Connect with us
Before Trilogy Quotes
Before Sunrise (Photo: Columbia Pictures)

Film

Definisi Cinta Menurut Celine & Jesse dalam Before Trilogy

Quote terbaik dari ‘Before’ Trilogy tentang cinta.

“I have no idea what your situation is but I.. I feel we have some kind of… connection”, ungkap Jesse sebelum menyakinkan Celine turut bersamanya di Vienna.

Dalam ‘Before’ trilogy ‘koneksi’ menjadi kata kunci yang dikembangkan untuk mengeksplorasi hubungan cinta pada pasangan dalam kisah ini. Ketertarikan satu sama lain dimulai dari bagaimana keduanya merasa nyambung ketika berbicara, berinteraksi, dan berbagi pemikiran akan berbagai topik. 

Trilogi ‘Before’ terdiri dari “Before Sunrise” (1995), “Before Sunset” (2004), dan “Before Midnight” (2011). Disutradarai oleh Richard Linklater, kedua bintang utama, Ethan Hawke dan aktris Prancis, Julie Delpy, juga ikut serta dalam proses brainstorming naskah.

Meski memiliki pola yang sama; mengikuti Jesse dan Celine berbicara tentang kehidupan sambil keliling kota, selalu ada topik menarik untuk disimak dalam perbincangan pasangan ini, salah satunya tentang cinta. Berikut beberapa quotes menarik untuk kita simak kembali dengan tujuan memahami definisi cinta yang sesungguhnya.

Before Sunrise

Before Sunrise

Celine tampil sebagai perempuan muda dengan segala idealisme dan sikap naif-nya tentang cinta dalam film pertama ini. Meski saat tidak sedang bicara cinta, kita bisa merasa bahwa segala hal yang Celine lakukan dalam kehidupannya adalah untuk memaknai cinta. Ia sendiri menyebutkan bahwa mencintai dan dicintai adalah hal yang sangat penting baginya, meski seringkali kita membuat candaan atau melempar sarkasme akan hal tersebut.

“Isn’t everything we do in life a way to be loved a little more?” – Celine  

Berdasarkan quote di atas, Celine menyadarkan kita bahwa setiap hal kecil yang kita lakukan dalam hidup adalah usaha kita untuk dicintai lebih lagi. Contohnya saja, kita ingin bisa bermain gitar agar bisa dikagumi oleh orang yang kita sukai. Kita ingin meraih sesuatu dalam kehidupan, sebuah prestasi atau karir yang sukses, untuk menambah nilai diri kita sebagai seseorang, agar kita layak untuk dicintai.

Baik sadar maupun tidak sadar, banyak dari kita melakukan berbagai hal untuk membentuk diri agar memiliki satu paket kepribadian menarik untuk seseorang mengagumi kemudian mencintai kita. 

“If there’s any kind of magic in this world, it must be the attempt of understanding someone, sharing something” – Celine 

Memahami seseorang merupakan hal esensial bagi Celine untuk mencintai seseorang. Dalam konteks quote di atas, Celine dan Jesse sedang berbicara tentang eksistensi Tuhan. Hal yanng kita yakini secara umum menentukan kita dalam mencapai harmoni atau kesempurnaan sebagai manusia.

Melalui pernyataan tersebut, Celine lebih menyebut ‘tuhan’ sebagai sebuah keajaiban. Tidak berasal dari keyakinan kita, namun ‘ruang’ di antara setiap orang yang saling berkomunikasi dan menjalin hubungan. Bahwa memahami seseorang adalah sebuah keajaiban yang bisa dicapai dengan sempurna jika kita mau mengusahakannya. 

Terdengar sepele, namun ada berapa banyak pasangan memilih untuk berpisah ketimbang memberi usaha lebih untuk kompromi dengan segala perbedaan yang mereka miliki? Saling memahami dan saling berbagi perspektif maupun orientasi. Celine sendiri juga merasa bahwa mencapai pemahaman yang sempurna dengan orang lain sangat sulit untuk dicapai, namun jawaban selalu ada dalam usaha. Quote Celine satu ini bisa kita maknai sebagai usaha memahami pasangan tanpa mudah menyerah jika ingin mencapai cinta yang sejati.

“I think I can really fall in love when I know everything about someone…” – Celine 

Dalam sebuah perbincangan di babak awal, Jesse sempat menyebutkan bahwa pasangan memiliki kecenderungan untuk semakin membenci satu sama lain ketika semakin memahami satu sama lain. Kita akan merasa ilfeel ketika ada sikap atau reaksi yang tidak sesuai dengan ekspektasi kita. Pasangan hanya akan tumbuh untuk saling muak satu sama lain ketika mereka semakin memahami kebiasaan satu sama lain.

Namun, bagi Celine justru sebaliknya, Ia merasa bahwa semakin Ia memahami hal-hal kecil tentang seseorang, saat itulah Ia yakin bahwa dirinya sedang jatuh cinta. Bahkan hal kecil seperti bagaimana pasangannya memilih pakaian, bagaimana Ia menyibak rambutnya, cerita apa yang akan Ia bawakan kembali dalam sebuah situasi. Celine tak akan merasa muak. 

“People always talk about how love is this totally unselfish, giving thing, but if you think about it, there’s nothing more selfish” – Jesse

Jika Celine memiliki pembawaan perempuan muda yang manis dan penuh dengan mimpi akan cinta, Jesse sebaliknya selalu memiliki pendapat yang menyanggah pernyataan Celine. Jesse memiliki latar belakang sebagai anak yang lahir di luar nikah, kemudian orang tuanya berakhir dengan perceraian.

Hal tersebut bisa jadi alasan yang membentuk sikap skeptis Jesse terhadap cinta. Jesse memiliki pendapat bahwa orang menggunakan cinta sebagai alasan untuk tidak merasa sendirian. Bahwa banyak orang tidak tahu apa yang harus mereka lakukan sendirian, oleh karena itu mereka menjalin hubungan cinta. 

Ia kerap mendengar bahwa cinta itu tidak egois dan memberi, padahal tak ada yang lebih egois daripada cinta. Karena cinta pada dasarnya juga mengandung keinginan untuk saling memiliki seseorang. Apanya yang tidak egois, bukan? Namun, itulah cinta, dan tak ada yang salah dengan keinginan untuk memiliki seseorang yang benar-benar kita cintai. Jesse sendiri tak menolak hal tersebut, Ia hanya berharap orang berhenti menyangkal bahwa cinta itu tidak egois.

Before Sunset

Before Sunset

Dalam sekuel “Before Sunset”, tak banyak quotes spesifik dari Celine maupun Jesse dalam memaknai cinta. Karena dalam babak ini, keduanya sudah memasuki usia 30-an ke atas dan keduanya sedang mengalami kegagalan dalam masing-masing kehidupan percintaan. Jesse baru saja bercerai, sementara Celine merasa tak pernah cukup layak untuk dinikahi oleh setiap orang yang pernah menjalin hubungan dengannya. 

“What is love? If it’s not respect, trust, admiration?” – Jesse

Jesse yang sudah lebih dewasa dibandingkan film pertama, serta telah mengalami pernikahan, kini telah memiliki pendapat tentang cinta. Baginya, cinta adalah menghargai. Ketika kita menghargai pasangan, kita tak akan menghargai pendapat mereka, memperlakukan mereka dengan baik.

Cinta adalah kepercayaan, dengan begitu kita memiliki komitmen untuk mengkhianati. Cinta adalah rasa kagum, sesederhana kita menganggap pasangan kita selalu tampak mempesona, hingga mengagumi setiap kelebihan yang membuat kita jatuh cinta pada pasangan kita.

Before Midnight

Before Midnight

“Before Midnight” menjadi babak pernikahan dimana cinta Celine dan Jesse diuji dengan realita kehidupan. Bahwa cinta tidak selalu tentang quotes yang romantis dan rayuan. Kita akan melihat banyak perseteruan di antara keduanya. Namun, dalam film sekuel penutup ini, kita akan melihat bagaimana konflik tidak selalu buruk, ada pelajaran yang selalu membuat kita sadar untuk mempertahankan sebuah hubungan. 

“I know you’re not gonna change and I don’t want you to. It’s called accepting you for being you” – Jesse

Jesse yang semakin menua kini telah berubah menjadi sosok pria yang bijak dan realistis. Menghadapi Celine yang semakin sensitif, Ia cenderung mengalah dan merendah. Ketika Celine sedang marah setelah perdebatan serius di antara mereka, Jesse mengungkapkan bahwa Ia mencintai istrinya secara utuh. Baik sisi yang membuatnya frustasi hingga sisi brilian Celine yang membuatnya kagum. Ia menyadari bahwa dalam sebuah hubungan, kita tak bisa menuntut pasangan untuk berubah, dan Jesse tak ingin Celine berubah. Itulah yang disebut dengan mencintai seseorang apa adanya. 

Kembali ke quotes Celine tentang ‘keajaiban adalah usaha seseorang untuk memahami’, Jesse telah membuktikan bahwa inilah usahanya untuk memahami dan menerima istrinya, Celine, apa adanya. 

“If you want love, then this is it. This is real life. It’s not perfect but it’s real” – Jesse

Dalam “Before Sunrise” kita menyimak banyak definisi cinta yang indah, sempurna, dan penuh harapan. Kita kerap memiliki ekspektasi akan cinta sejati yang sempurna dengan slogan ‘hidup bahagia selama-lamanya’. Namun cinta sejatinya adalah usaha kita dengan pasangan untuk mencapai kesempurnaan yang tak ada akhirnya. Karena akan selalu ada cobaan maupun hal baru yang kita pelajari dari pasangan kita.

Cinta adalah usaha memahami yang tidak akan ada habisnya, dan jika kita memiliki cukup cinta, kita tak akan keberatan untuk melalui realita tersebut. 

Karena cinta bukan dongeng, cinta adalah kenyataan, dan tak ada yang sempurna dalam kehidupan ini. Mencintai bukan tentang menuntut kesempurnaan, tapi mengharapkan kesungguhan dan perasaan cinta yang nyata dari pasangan kita. 

The Outsider Review The Outsider Review

10 Film Hollywood dengan Estetika Jepang

Cultura Lists

Happiest Season Happiest Season

Rekomendasi Film Chick Flick 2020an

Cultura Lists

Kilas Balik Trilogi Baru Star Wars: Kehancuran Sebuah Franchise

Entertainment

My Missing Valentine My Missing Valentine

My Missing Valentine: Menyusuri Ingatan Satu Hari yang Hilang

Film

Connect