Connect with us
I’m Not Okay with This Review
Netflix

TV

I’m Not Okay with This Review

Perpaduan antara Stranger Things dan The End of The F***ing World.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

I’m Not Okay With This merupakan Netflix Original Series terbaru yang telah rilis pada 26 Februari 2020. Serial remaja ini merupakan hasil kerja sama dari Jonathan Entwistle, sutradara dari The End of The F***ing World, dengan Shawn Levy, sutradara sekaligus produser dari serial Netflix populer, Stranger Things. I’m Not Okay With This diadaptasi melalui grafik novel karya Charles Forsman, yang juga creator dari komik The End of The F***ing.

Setiap nama di balik serial Netflix terbaru ini sudah tidak asing lagi satu sama lain. Serial ini cukup menimbulkan ekspektasi besar karena munculnya nama-nama familiar dalam proses produksinya. Ditambah dengan dengan munculnya Sophia Lillis yang bermain sebagai pemeran utama perempuan, Sydney. Buat yang sudah menonton film It (2017) pasti sudah tidak asing lagi dengan aktris remaja dengan paras yang rupawan dan ikonik ini.

I’m Not Okay With This bercerita tentang seorang remaja 15 tahun, Sydney, yang sedang dalam masa pubertas dengan segala gejolak emosi. Mulai dari pertanyaan tentang orientasi seksualnya, menghadapi keluarga yang sedang bergabung setelah meninggalnya sang ayah, ditambah dengan kekuatan super yang tiba-tiba menambah beban pikiran Sydney.

Bukan Serial yang Menonjolkan Plot Tentang ‘Superhero’

Susah untuk tidak membandingkan serial ini dengan The End of The F***ing World dan Stranger Things. Sydney sebagai pemeran utama dalam kisah ini akan mengingatkan kita pada Alyssa yang keras kepala dan selalu tampak kesal, berpadu dengan remaja kikuk dengan kekuatan super seperti Eleven.

Namun, I’m Not Okay With This belum bisa dikategorikan sebagai serial remaja dengan porsi konten supernatural yang besar. Ibaratnya kisah asal mula seorang pahlawan super, serial ini lebih menonjolkan sisi drama dari kehidupan Sydney. Hampir semua adegan fokus pada sudut pandang Sydney yang diiringi dengan voice over sebagai narasi yang diisi dengan suara Sophia Lillis sendiri.

Kekuatan tersembunyi yang dimiliki oleh Sydney bisa juga menjadi perumpamaan hiperbola dari gejolak seorang remaja. Penuh dengan amarah, kecemasan, kesedihan, dan kebingungan yang melebur menjadi satu. Tapi diluar itu, I’m Not Okay With This Lebih terasa seperti serial drama remaja dengan sentuhan supernatural yang masih belum diperlihatkan kelanjutannya.

Dengan akhir yang masih menimbulkan tanda tanya, ada kemungkinan I’m Not Okay With This Season 2 akan dirilis kemudian hari.

Plot Dan Teka-Teki yang Cukup Mudah Untuk Ditebak

Dari 7 episode yang ada, setidaknya 6 episode diawali dengan adegan yang sepertinya akan kita lihat pada akhir episode. Hal ini cukup menjadi hal yang sedikit mengganggu karena belum apa-apa kita sudah diperlihatkan pada adegan yang bisa dibilang mengejutkan dan menimbulkan banyak pertanyaan.

Namun, seiring berjalannya cerita dan kita akan terus diberikan adegan tersebut pada setiap awal episode, semua jawaban sudah bisa kita angan-angan bahkan sebelum kita tiba di babak terakhir dari kisah Sydney.

Beberapa episode juga mengandung judul yang terpampang sebagai sebuah jawaban. Hal ini juga menjadi detil yang kurang diperhatikan. Terlalu banyak spoiler yang ditunjukan oleh creator dari serial I’m Not Okay With This. Secara keseluruhan, serial ini cukup menghibur dan tetap menjadi perjalanan yang menyenangkan setiap episodenya, namun bisa dibilang gagal dalam eksekusi plot twist yang tampak jelas sebetulnya ingin disematkan dalam serial ini.

Serial Remaja yang Menghibur dan Menyenangkan

Seperti yang telah disebutkan, lepas dari hilangnya unsur plot twist dalam ceritanya, I’m Not Okay With This merupakan serial remaja yang menyenangkan untuk ditonton. Setiap aktor berhasil mengeksekusi peran masing-masing secara konsisten. Hal tersebut juga didukung oleh desain karakter dan dialog yang tulis.

Terutama Sydney, ia memang remaja yang cukup menyebalkan dalam situasi tertentu. Namun, buat kita yang pernah remaja, pasti juga bisa memahami fase-fase pemberontakan dan judes saat kita masih 15 tahun.

Tak selalu serius dan mengandung konten depresif, I’m Not Okay With This termasuk serial yang dominan dengan mood jenaka. Ada banyak materi humor yang menyenangkan untuk disaksikan. Terutama buat kita yang luwes dan terbiasa dengan humor-humor sarkasme remaja Amerika. Meski pada akhirnya serial ini ditutup dengan adegan yang cukup kelam dan horor.

Secara keseluruhan I’m Not Okay With This merupakan serial drama remaja yang menyenangkan untuk ditonton. Seandainya disajikan dengan editing plor alur maju, serial ini bisa menjadi tonton dengan plot twist yang mengejutkan di beberapa episode. Hanya terdiri dari 7 episode dan durasi tidak sampai 30 menit pada setiap episodenya, serial ini bisa menjadi tontonan seru untuk akhir pekan.

Click to comment

Leave a Comment

Spenser Confidential Review Spenser Confidential Review

Spenser Confidential Review

Film

3 hari untuk selamanya review 3 hari untuk selamanya review

3 Hari Untuk Selamanya: Meratapi Kebebasan Semu

Film

50 Rekomendasi Kdrama Saat Di Rumah Aja 50 Rekomendasi Kdrama Saat Di Rumah Aja

50 Rekomendasi Kdrama Saat Di Rumah Aja

Cultura Lists

The Platform Review The Platform Review

The Platform Review: Kehidupan Keras Penjara Vertikal di Masa Depan

Film

Advertisement
Connect