Connect with us
Compartment Number 6
Sony Pictures Classic

Film

Compartment Number 6 Review: Before Sunrise Versi Suram Berlatar di Rusia

Angkat isu kesepian dan menemukan koneksi tak terduga dengan orang asing.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

“Compartment Number 6” merupakan film rilisan 2021 yang disutradarai oleh Juho Kuosmanen, diadaptasi dari novel “Compartment No. 6” karya Rosa Liksom.

Film bergenre drama road trip ini dibintang oleh Seidi Haarla, wanita Finlandia yang harus berbagi kompartemen kereta bersama pria Rusia, yang diperankan oleh Yuri Borislov. Film Finlandia ini berlatar di Rusia, tepatnya perjalanan kereta dari Moskow menuju Murmansk yang memakan waktu sangat lama.

Film ini akan mengingatkan kita pada film drama romantis Richard Linklater pada 1995, “Before Sunrise”. Ibarat dua film yang template-nya terlihat sama, hanya subyek dan substansinya saja yang berbeda. Meski tak ada habisnya kita akan membandingkan film ini dengan “Before Sunrise”, “Compartment Number 6” memiliki muatan cerita, tema, dan interaksi dua karakter utama yang baru dan patut untuk ditonton.

Compartment Number 6

Before Sunrise Versi Suram Tentang Orang-Orang Kesepian

“Compartment Number 6” adalah “Before Sunrise” dengan vodka, dua karakter utama yang kesepian, dan fasilitas kereta Rusia yang terlihat payah. Bukan perjalanan yang terlihat nyaman, apalagi romantis. Namun satu yang sama dari kedua film road trip ini adalah topik komunikasi dan koneksi antar manusia yang dieksplorasi dari kedua karakter yang saling tidak kenal sebelumnya.

Jika Celine dan Jesse dikemas dalam film bergenre utama romansa dan visual yang romantis, Laura dan Ljoha tidak berusaha meromantisasi pertemuan dua orang asing dalam situasi yang buruk. Celine dan Jesse bicara tentang mimpi dan hubungan mereka dipenuhi dengan aura positif, sebaliknya Laura dan Ljoha penuh penolakan dan berbedaan. Namun pada akhirnya, skenario seperti ini membuktikan bagaimana interkasi dan koneksi antar manusia kerap membawa kita pada perkembangan yang tidak terduga. Baik dalam skala kecil atau besar, ajaib bagaimana setiap orang yang kita temui dalam kehidupan ini mampu meninggalkan ‘jejak’ dalam kisah kita.

Ada poin menarik yang dipresentasikan secara subtle dari karakter Laura dan Ljoha. Laura adalah seorang pelajar yang terlihat berorientasi pada masa lalu. Bagaimana ia tertarik dengan ilmu arkeologi, suka merekam momen dengan video recorder-nya kemudian menontontonnya kembali, serta keinginannya untuk melihat situs bersejarah, Kanozero Petroglyphs. Sementara Ljoha hanya seorang kuli tambang yang hidup dalam momen.

Compartment Number 6

Interaksi yang Realistis Antara Dua Orang Asing di Kereta

Jujur saja, kemungkinannya lebih besar bagi kita untuk mengalami skenario seperti film ini daripada “Before Sunrise” yang romantis ketika berjumpa dengan orang asing di kereta. Dari awal, Laura sudah bad mood karena perjalanannya tidak sesuai rencana. Laura juga tampil lusuh dan kelelahan, mungkin lebih relevan dengan kita yang juga tidak sempat tampil menawan dalam perjalanan jarak jauh. Mood-nya tidak bisa lebih buruk lagi ketika ia harus berbagi kompartemen dengan pria asing, Ljoha, yang sangat membuatnya merasa tidak nyaman. Rasa kikuk, tidak nyaman, dan kegelisahan seorang wanita ketika traveling sendirian yang diperlihatkan oleh Laura terlihat realistis.

Tidak terlalu jelas latar waktu yang digunakan dalam skenarionya, namun jelas pada masa sebelum penggunaan telepon genggam dan internet secara masal. Dimana Laura terlihat menggandalkan banyak gadget lama. Pilihan yang tepat karena hal ini membuat komunikasi setiap karakter jadi lebih terbatas.

Karakter dalam “Compartment Number 6” memiliki cara sendiri untuk perlahan-lahan merasa dekat dengan masing-masing. Sama sekali tidak diromantisasi, hanya sesederhana kebutuhan akan pendamping di kala sedang kesepian. Ketika manusia merasa terpojok oleh perasaan kesepian dan kehampaan, hingga akhirnya sanggup bergantung pada orang asing. Pesan itulah yang bisa kita ambil dari film drama ini.

Tidak Padat Dialog Apalagi Penuh Berbincangan Filosofis

Meski dibanding-bandingkan dengan “Before Sunrise” jangan berasumsi film ini memiliki dialog yang padat dan quoteable. Sama seperti tipikal film-film indie Eropa (selain Inggris) pada umumnya, film drama ini sangat terobesesi dengan cita rasa otentik dan presentasi slice of life. Minim dramtasir dan momen klise, Laura dan Ljoha memang menghabiskan banyak momen bersama, namun mereka tidak terlalu banyak bicara maupun bertukar pikiran. Mereka hanya sesederhana itu hadir untuk mengisi kehampaan satu sama lain.

Dalam beberapa adegan bisa terasa dragging dan cukup membosankan. Namun hal tersebut bagian dari cita rasa otentik yang sepertinya memang diusahakan oleh sutradara maupun penulis naskahnya.

“Compartment Number 6” merupakan film rilisan 2021 yang mendapatkan penghargaan Grand Prix Cannes Film Festival pada tahun yang sama. Kini sudah bisa di-streaming di Netflix buat penggemar film drama bernuansa suram dan drama interkasi antar manusia yang mendalam.

Lost in Translation & Her: Kesepian dan Perpisahan dari Dua Perspektif

Film

Siksa Kubur & Badarawuhi di Desa Penari: Rayakan Lebaran dengan Film Horor Lokal

Entertainment

Monkey Man Monkey Man

Film & Serial Terbaru April 2024

Cultura Lists

Perfect Days Perfect Days

Perfect Days: Slow Living & Komorebi

Entertainment

Connect