Connect with us
Image via screenrant.com

Cultura Lists

10 Serial Superhero/Supervillain Non-Marvel & DC

Semesta superhero dan penjahat baru yang tak kalah seru. 

Bicara tentang superhero, partai besar seperti Marvel Cinematic Universe (MCU) dan DC. Mulai dari Captain America hingga Superman, hingga superteam seperti Avengers dan Justice League. Semenjak Disney+ launching, MCU semakin populer dengan sederet serial terbaru yang kini selalu trending setiap kali rilis.

Menimbulkan hype setiap pekan selama kurang lebih sebulan. Padahal, ada banyak serial superhero non-MCU maupun DC yang ada di luar kedua studio terpopuler ini. Tak hanya baru-baru ini, bahkan sejak era 2000-an ada judul klasik yang juga bertema superhero dengan semesta yang baru. Berikut sederet serial superhero dan supervillain non-Marvel dan DC yang layak untuk ditonton.

I Am Not Okay with This

Seorang remaja 15 tahun, Sydney, yang sedang dalam masa pubertas dengan segala gejolak emosi. Mulai dari pertanyaan tentang orientasi seksualnya, menghadapi keluarga yang sedang bergabung setelah meninggalnya sang ayah, ditambah dengan kekuatan super yang tiba-tiba menambah beban pikiran Sydney.

Dibintangi oleh Sophia Lillis, “I Am Not Okay with This” merupakan Netflix Original hasil kolaborasi Jonathan Entwistle (The End of The F***ing World) bersama Shawn Levy yang terkenal melalui “Stranger Things”. Sayangnya, tidak ada tanda-tanda dari Netflix untuk melanjutkan serial satu ini, padahal naskah dan produksinya merupakan salah satu yang terbaik di Netflix.

Jupiter’s Legacy

“Jupiter’s Legacy” merupakan satu lagi serial superhero Netflix Original yang diangkat dari komik karya Mark Millar dan Frank Quitely. Serial superhero satu ini memiliki dua timeline yang memperlihatkan kekontrasan superhero pendahulu dengan generasi penerusnya. Sheldon adalah superhero yang memimpin Union of Justice (semacam Avengers dan Justice League). Ia memiliki gambaran ideal superhero sebagai pelindung manusia.

Sayangnya, ekspektasi tersebut dianggap sebagai tekanan bagi anak-anak superhero yang diharapkan menjadi penerus. Memiliki masa kecil dan berkembang di era yang berbeda, generasi penerus ini memiliki pandangan yang bertentangan dengan orang tua mereka.

The Nevers

“The Nevers” merupakan serial superhero berlatar era Victoria di London, Inggris. Dimana pada masanya, orang-orang dengan kekuatan super dianggap sebagai ancaman oleh masyarakat umum. Mereka pun membentuk grup yang dijuluki sebagai The Touched pda 1896.

Tiga tahun kemudian, seorang janda bernama Amalia meneruskan tempat perlindungan untuk anggota The Touched. Ia juga memiliki kekuatan untuk melihat masa depan, menggunakan untuk melindungi sesama memiliki kekuatan super dari pemerintah hingga pembunuh berantai yang hendak membunuh mereka.

Misfits

Sebelum menjadi anggota Umbrella Academy sebagai Klaus yang bisa berinteraksi dengan alam kematian, Robert Sheehan juga pernah menjadi salah satu remaja dengan kekuatan super dalam “Misfits”. Kelly, Simon, Curtis, Alisha, dan Nathan adalah sekelompok remaja berandalan yang menjalani program pelayanan publik. Suatu hari, kelimanya disambar petir misterius yang memberikan mereka kekuatan super.

Bukan franchise superhero yang heroik, serial remaja Inggris ini memiliki konsep seperti “Skins”, bedanya setiap remaja problematik ini memiliki kekuatan super. Sambil berusaha memahami mengapa mereka mendapatkan kekuatan, mereka juga memanfaatkan kekuatan masing-masing secara egois.

Raising Dion

Beberapa saat lalu, “The Innocents” sempat trending sebagai film thriller tentang anak-anak yang memiliki kekuatan super. Satu lagi sajian bertema serupa adalah “Raising Dion” yang sudah memiliki dua season di Netflix.

Bercerita tentang seorang bocah bernama Dion, secara tiba-tiba, Ia memiliki kekuatan super. Kekuatan Dion membuat dirinya dimata-matai dan terancam keberadaannya di bawah pengawasan pemerintah. Ibu Dion melakukan segalanya untuk melindungi anaknya dari eksploitasi dan berbagai kemungkinan terburuk.

Invincible

“Invisible” merupakan serial animasi superhero yang diadaptasi dari komik karya Robert Kirkman dengan judul serupa. Bercerita tentang Mark Grayson, yang awalnya hanya remaja biasa. Hingga suatu hari kekuatan super mulai muncul dari dalam dirinya. Mengetahui apa yang terjadi pada dirinya, Nolan Grayson, sang ayah pun mengungkap jati dirinya sebagai Omni-Man, superhero terkuat di jagat raya.

Selama ini Nolan menyamar menjadi penulis yang sering melakukan ‘perjalanan bisnis’ keliling dunia. Nolan pun sepakat untuk membimbing Mark dalam mengendalikan kekuatannya.

Heroes

Sebelum era serial superhero yang booming saat ini, “Heroes” merupakan salah satu pelopor pada era 2000-an. Sebagai serial superhero yang berlatar di Amerika, “Heroes” memiliki deretan cast yang lebih beragam, baik dari latar belakang ras, gap usia, hingga pekerjaan dan status sosial para pemilik kekuatan super.

Dibalut dengan drama kehidupan, thriller, dan laga, “Heroes” merupakan serial superhero yang populer pada masanya. Serial ini juga sempat tayang di stasiun televisi swasta lokal.

Deadly Class

“Deadly Class” merupakan Netflix Original yang diadaptasi dari komik berjudul serupa karya Rick Remender. Kings Dominion merupakan akademi rahasia yang mempelajari seni dalam membunuh. Akademi ini menerima dan merekrut remaja-remaja dengan potensi bertarung dan membunuh. Membimbing mereka untuk memanfaatkan kemampuan yang mereka miliki untuk misi yang lebih fokus daripada membabi buta di jalanan sebagai kriminal.

Benedict Wong bermain dalam serial ini sebagai Master Lin, salah satu pendiri Kings Dominion. Menjadi salah satu Netflix Original terbaik dengan genre yang unik, sayangnya “Deadly Class” juga menjadi serial yang sampai saat ini tidak dilanjutkan produksinya.

The Umbrella Academy

Diadaptasi dari komik karya Gerard Way dan Gabriel Ba, “The Umbrella Academy” (TUA) menjadi serial superhero kebanggan Netflix. Baru saja merilis musim ketiganya, serial ini masih menunjukan potensi untuk musim-musim terbaru di masa depan. TUA menjadi franchise superhero dengan sentuhan dark comedy, dibalut dengan naskah dan produksi yang lebih edgy dan quirky.

Meski tak luput dari berbagai kekurangan (terutama kualitas CGI dan perkembangan cerita  pada season ketiga), TUA tak dipungkiri merupakan salah satu franchise superhero dengan produksi dan tema semesta yang original. Mulai dari konsep akademi, penokohan penjahat setiap musimnya, desain latar dan kostum, dan banyak elemen-elemen detail lainnya yang membuat TUA memiliki fandom yang tak kalah dengan MCU dan DC.

The Boys

Bicara tentang serial superhero non-Marvel dan DC terbaik, kita tidak boleh melewatkan “The Boys”. Menuai popularitas yang semakin meningkat setiap musimnya, membuktikan bahwa serial ini memiliki naskah yang juga selalu mengundang kekaguman pada penontonnya.

Diadaptasi dari komik karya Garth Ennis dan Darick Robertson, “The Boys” merupakan serial superhero satir yang sering diasosiasikan sebagai parodi partai superhero hero besar seperti MCU dan DC.

Sederet karakter superhero dalam The Seven sendiri terlihat seperti versi parodi dari superhero heroik yang sudah kita kenal sebelumnya. Mulai dari Homelander sebagai versi jahat Superman, The Deep yang mengingatkan kita pada Aquaman, Queen Maeve yang mirip dengan Wonder Woman, dan karakter terbaru di season ketiga, Soldier Boy dengan lore yang mirip Captain America.

House of the Dragon (Episode 6) House of the Dragon (Episode 6)

House of the Dragon (Episode 6) Review: The Princess and the Queen

TV

Cyberpunk: Edgerunners Cyberpunk: Edgerunners

Cyberpunk: Edgerunners Review – Kebrutalan Menawan Petualangan David Martinez di Night City

TV

The Outsider Review The Outsider Review

10 Film Hollywood dengan Estetika Jepang

Cultura Lists

Happiest Season Happiest Season

Rekomendasi Film Chick Flick 2020an

Cultura Lists

Connect