Connect with us
athirah 2016

Film

Athirah Review: Kisah Seorang Wanita Bugis

Film yang membuat penonton harus menerka-nerka melalui visual yang disajikan.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Riri Riza merupakan sutradara dari berbagai film populer Indonesia, Mulai dari Ada Apa Dengan Cinta? (2002), Gie (2005), hingga Laskar Pelangi (2008). Satu lagi film terbaik dari sutradara ini yang patut ditonton adalah Athirah.

Rilis pada tahun 2016 silam, film ini diadaptasi dari novel semi biografi dengan judul serupa yang ditulis oleh Alberthiene Endah. Novel tersebut terinspirasi dari sosok wanita Bugis bernama Hj. Athirah Kalla, yang tak lain adalah ibu dari mantan Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla. Kita juga akan melihat sosok JK muda sebagai Ucu dalam kisah ini.

Berlatar pada tahun 1950-an di Sulawesi, Athirah merupakan istri dari pengusaha kaya bernama Puang Haji Kalla. Di tengah-tengah masa kehamilannya yang kesekian, Athirah mendapati bahwa suaminya menikahi wanita lain. Memendam perasaan malu dan sedih, Athirah tetap berusaha merawat anak-anak dan keutuhan keluarganya.

athirah review

Athirah (2016)

Premis film tentang drama pernikahan merupakan salah satu yang populer di era modern ini, namun Athirah akan mengajak kita melihat perbedaan besar jika isu yang sama terjadi di masa yang berbeda.

Penonton Harus Menerka Sendiri Alur Cerita yang Disajikan Secara Visual

Athirah sangat mengandalkan desain produksi dan directing visual dalam mengeksekusi kisah yang hendak disampaikan. Kita bisa melihat keluarga Puang Haji merupakan keluarga yang makmur melalui sajian makan malam dengan lauk lengkap setiap hari. Begitu juga dengan Ucu yang naik Vespa ke sekolah, dimana anak-anak lain cuma naik sepeda atau jalan kaki.

Memang tidak terlalu banyak latar perkotaan dan jalan besar yang diperlihatkan, namun suasana Makassar tempo dulu tetap terasa kental melalui desain interior rumah Athirah, hingga pemilihan kostum yang sederhana pada setiap karakter.

Kita juga bisa melihat permainan warna dalam sinematografinya; warna keabuan untuk momen suram dan sedih, warna bernuansa sephia untuk menonjolkan latar waktu tempo dulu, dan warna yang lebih dingin dan nyaman di mata untuk pemandangan alam.

Tidak didukung dengan narasi apapun dan dialog yang cukup minim, kita hanya bisa melihat komunikasi dan perasaan setiap karakter melalui akting yang dibawakan. Untungnya, semua karakter dalam film ini mengeksekusi peran masing-masing dengan sangat baik, terutama dua aktor utama, Cut Mini sebagai Athirah dan Christoffer Nelwan sebagai Ucu.

athirah

Miles Films

Chemistry kedua aktor ini sebagai ibu dan anak juga berhasil membuat penonton merasa simpati dan tersentuh. Keduanya juga berhasil membawakan aksen Makassar-Bugis untuk mendukung kualitas akting mereka yang sudah sempurna.

Mencoba Memahami Latar Belakang Athirah dan Kebudayaan di Masa Lampau

Mungkin sebagian besar penonton seperti dari era modern akan geregetan saat menonton film ini. Berbeda dengan film drama pernikahan dengan orang ketiga yang ramai dan dramatis di film-film modern, Athirah sangat minim adegan konfrontasi apalagi adegan piring terbang. Seakan-akan sosok Athirah adalah wanita lemah yang cuma bisa pasrah pada keadaan.

Jangan menonton film ini untuk menghakimi karakter manapun, simak saja kisahnya dan pahami latar belakang budaya dan zaman yang menjadi bagian dari kisah pilu ini.

athirah

Miles Films

Pada masa tersebut, wanita cenderung pendiam dan tak memiliki kebebasan mengungkapkan perasaan. Ada sejarah lebih kompleks lagi yang membuat wanita seperti Athirah memiliki kepribadian seperti itu.

Salah satu kelemahan dari film ini adalah nilai relevansinya dengan masyarakat modern, terutama penonton casual yang tak mau repot mengobservasi latar belakang Athirah. Setiap tindakan dan keputusan yang diambil oleh Athirah tak jelas motifnya karena kita hanya bisa melihat secara visual, kita tak bisa membaca pikiran Athirah secara mendetail.

Jika memahami budaya dan peradaban sosial pada masa tersebut, kita bisa melihat, bahwa sosok Athirah merupakan sosok ibu yang kuat dan istri yang setia dan penyabar.

Secara keseluruhan, Athirah merupakan salah satu film terbaik dari Riri Riza. Produksi film ini secara keseluruhan dieksekusi secara sempurna, meski konsep penyampaian cerita yang dipilih cukup idealis dan mungkin akan membuat beberapa bingung dalam menerka apa yang sedang terjadi dalam beberapa titik cerita. Athirah sudah bisa ditonton di Netflix sekarang.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect