Connect with us
Dear David. Caitlin North Lewis in Dear David
Cr. Netflix

Film

Dear David Review: Muda dan Sensual

Sajikan drama coming-of-age yang penuh gairah.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

 

Meski sudah banyak disajikan dalam berbagai judul, drama coming-of-age adalah satu dari sekian banyak tema yang tetap populer hingga kini. Tampilkan bagaimana remaja bergelut dengan segala permasalahan di sekitarnya, melihat mereka berkembang tentu membuat penonton merasa dekat dengan konfliknya. Seperti halnya ‘Dear David’ yang baru memasuki jajaran Netflix Originals dari Indonesia.

‘Dear David’ merupakan film produksi Palari Films yang disutradarai oleh Lucky Kuswandi. Dibintangi Shenina Cinnamon dan Emir Mahira, film ini berkisah tentang Laras yang kerap menulis cerita pendek fantasi sembari membayangkan David dalam setiap ceritanya. Akan tetapi, semuanya menjadi runyam kala kumpulan cerita karangan Laras tersebar di media sosial, mengancam Laras dan segala impiannya.

Dear David

Dalam narasinya, Lucky Kuswandi menyematkan ‘Dear David’ dengan cerita remaja yang berusaha untuk menjalani hidupnya di tengah kemelut cerita fantasi karangannya. Seiring itu, beragam problematika terselip di sekitar Laras, seperti dirinya yang harus menjaga nama baik dengan pihak sekolah hingga kemelut antara hati dan pikiran terkait rasanya terhadap David. Semua itu dikemas dalam alur linear tanpa bergantung dengan trope usang seperti flashback yang membuat kisahnya akan sangat mudah untuk diserap.

Tidak hanya pada Laras, konflik dalam ‘Dear David’ juga berpengaruh pada beberapa karakter lain seperti David dan Dilla. Keduanya ditampilkan sebagai suplemen dari kisah Laras, membuat eksistensi antara ketiganya terasa lebih hidup. Tentang Laras yang ingin membuat dirinya lebih baik, David yang merasa ia hanya orang biasa, hingga Dilla yang mempertanyakan eksistensi remajanya memberikan dimensi lebih dalam film eksperimental arahan Lucky Kuswandi ini.

Dear David

Seperti deret filmografi Lucky Kuswandi mulai dari ‘Selamat Pagi, Malam’ hingga ‘Ali dan Ratu-ratu Queens’, ‘Dear David’ tampil dengan representasi yang unik. Meski berlatarkan kisah remaja, tema keseluruhan yang banyak bermain dengan kedewasaan membuat film eksklusif Netflix asal Indonesia ini terlihat lebih bold dan sensual. Tak hanya itu, nuansa cool yang diusung membuatnya semakin unik seiring durasinya.

Layaknya yang Lucky Kuswandi lakukan pada ‘Galih & Ratna’ 2017 lalu, ‘Dear David’ membawa dua bintang muda sebagai pemeran utamanya, yakni Shenina Cinnamon dan Emir Mahira. Shenina Cinnamon tetap lihai membawakan Laras sang model student dengan dialog dan karakterisasinya. Emir Mahira dalam comeback-nya ke industri sinema Indonesia tampak segar sebagai David yang memiliki inferiority complex.

Selain itu, Caitlin North Lewis cukup berhasil dalam mengimbangi peran dari dua pemeran utama, walau memang naskah tampak belum mampu memaksimalkan karakternya. Selebihnya, kehadiran Maya Hasan, Jenny Zhang, hingga Restu Sinaga memberikan nuansa lebih hangat di tengah kemelut remajanya.

Dari segi teknis, ‘Dear David’ terlihat lebih membumi bila dibanding ‘Ali dan Ratu-ratu Queens’. Dengan latar di Indonesia, film remaja ini tampak maksimal dengan sinematografi yang cenderung banyak bermain dengan steady shot, scoring yang dramatis, hingga color tone yang konsisten dengan tema cool sepanjang pemutarannya.

Seperti ‘Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang’, film drama dari sutradara Lucky Kuswandi ini sajikan deretan soundtrack bertema indie-pop yang didominasi musisi asal Indonesia, mulai dari Danilla, Grrrl Gang, hingga Ramengvrl.

Akhir kata, ‘Dear David’ merupakan leburan drama remaja dengan isu dewasa dari Lucky Kuswandi. Melalui penampilan yang tampak sensual dan berani, pengisi terbaru jajaran Netflix Originals ini tetap asik untuk diikuti dengan segala keunikannya.

The Iron Claw Review The Iron Claw Review

The Iron Claw Review: Biopik Tragedi Pegulat Von Erich Bersaudara

Film

Furiosa A Mad Max Saga Review Furiosa A Mad Max Saga Review

Furiosa: A Mad Max Saga Review – Masa Lalu dan Dendam Furiosa

Film

Monkey Man Review Monkey Man Review

Monkey Man Review: Bukan John Wick Versi India

Film

The First Omen The First Omen

The First Omen Review: Prekuel Horor Religi Lebih Sinematik

Film

Connect