan John Wick Versi India

Film

Connect