Connect with us
Film horor tanpa hantu setan
A Quiet Place

Cultura Lists

10 Film Horor Tanpa Penampakan Hantu

Film horor tidak melulu tentang hantu dan hal supranatural.

Film horor selalu identik dengan hantu, makhluk mitos, hingga legenda urban seputar pengalaman supranatural. Genre horor seperti ini merupakan yang populer dan laris di industri perfilman lokal. Padahal, horor tak harus selalu tentang hantu dan fenomena mistis.

Ada banyak sub-genre horor menarik yang telah dieksplorasi Hollywood, menampilkan berbagai teknik hingga ide horor yang lebih menakutkan sekadar hantu. Mulai genre monster horror, cosmic horror, film bertema sekte, dan masih banyak lagi variasi semesta mengerikan lainnya. Berikut sederet film horor tanpa penampakan hantu terbaik dari berbagai sub-genre horor yang patut ditonton.

Jaws (1975)

Apa yang membuat film tentang teror hiu begitu menakutkan? Kita akan memahaminya setelah menonton “Jaws” arahan Steven Spielberg. Summer Blockbuster ini telah menciptakan mimpi buruk bagi anak-anak era 70an. Rilis pada musim panas, dimana mengunjungi pantai adalah kegiatan paling populer, Spielberg menjadikan pantai sebagai media horor baru dengan plot hiu pemangsa manusia.

Yang mengerikan dari film ini adalah bagaimana mimpi buruk tak berakhir setelah filmnya habis, karena pantai dan hiu putih pemangsa manusia benar-benar ada di perairan tertentu. Citra “Jaws” mungkin seperti film monster level B yang lebih sering kita temukan di era modern. Padahal film horor monster ini memiliki eksekusi yang berbeda dan serius.

Psycho (1960)

“Psycho” termasuk salah satu film yang mempopulerkan genre psychological horror. Meski diproduksi pada masa film berwarna sudah ada, Alfred Hitchcock memilih untuk mengeksekusi film ini dalam hitam putih.

Bercerita tentang wanita yang sedang dalam pelarian, kemudian beristirahat di Bates Motel. Penginapan tersebut dijaga oleh pemuda rupawan, Norman Bates, yang juga menjaga ibunya yang sakit. “Psycho” menjadi contoh terbaik untuk genre horor dengan skenario pembunuhan.

Halloween (1978)

“Halloween” merupakan film pelopor genre horror slasher. Michael Myers menjadi sosok bertopeng yang tidak memiliki motivasi lain selain membunuh orang. Film horor dengan plot pembunuhan seperti ini membuat kita menyadari bahwa manusia bisa lebih menakutkan daripada hantu, bukan?

Memahami semesta horor dari film seperti “Halloween” juga terasa lebih mudah. Karena berlatar di dunia nyata, dengan manusia yang nyata, dan aksi yang nyata. Bahwa manusia dengan mental yang gila benar-benar bisa membunuh manusia lain secara membabi buta. Horror slasher juga menakut-nakuti penonton dengan metode membunuh yang kerap sadis.

Carrie (1976)

Satu lagi film adaptasi novel Stephen King yang mengerikan meski tanpa penampakan hantu adalah “Carrie”. Film horor supranatural ini memiliki karakter perempuan yang memiliki kekuatan supranatural. Namun dengan kemasan plot dan latar cerita yang suram telah membuat film ini bertransformasi sebagai sajian horor.

Bisa kita samakan dengan film modern seperti “Brightburn” (2019) dan “The Innocent” (2021). “Carrie” bercerita tentang remaja perempuan yang tumbuh dengan kekangan ibunya. Ia juga dirundung habis-habisan di sekolah. Ia memiliki kekuatan telekinesis yang Ia sembunyikan hingga akhirnya kerasnya hidup membuatnya tak bisa membendung kekuatannya lagi.

Alien (1979)

Satu lagi film horror monster yang terbaik dari katalog klasik adalah “Alien”. Film horor monster dengan alien dan makhluk luar angkasa juga secara umum memiliki citra yang kurang menakutkan. Karena kerap lebih fokus pada penampilan monster dan sentuhan aksi yang dinamis. Dengan tagline ‘Di luar angkasa, tidak ada yang bisa mendengarmu berteriak’, film arahan Ridley Scott ini bisa jadi film sci-fi horror paling mengerikan.

Sebetulnya “Alien” memiliki treatment yang cukup serupa dengan film horror konvensional, mulai dari suspense, perkembangan plot dari tenang menjadi kepanikan, hingga jumpscare. Bedanya sosok hantu digantikan dengan alien dengan berbagai fitur dan kekuatan yang asing bagi manusia. Bagaimana kita menghadapi makhluk yang kita tidak yakin apa kekurangan dan kelebihannya?

Get Out (2017)

Jordan Peele merupakan salah satu sutradara di era modern yang inovatif dalam mengeksplorasi genre horor. “Get Out” menjadi karya debut horornya yang berhasil bikin penonton ketakutan tanpa kehadiran hantu.

Film ini termasuk dalam genre psychological horror, kita tak yakin apa yang salah, bahkan jamuan ramah dari keluarga Armitage, kita bisa merasakan ada yang mencurigakan dari keluarga kekasih Chris tersebut. “Get Out” merupakan film horor dengan naskah original terbaik dalam dua dekade belakangan.

Hush (2016)

“Hush” merupakan horror thriller karya sutradara Mike Flanagan. Home invasion merupakan salah satu tema cerita horor yang cukup populer, “Hush” merupakan salah satu yang terbaik. Kita bisa melihat bahwa film ini memiliki budget yang minim. Hanya berlokasi di satu rumah, dengan empat aktor dan hanya dua yang mendominasi screen time. Namun, dengan produksi yang minimalis, “Hush” menunjukan keahlian Flanagan dalam menulis naskah secara maksimal.

Melalui perspektif Maddie, wanita yang tidak bisu tuli, Ia harus berhadapan dengan sosok pembunuh sadis yang datang meneror hanya untuk bersenang-senang. Setiap detik dalam film ini akan membuat penontonnya menahan nafas dan merasakan teror tanpa henti meski dalam kesunyian.

A Quiet Place (2018)

“A Quiet Place” merupakan film survival horror dengan monster terbaik pada era 2010an. Film ini memiliki konsep monster yang sederhana; monster yang sensitif dengan suara. Menciptakan semesta distopia dimana manusia bertahan hidup tanpa bisa menciptakan suara sedikit pun. Buat yang punya kebiasaan ngobrol dan ribut di bioskop, menonton “A Quiet Place” mungkin akhirnya bisa diam juga karena terbawa suasana.

Cam (2018)

“Cam” merupakan film cyber horror terbaik, belum banyak film horror dalam sub genre ini yang dieksekusi dengan benar. Netflix Original satu ini bercerita tentang Lola, seorang web girl yang memiliki ambisi untuk menjadi streamer nomor satu di suatu website streaming dewasa. Ketika Ia hampir saja meraih impiannya, sosok misterius yang mirip dengannya mengambil alih akun web girl-nya.

Di era serba digital dengan budaya mengunggah data pribadi di internet, “Cam” akan menjadi kisah yang mengerikan, ketika ada orang lain yang mengaku sebagai kita dan melakukan hal-hal yang merusak nama baik kita.

1922 (2017)

“1922” merupakan Netflix Original yang diangkat dari novel Stephen King. Berlatar pada musim panas, 1992, seorang pria melakukan dosa besar melibatkan anak laki-lakinya. Bagi yang sudah mengenal Stephen King, pastinya paham bahwa penulis ini hampir tidak pernah menggunakan hantu sebagai subjek utamanya dalam menciptakan horor.

“1922” sekilas mungkin tampak seperti film hantu konvensional dengan arwah penasaran yang gentayangan untuk balas dendam. Padahal, jika ingin melihat apa yang sebetulnya menghantui protagonis dalam kisah ini adalah rasa bersalahnya akan dosa yang telah Ia perbuat.

Big Night! Big Night!

Big Night! Review: Tragicomedy yang Merekam Realitas Sosial Kaum Miskin Filipina

Film

Apakah James Bond Harus Selalu Kulit Putih?

Culture

avatar remastered 2022 avatar remastered 2022

Avatar Review: Masih Relevan untuk Penonton Masa Kini

Film

The Outsider Review The Outsider Review

10 Film Hollywood dengan Estetika Jepang

Cultura Lists

Connect