Connect with us
game console terbaik 2021
It Takes Two

Games

10 Game Console Terbaik 2021

Mulai dari game dengan nuansa Indonesia yang kental, sampai game multiplayer yang menyentuh hati.

Walau game mobile dan PC masih berjaya, game konsol tetap diminati berkat deretan game eksklusifnya. Tiap tahun pasti ada game konsol berkualitas yang layak dimainkan, apalagi di tahun ini dimana console next-gen dirilis. Setidaknya ada sepuluh game konsol yang tergolong “The Best” di tahun ini.

Kena: Bridge of Spirit

Dirilis oleh Emberlab pada September lalu, game ini punya berbagai unsur yang lekat dengan Indonesia, mulai dari tema sampai background musik. Hal itu tak lepas dari keterlibatan seniman Indonesia dalam mengembangkan game ini. Misalnya saja pada background musik yang digarap oleh musisi gamelan dari Bali, Dewa Putu Berata. Kehadiran unsur-unsur khas Indonesia membuat game ini mendapatkan sambutan positif saat dirilis di sini.

Pada game ini, kita akan diajak mengikuti petualangan Kena dalam melakoni sejumlah misi, salah satunya adalah membantu para roh yang kesulitan bereinkarnasi. Pada ajang The Game Awards, game ini berhasil menyabet penghargaan untuk kategori Best Indie dan Best Debut Indie.

Returnal

Pemenang Best Action pada The Game Awards ini punya kesulitan tinggi yang justru diminati banyak orang. Kisah yang disajikan Returnal berpusat pada tokoh Selene yang mengeksplorasi planet kuno bernama Atropos. Di sana, ia mesti menghadapi para alien yang tinggal di sana, serta melepaskan diri dari situasi time loop yang ada di planet itu.

Sebagai game eksklusif PS5, Returnal betul-betul membuat player mengoptimalkan tiap fitur yang ada pada konsol tersebut, mulai dari adaptive trigger, haptic feedback, sampai 3D audio.

Life is Strange: True Colors

Deck Nine kembali mengeluarkan seri terbaru Life is Strange dengan tajuk Life Is Strange: True Colors. Seri terbaru ini berfokus pada kisah Alex Chen, perempuan Asia-Amerika yang hendak mencoba mengungkapkan siapa pembunuh adik laki-lakinya

Selama memainkan game ini, kita akan diajak Alex menyusuri Haven Springs yang merupakan latar tempat game ini, serta berkomunikasi dengan Non Playable Character (NPC). Proses komunikasinya cukup unik, karena mesti dilakukan dengan memakai sistem percakapan pohon dialog.

Pada ajang The Games Awards, Life is Strange: True Colors berhasil mendapatkan tiga nominasi, dimana salah satunya berhasil dimenangkan, yakni Games for Impact.

Resident Evil Village

Setelah merilis Resident Evil: Biohazard (2017), Capcom resmi mengeluarkan sekuelnya yang bertajuk Resident Evil Village. Seperti versi sebelumnya, Resident Evil Village masih memakai format first-person perspective. Hanya saja, sekuel ini punya fokus lebih pada aspek action.

Cerita yang disajikan Resident Evil Village mengambil latar waktu tiga tahun setelah insiden yang terjadi di Resident Evil 7: Biohazard. Ethan Winters masih menjadi protagonis utama, begitu pun dengan Lady Dimitrescu yang tetap menjadi sosok antagonis karismatik. Sosok Dimitrescu cukup menjadi sorotan pada versi sekuel ini berkat performa Maggie Robertson selaku voice actor dan motion capture karakter tersebut.

Tales of Arise

Bagi penyuka game role playing, Tales of Arise jangan sampai dilewatkan. Pemenang kategori Best Role Playing di ajang The Game Award ini menawarkan game role playing yang menarik dari berbagai aspek, mulai dari visual sampai kustomisasi karakternya.

Tak seperti game role playing keluaran Jepang yang berbasis cell-shading, game ini justru menyajikan visual bak lukisan yang membuatnya terlihat seperti lukisan bergerak. Visual semacam ini sebelumnya pernah dipakai pada Prince of Persia Reboot (2008).

Sajian musiknya tak klise, karena musik pada game ini punya unsur choir dan chanting yang kuat, di mana siapa pun pasti bergidik kala mendengarnya. Untuk kustomisasi, Tales of Arise membebaskan kita untuk merias karakter dengan memakai kosmetik yang tersedia dalam banyak pilihan.

Metroid Dread

Setelah 19 tahun, Nintendo akhirnya merilis seri terbaru Metroid dengan nama Metroid Dread. Konsepnya mirip dengan Metroid seri sebelumnya, di mana letak perbedaan pada petualangan baru yang akan dijalani Samus selaku karakter utama.

Di seri terbaru, Samus akan dikejar-kejar oleh oleh entitas robot yang dikenal dengan sebutan E.M.M.I. Pada ajang The Game Awards, game yang bisa dimainkan di Nintendo Switch ini berhasil memenangkan penghargaan untuk kategori Best Action/Adventure.

Forza Horizon 5

Seri kelima Forza Horizon ini menyajikan game balap dengan pilihan mobil beragam, mulai dari sport sampai supercar dan hypercar. Visualnya pun menarik berkat tampilan peta Meksiko yang begitu cantik, serta sebelas bioma yang terasa hidup. Seri ini juga ramah bagi kaum difabel berkat kehadiran fitur bahasa isyarat yang ada di bawah layar.

Deathloop

Game peraih sembilan nominasi yang didapat di The Game Awards, Deathloop menawarkan berbagai keunggulan di dalamnya. Keunggulan pertama ada pada konsep ceritanya yang menarik, dimana sang karakter utama harus menyusuri time loop di Pulau Blackreef yang bergerak berlawanan arah jarum jam. Time loop tersebut lantas ditampilkan dengan efek yang nyata.

Kelebihan lainnya adalah visual yang bernuansa futuristik dengan dua opsi tampilan, yakni frame rate dan ray tracing.

Marvel’s Guardian of the Galaxy

Meski awalnya tak tampak meyakinkan, game adaptasi salah satu film MCU ini justru menjadi salah satu game terbaik tahun ini berkat berbagai aspek di dalamnya, dimana salah satunya ada pada aspek cerita. Sebetulnya, game ini punya cerita yang sederhana, yaitu usaha anggota Guardian of the Galaxy dalam mencari uang guna membutuhi kebutuhan sehari-hari.

Adapun yang menarik adalah proses pencarian uangnya yang membuat mereka menghadapi sejumlah konflik, satu di antaranya adalah saat mereka menemui sosok pemuka agama baru yang membuat mereka terjerumus ke dalam agama tersebut. Cerita tersebut lantas disampaikan dengan narasi yang menarik, visual luar angkasa yang sekeren versi filmnya, serta karakter-karakternya yang didesain sedetail mungkin sehingga nyaris mirip dengan aslinya.

It Takes Two

Inilah game terbaik versi The Game Awards 2021 sekaligus pemenang Best Multiplayer Game dan Best Family di ajang yang sama. Variasi stage yang kaya dan cerita yang menyentuh hati adalah dua faktor mengapa game ini masuk kategori terbaik. Memainkan game ini membuat kita belajar kerja sama sekaligus merasakan dinamika hubungan May dan Cody selaku dua karakter utama game ini.

Pada game ini, May dan Cody yang nyaris bercerai tiba-tiba berubah menjadi boneka. Guna mengembalikan wujud mereka seperti aslinya, mereka mesti melakoni berbagai stage yang masing-masing punya tingkat kerumitan berbeda.

Tekken: Bloodline Tekken: Bloodline

Tekken: Bloodline Review – Sajikan Animasi Martial Arts Seru Bagi Penggemar Tekken

TV

Tren & Kegagalan Adaptasi Video Game dalam Industri Film

Current Issue

itzy not shy itzy not shy

10 Hits K-pop Terbaik 2021

Cultura Lists

Nier Automata Soundtrack Nier Automata Soundtrack

5 Rekomendasi Album Soundtrack Game Terbaik

Cultura Lists

Connect